Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
69


__ADS_3

Semyum manis yang di berikan Nisa ternyata tidak mampu mengurai kecemasan di wajah suaminya . Karena senyum yang di paksakan menunjukkan sebuah ringgisan kesakitan . Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang berharap cepat sampai ke rumah sakit .


Mata Angga berulang ulang melirik ke arah istrinya memastikan istrinya masih sadarkan diri .


"Ga , kamu fokus nyetir , aku ngak mau kalau kamu sampai nabrak portal jalan ya ." ucap Nisa walau ia memejamkan matanya ia tahu suaminya selalu meliriknya . Angga hanya mengangguk dan fokus kan pikiran nya ke jalanan .sampai nya di rumah sakit para dokter yang akan menangani Nisa , yang telah di hubungi oleh Angga sebelum nya sudah menunggu di lobby rumah sakit .


Dokter Andaru membawa Nisa ke ruangan bersalin yang telah di siapkan , Dokter andaru memeriksa jalan lahir , ternyata masih bukaan tiga .


"Maaf tuan Angga , nyonya Nisa baru pembukaan tiga . Jadi kita harus mencapai pembukaan 10 . Baru bisa menjalani kelahiran ." ucap Dokter andaru.


"terus apa yang harus saya lakukan dok ." tanya Angga .


"Bawa nyonya untuk jalan jalan ,tuan . Untuk mempercepat pembukaan ." Angga mengikuti saran Dokter .ia temani Nisa untuk jalan jalan , sesekali ia bantu menghapus keringat di kening istrinya pakai sapu tangan miliknya . Bila ada tendangan dari putrinya Angga berusaha mengusap perut istrinya .


Saat pembukaan telah sampai me 10 . Angga membantu istrinya berbaring di ranjang persalinan . Angga terus mengenggam tangan istrinya tak sekalipun ia melepaskan tangan istrinya .


"Mari nyonya dengarkan intruksi dari saya . Saya beri hitungan 1 2 3 nyonya mulai ngejan . Atau kalau nyonya merasa ada sesuatu yang ingin keluar nyonya busa ngejan ya jangan di lawan ."pesan Dokter Andaru .


Nisa mengikuti intruksi dari Dokter tiga kali ngejan putrinya pun lahir . Syukur alkhamdulillah Angga panjatkan tidak lupa ia bersujud saat pertama kali ia mendengar suara tangis putrinya .


"Selamat tuan nyonya , putri anda sangat cantik seperti ibunya . Matanya tajam seperti ayahnya .kulitnya putih bersih .perpaduan sempurna dari ayah dan ibunya . Silahkan di azdani dulu putrinya tuan Angga ." Angga menerima putrinya dengan tangan gemetar dan Air mata tak berhenti menetes .


Nisa juga terharu mendengar suara azdan suaminya untuk putrinya . Hati Angga berbunga bunga melihat putrinya tengkurap di dada istrinya untuk mencari di mana sumber kehidupan nya yang pertama kali . Angga mencium kening istrinyantanpa malu malu di depan para perawat dan dokter .kebahagiaan nya tidak dapat ia gambarkan .


***

__ADS_1


Kedua keluarga masuk berhambur ke dalam ruang rawat Nisa . Untuk melihat cucu mereka , Nisa dan Angga telah tersingkirkan oleh putrinya .Dimas dan Ardy hanya geleng kepala melihat polah istri istri mereka berebut cucunya .


"Angga Nisa kamu tidak boleh cuma melahirkan seorang cucu . Lihat ibu ibu kalian ." ucap Ardy .Nisa dan Angga hanya tersenyum saja


"Mbak Tiara lihat , wajah dia mirip seperti Angga saat baru lahir ." ucap putri .


"Iya lihat kulitnya putih seperti ibunya ." ucap Tiara tidak mau ketinggalan .


"Dia hanya membawa warna kulit ibunya , semua mirip Papanya . Lihat Angga betapa besar cinta putriku padamu . Hingga dia rela putrinya mengkoppy dirimu ."ucap Ardy .


"Iya Ga , jangan pernah sakiti menantu papa , kalau papa tau kamu menyakiti dia papa kali ini akan turun tangan ." ucap Dimas .


"Papa dan Ayah jangan cemas .Angga tidak bisa bernafas tanpa Nisa , bagaimana mungkin Angga akan menyakitinya ." jawab Angga sambil menatap Wajah istrinya .


"Terimakasih sayang , terimakasih sudah bertahan dari rasa sakit , dan terimakasih sudah melahirkan seorang putri yang cantik untuk ku ." ucap Angga entah ucapan yang sudah keberapa kali nya .


"Kalian beri nama siapa cucu oma ." ucap putri dan Tiara bersamaan .


"Angelina putri dewangga ." ucap Nisa .mereka semua mengangguk dengan nama itu .


Setelah dua hari di rawat Nisa di ijinkan pulang bersama putrinya . Kedua ibunya yang menjemputnya . Karena Nisa belum berpengalaman menjaga bayi ia dan Angga memutuskan untuk mencari babysister yang sudah bersertifikat untuk membantu dan mengajari Nisa menjaga dan merawat putrinya . Juga cara memandikan nya . Tiara dan putri sebagai orang tua hanya cukup mendung dan menyemangati .


Nisa duduk di kursi roda sambil memangku putrinya . Dan tiara mendorongnya dari belakang .


Nisa bertanya tanya dalam hati karena Angga tidak ikut menjemputnya . Kedua ibunya di tanya juga hanya angkat bahu seakan tidak tau apa apa

__ADS_1


"Kemana perginya pria itu ." gumam Nisa dalam hati .


"Hati hati sayang , pelan pelan saja ." ucap putri saat melihat Nisa jalan memasuki mobil dengan buru buru , setelah bayinya di ambil alih oleh babysister wanita yang sudah berumur hampir kepala empat .


"Ma , apa Angga tidak ada hubungi mama beri kabar kemana gitu ." tanya Nisa pada mama mertuanya .


"Ada , tadi tanyakan kepulangan kamu jam berapa ." jawab putri .


"lalu ." tanya Nisa lagi penasaran .


"Ngak ada , cuma tanya itu saja ." ucap putri sambil menatap menantunya yang wajahnya berubah jadi lesu . Nisa sendiri tidak pegang ponsel sejak berangkat ke rumah sakit . Angga menyitanya agar ia fokus pada pemulihan badan nya setelah melahirkan .


Sebenarnya banyak sms yang masuk dari teman teman nya , ia juga ingin membalasnya .tapi apa daya sang suami melarangnya . Sepanjang perjalanan Nisa hanya diam tidak menyahuti obrolan mama dan bundanya . Iya hanya mengangguk dan menggeleng bila di tanya .


"Sudah sampai ayo turun ." ucap Tiara yang sudah membuka kan pintu untuknya . Ternyata Nisa banyak melamun tidak tau kalau sudah sampai .


"Bun , ini rumah siapa ." Tanya Nisa melihat bangunan rumah di depan nya . Rumah yang cukup besar dengan cat berwarna putih bersih .


"Nanti kamu juga akan tau . Masuklah dulu ." ucap Tiara


Nisa melangkah berlahan di tuntun oleh putri memasuki.rumah itu . Tiara mengetuk pintu utama dua kali , saat pintu terbuka lebar lebar Nisa terkejutbmendapati ucapan selamat datang dan banyaknya balon berwarna warni berserakkan . Yang yang menakjubkan adalah , Nisa melihat Suaminya jongkok setengah berlutut di depan nya dengan membawa cincin di tangan nya . Dan Tiara pergi meninggalkan mereka berdua dan berkumpul bersama anggota keluarga yang lain nya .


"Selamat datang di rumah baru kita sayang ." ucap Angga .


" Sebelum kamu masuk ke dalam aku ingin bicara beberapa kata untukmu. Arfira khoirun Nisa sebelum nama belakang aku ada di nama belakang kamu , kamu adalah putri dari Ayah Ardy Nugroho .dan Akhirnya suatu hari ada seorang laki laki yang dengan kurang ajarnya datang dengan mengklaim dirimu sebagai kekasihnya . Membuatmu terikat tanpa jelas dengan nya , membuatmu sakit hati karena ucapan nya .membuatmu kasakitan saat melahirkan putrinya ." Angga menatap dalam manik mata istrinya yang juga menatap nya dengan tatapan mata haru .

__ADS_1


__ADS_2