
"Oh suaminya ya bu ." ucap kasir sambil tersenyum .dan mengambil minuman kaleng dari tangan Rangga .
"Bukan ." jawab Indah dengan cepat , sementara Rangga hanya tersenyum simpul .
"Jadi total semua belanjaan nya .lima ratus tujuh puluh lima ribu lima ratus , pak ." ucap kasir . Rangga mengeluarkan uangnya dari dompet . Tapi Indah telah keburu membayar duluan , belanjaan mereka .
"Biar aku saja yang bayar ." ucap Rangga .
"Tidak usah pak . Saya masih bisa bayar sendiri ." ucap Indah cepat dan langsung meraih tas belanjaan nya .
" Biar saya saja , yang bawa ." ucap Rangga dan berhasil merebut plastik belanjaan dari tangan Indah . Indah masih ingin menolak tapi Rangga telah berjalan duluan , terpaksa Indah mengikuti Rangga dari belakang sambil membenahi jarit untuk menggendong Arga .
"Di mana rumah kamu ." tanya Rangga yang telah berdiri di samping mobilnya .
"Tidak usah mengantar saya pak , saya bisa pulang sendiri ." tolak Indah tapi Rangga menggelengkan kepalanya .
"Saya tidak mungkin membiarkan kamu membawa belanjaan sebanyak ini sambil bawa seorang bayi . Kamu cukup sebut mana alamat mu . Dan saya akan antar kamu sampai rumah ." ucap Rangga , Indah tak dapat melawan lagi ucapan Rangga .
"Sudah sampai sini saja pak ."ucap Indah saat rumahnya telah kelihatan dari sebrang jalan
"saya mau antar kamu sampai ke rumah . Indah , ayo tuntun jalan ke rumah kamu .barang barang belanjaan kamu banyak , sedangkan kamu juga menggendong seorang bayi ," ucap Rangga lagi . Terpaksa Indah mengikuti kata kata Rangga .
"Sudah pak , ini rumah saya , terimakasih atas bantuan nya . letak kan di sini saja ." ucap indah setelah sampai di depan pintu rumahnya .
"buka pintunya , aku tidak menolong orang setengah setengah , buka pintunya aku taruh di dalam rumah setelah itu saya akan pulang ." ucap Rangga .
"Tidak usah pak biarkan bapak taruh sini saja biar nanti saya yang bereskan sendiri dan baqa masuk ke dalam rumah ." tolak indah .
"cepat buka pintunya , saya akan taruh di dalam dan setelah itu saya akan cepat pulang ." bujuk Rangga .
Indah tersenyum mendengar ucapan Rangga .
__ADS_1
Indah kembali membuka pintu rumah nya .ia benar benar ingin Rangga cepat cepat pulang .
"Mari silahkan masuk pak ." ucap Indah . Rangga ikut masuk . Ia melihat rumah itu kecil dari luar tapi dalam nya sangat luas dan rapi .
"boleh pinjam ke kamar mandi sebentar ." ucap Rangga ia tidak ingin cepat cepat pulang meninggalkan rumah Indah .
"Ada di sana pak , " ucap Indah menunjuk ke arah dapur . Ada sebuah kamar di sebelahnya dengan pintu berwarna biru . Rangga mengangguk dan pergi .
Indah membaringkan putranya di kasur kecil yang ada di sebelah ruang tamu . Arga tertidur dengan lelap . Indah memastikan letak tidur putra nyaman baru , pergi menyimpan barang barang belanjaan nya .ke tempatnya masing masing .
Rangga telah selesai dari kamar mandi dan kembali ke ruang tengah . Ia ingin pulang sebenarnya , dan melihat Indah masih sibuk saat ia ingin berpamitan .tapi Rangga juga penasaran dengan bayi itu .
Rangga berdiri mengamati bayi yang tertidur pulas itu dengan serius .ia merasakan ada yang ganjal saat ia mengamati wajah bayi itu .ia merasa sangat familiar dengan wajah bayi itu .
Rangga penasaran dan tergoda ingin menoel pipi bayi itu . Ia mengangkat tangan nya dan mengelus pipi bayi itu dengan pelan . Rangga tersenyum merasakan tekstur pipi bayi laki laki itu . Rangga terus mengelus pipi bayi itu .
Tiba tiba Rangga menarik tangan nya saat melihat ada pergerakan kan si bayi itu . Mungkin dia terganggu oleh peegerak kan tangan nya .tak lama kemudian bayi itu menangis .
Indah yang mendengar tangis putranya segera meninggalkan pekerjaan nya
"Bapak masih di sini ." tanya Indah saat masih melihat Rangga ada di situ .Indah segera meraih tubuh putranya dan ia ayun pelan agar tenang .
"Putra bunda haus ya ."tanya Indah pada bayinya . Tangis putranya semakin kencang dalam gendongan nya .
"Putra bunda , jadi bayi ini putranya ." tanya Rangga yang pura pura . Jelas jelas Rangga tau Kalau indah sudah punya anak . Tapi yang Rangga tidak tau kenapa Indah harus berbohong . Atau jangan jangan bayi itu ..
"Bukan pak . I..itu Arga memeng panggil saya bunda ." ucap Indah gugup .
"Jadi dia bernama Arga , dan dia panggil kamu bunda . Apa dia tidak punya ibu .'"tanya Rangga lagi .
"Dia punya ibu ." jawab Indah .
__ADS_1
"lalu kenapa dia panggil kamu bunda ." tanya Rangga lagi .
"Karena .. Karena itu saya yang minta ." Indah menghela nafas lega tanpa sadar . Saat melihat Rangga mengangguk kan kepalanya . Ragga pura pura percaya karena merasa kasihan dengan wajah gugup Indah .
"Saya mau buatkan susu buat dia dulu ." ucap Indah lalu berjalan ke dapur mengambil botol susu yang bersih .
"Berikan bayi nya padaku , biar kamu bisa buat susu dengan leluasa ." ucap Rangga menawarkan diri . Sambil mengulurkan tangan nya .
"Tidak usah pak , saya bisa sendiri ." ucap Indah . Ia tidak mengijinkan Rangga menggendong putranya . Ia takut Rangga akan membawa lari Arga darinya .
"Kalau begitu biar saya yang buatkan susunya ."Rangga mengambil alih botol dengan paksa .
"Katakan apa yang harus saya lakukan lebih dulu ." tanya Angga .
"bapak cuci tangan dulu ."ucap Indah , Rangga mengikuti intruksi dari Indah . Dari cuci tangan dan cara membuat susu untuk bayi .
"Sudah selesai ."ucap Rangga dan kembali dengan susu yang telah di buat di botol dan ia serahkan ke Indah .
"Terimakasih pak ." Indah menerima susu botol dari Angga . Tapi Arga tidak mau meminumnya malah menangis dengan kencang sambil mendorong dirong dusu botolnya dengan tangan kecilnya .
"Sayang kamu mau apa ." tanya Indah . Arga biasa tidak seperti ini . Kalau menangis ia kasih susu dan setelah itu akan tidur lagi .tapi beda dengan hari ini . Dia menangis semakin kencang .
"Apa mungkin dia sakit ." tanya Rangga merasa bersalah dan khawatir . karena telah membuat dia menangis oleh sentuhan nya tadi .
"Dia tidak panas ." ucap Indah panik .
"Tenanglah jangan panik ."ucap Rangga mendekati indah dan mengelus bahu Indah dan ajaibnya bayi itu diam saat tangan Rangga berada di kepala Arga .
Rangga menarik tangan nya melihat bayi itu sudah tenang . Tapi dia kembali menangis ,Rangga kembali meletakan tangan nya di kepala Arga , dan Arga kembali tenang lagi .
Perasaan Rangga semakin terusik , otomatis otak Rangga kembali ke malam itu . " tidak mungkin kan , atau juga mungkin dia putra aku ." gumam Rangga . Lalu Rangga mengangkat wajahnya menatap tepat di mata Indah .
__ADS_1