Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
62


__ADS_3

Ardy mengajak Tiara menuju ke ruang tamu untuk menyambut mereka .


"Maaf mas Ardy , datang menganggu istirahat kalian malam malam begini ."ucap Dimas . Ardy mengangguk dan mempersilahkan mereka duduk .


"Silahkan duduk dulu ." ucap Ardy


"Maaf kedatangan kami malam malam , kami ingin membahas masalah tentang anak anak kita ." ucap Dimas . Dimas tau Tiara pasti sangat kecewa mungkin juga membencinya . Membuat luka dan penyesalan lama bangkit kembali .


"Dimas ,putri terimakasih kamu masih menganggap aku sebagai mas kalian .tapi tidak seharusnya kamu datang malam malam hanya untuk membahas masalah anak anak kita ." ucap Ardy dengan santai . Tidak ada raut kemarahan di wajah Pria itu . Sejak tau masalah itu , dialah orang yang paling santai menanggapinya .


"Tapi mas Ardy , kami yakin Angga tidak melakukan itu . Kami hanya ingin menyakinkan Nak Nisa ." ucap putri .


"Saya juga percaya dengan hal itu , putri ." ucap Ardy yang mendapat tatapan dari istrinya .


"Apa mas Ardy sepemikiran dengan saya ."tanya Dimas . Dimas juga tidak percaya dengan vidio yang di kirim ke ponsel menantunya itu .


"Saya menerima telepon dari asisten Angga kemarin .Asisten Angga mengatakan kalau Angga kehilangan koper serta ponselnya . Jadi saya pikir vidio itu tidak lain adalah editan .dan di kirim pakai ponsel Angga ." ucap Dimas .


"tapi vidio itu tidak tampak kalau itu editan ." bantah Tiara tegas kelihatan kalau dia masih kesal .


"Teknologi zaman sekarang canggih canggih sayang , kita harus teliti menghadapi ini semua ." ucap Ardy memberi pengertian pada istrinya .


"Iya sih , memang ada yang janggal di vidio itu ." Akhirnya tiara mengakuinya .


"Sekarang apa yang harus kita lakukan ." tanya putri yang awalnya cemas kini bernafas lega . Sepanjang perjalanan pikiran nya telah di bayangi oleh hal hal buruk . ia takut Ardy akan menyambut kedatangan nya dengan amarah yang besar . Ternyata tidak , Ardy menyambut kedatangan nya dengan suaminya dengan hangat .


"Tidak ada yang perlu di lakukan ma , biarkan anak anak kita yang menyelesaikan nya , kita cukup jadi penonton saja , kalau mereka butuh bantuan kita . Baru kita turun tangan ." ucap Dimas pada putri .


"Tapi kalau kita tidak bantu meluruskan ini . Mereka berdu pasti akan bertengkar hebat ." timpal Tiara .


"Mereka berdua sudah dewasa sayang , sebentar lagi mereka juga akan menjadi orang tua . Memiliki anak . Memang sudah seharusnya masalah ini mereka sendiri yang harus menyelesaikan nya ." ucap Ardy , Tiara hanya bisa menarik nafas pasrah .ia hanya kSihan pada putrinya yang kelihatan sangat sedih .

__ADS_1


***


Pagi hari telah tiba , masalah kemarin telah di lewati , sebelum matahari terbit Nisa telah bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang .Matanya masih mengawasi nomer ponsel Angga . Ia berharap Angga menghubunginya dan mengatakan kalau vidio kemarin hanyalah prank saja .tapi nyatanya sampai sekarang Angga tidak menghubunginya bahkan nomornya sudah tidak aktif lagi .


Nisa membanting ponselnya ke atas ranjangnya . Ia membenamkan wajahnya ke dalam bantal , tangisnya pecah kembali . Begitu besar rasa kecewanya kepada sang suami . Yang tega mengkhianati pernikahan mereka . Tidak ada yang bisa ia lakukan selain menangis dan menangis . Hingga terdengar suara ketukan di pintu kamarnya .


Nisa mengangkat kepalanya melirik ke arah pintu kamarnya sambil mengusap Air mata di pipinya .


"siapa ." tanya Nisa . Tidak ada jawaban hanya suara ketukan pintu yang kembali terdengar .


"Masuk ." ucap Nisa sambil merubah posisi menjadi duduk.


"Hai sayang ." sapa Angga di depan pintu kamar Nisa dengan seikat bunga mawar di tangan nya , dan senyum bahagia di wajahnya yang penuh dengan kerinduan pada istrinya .


Nisa tidak bergeming menatap suaminya tanpa ekspresi sama sekali .


Angga mengangkat Alisnya ,melihat sang istri tidak menunjuk kan ekspresi apapun terhadap dirinya yang pulang lebih cepat .


"sayang , kamu baik baik saja ." ucap Angga sambil duduk di samping istrinya . Ia letak kan bunga yang ia bawa di atas nakas .


"Nisa kenapa kamu diam , apa telah terjadi sesuatu dengan bayi kita ." tanya Angga dengan raut wajah yang memancarkan kekhawatiran.


"Tidak , dia baik baik saja ." Jawab Nisa pada akhirnya . Angga tersenyum lega .


"Lantas kenapa kamu diam saja , Apa akau telah melakukan kesalahan ." Angga kembali bertanya .


"Apa kamu tidak merasa melakukan kesalahan padaku ." tanya Nisa balik .


Angga terdiam berusaha menggali ingatan nya , dan kesalahan apa yang telah ia perbuat . Angga langsung menunduk setelah ingat akan ke salahan nya .


"Aku minta maaf , karena tidak memberi kabar seharian kemarin ." jawab Angga .

__ADS_1


"Apa hanya itu kesalahan yang kamu lakukan ." tanya Nisa sambil mengangkat alisnya . Angga mengangguk yakin .


"Pergilah ."ucap Nisa sambil memunggungi suami nya .


"Maksudnya ." Angga


Mengeryit ia tidak tau lagi apa salahnya .ia masih berusaha sabar . Karena ia tau kalau istrinya sedang mengandung .


"Ayo kita bercerai ." ucap Nisa membalik kan wajahnya dengan dingin . Tatapan nya menyiratkan kekecewaan dan rasa sakit .


"Kamu pasti bercanda kan ." Angga memaksakan senyumnya . Berharap kata yang baru saja terucap dari mulut istrinya hanya lah candaan semata . Tapi Angga juga tidak mengabaikan tatapan mata istrinya .


"Aku serius , Ayo kita cerai saja . Kalau aku saja tidak cukup untukmu .sebelum semua terlanjur dan menyakitkan


Angga mencerna perkataan Nisa dalam diam.


"Apa kamu menuduh ku memiliki wanita lain ." tanya Angga sambil mengepalkan tangan nya erat . Menahan emosi atas kekecewaan dengan apa yang di ucapkan oleh istrinya .


"Aku tidak menuduh mu , itu semua adalah kenyataan ." jawab Nisa .


"Atas dasar apa kamu menuduh ku seperti itu ." Angga tak lagi bisa menahan emosinya .ia mencengkeram erat lengan Nisa yang akan berdiri dari tempat tidurnya .


Nisa berusaha tenang walau merasakan sakit di lengan nya . Ia meraih ponselnya dan menyerahkan pada Angga .


"semua bukti ada di dalam sana . Bukti kuat atas perselingkuhan mu , kamu khianati , kau nodai pernikahan ini ." ucap Nisa .


Angga menerima ponsel Nisa . Ia usap layar ponsel istrinya . Foto walpeper di ponsel istrinya adalah foto pernikahan mereka . Angga mengingat memory yang sakral itu . Pernikahan yang di awali dari sebuah pertemuan yang tidak baik .


"Buka galery nya ." ucap Nisa menyadarkan Angga agar tidak berpikir terlalu jauh . Angga mengikuti apa kata istrinya .ia usap lagi layar ponsel itu .


"Putar vidio itu ."ucap Nisa kembali . Angga menekan tanda putar di ponsel istrinya itu .betapa terkejut nya Angga menyaksikan adegan demi adegan di vidio itu . Angga swgera meletak kan ponsel istrinya itu .

__ADS_1


Angga segera menarik Nisa ke dalam pelukan nya . Nisa berusaha menolak ia tidak mau terbuai lagi dan melupakan tentang perpisahan mereka .


__ADS_2