
Mata Anisa bagai di manjakan oleh deretan gaun gaun yang sangat indah dan tersulam rapi , dengan jahitan yang halus . Manekin manekin kelihatan hidup dengan memakai gaun gaun itu .
Anis percaya harga gaun gaun itu pasti sangatlah mahal , tidak akan sesuai dengan isi kantongnya . Tapi lain lagi untuk Angel . Dia pasti mampu membelinya .
Jika wajah Anis tampak mengelap melihat harga per price dari gaun itu , tapi lain dengan wajah Angel yang nampak santai , dan nampak biasa saja . Orang kaya akan tampak biasa berada di butik mahal seperti ini . Berbeda dengan orang dari kalangan bawah , akan gemetar an melihat jumlah angka yang tergantung di label gaun gaun itu .
"Kamu cobain ini Nis , pasti ini cantik kalau kamu yang pakai ." ucap Angel yang tiba tiba menyerahkan sebuah dress kepada Anis . Angel memang sengaja memilih dress itu untuk Anisa . Berwarna merah muda , Anisa terkejut , ia menelan ludah nya dengan kasar , ia tak berani menyentuh dress itu . Anisa juga mencoba mendorong tangan Angel .
"Ambil., dan cepat kamu pergi coba dress ini ." ucap Angel mendorong Anis untuk segera mencoba dress itu . Dengan terpaksa Anis pergi ke ruang ganti . Untuk menganti bajunya , Anis terbaru melihat penampilan nya dari kaca . Benar benar cantik dress yang telah melekat di badan nya . Anis segera keluar , ia ingin menunjuk kan penampilan nya kepada Angel .
"Waahhh , Apa aku bilang , kamu pasti cantik pakai baju ini . Tunggu sebentar ." ucap Angel sambil mengambil ponselnya , ada niat tersembunyi dari tingkahnya . Angel terkekeh setelah mengambil foto Anisa .
"Ini kamu ambil dari aku untukmu , jangan kamu punya pikiran macam macam ." ucap Angel , Angel hanya ingin memberi Anisa gaun bukan sebagai sogokan karena telah menaninya belanja . Tapi sebagai kenang kenangan saja .
"Aku berterimakasih banyak An ,sudah mau berteman denganku , tapi sungguh kamu tidak usah membelikan ini untuk ku . Ini mahal sekali ." ucap Anisa tulus , ia tak ingin di anggap telah memanfaatkan sahabatnya . Ia ikhlas menemani Angel belanja, bahkan sangat senang sekali , ia tak mau Angel dalah paham pada dirinya .
"Tidak apa apa Anisa , kamu terima ya kalau tidak aku akan sedih , aku tau kita hanya sahabat , tapi kalau bisa aku ingin kamu jadi bagian dari keluarga aku , kalau tidak Anggap aja ini hadiah persahabatan dari aku ." ucap Angel .
"ngak boleh di tolak , Anisa ." ucap Angel saat melihat Ani akan melayangkan protesnya .
Anisa terdiam , jujur ia sangat menyukai gaun itu tapi ia malu menerima itu dari Angel .⁴karena harga dress itu benar benar fantastic .
__ADS_1
"Mau ya , please." ucap Angel , ia tau Anisa pasti malu untuk menerima tapi ia benar benar ikhlas membelikan sebuah gaun untuk anisa .Anisa Akhirnya mengangguk ia tau Angel ikhlas memberikan untuknya .
Angel tersenyum lega , Anis mau menerima gaun pemberian nya , kini ganti dirinya yang akan mencoba tiga buah dress dengan warna yang sama hanya beda modelnya sesuai dengan code dress yang ada di dalam undangan itu .
" Biru doger An ." tanya Anisa saat di mintai tolong Angel memegangkan baju bajunya . Setelah selesai ia coba . Angel mengangguk cepat dan tersenyum tipis kepada Anisa .
"Iya Nis , sesuai dengan code di surat undangan kemarin . Arga mewanti wanti banget sama aku , agar aku tidak salah pilih kostum gila tidak dia ?. Dia pikir aku ngak pernah hadir di pesta pesta kayak gini sebelumnya ."
"ekhm ." Anis berdehem saat mendengar ucapan Angel sedikit menyombongkan diri . Angel yang menyadari itu segera nyegir .
"Maaf Nis , aku terbawa suasana saja ." ucap Angel , Anis mengangguk paham .
Angel telah mencobai beberapa gaun hingga menemukan yang lebih cocok . Lagi lagi Anis hanya bisa geleng kepala , melihat Angel yang begitu santainya membeli semua baju yang telah ia coba . Orang kaya memang tidak punya kendala dalam segala hal .
Anisa di buat terkejut lagi oleh Angel , karena Angel lagi lagi memberikan satu gaun nya lagi yang Anisa Anggap sangat cantik sekali . Tapi Angel tidak menyukainya . Anisa ingin menolaknya lagi tapi Angel lagi lagi menamakan persahabatan dan kekeluargaan .Anisa jadi penasaran keluarga seperti apa yang Angel maksud .
"An keluarga apa yang kamu inginkan dari ku . bisa menjadi sahabatmu saja aku dah bahagia . Coba kamu lihat teman teman di kantor kita . Belum tentu kehidupan mereka ada di atas aku , mungkin hanya jabatan aku yang membedakan . Aku hanya seorang asisten rendahan , jadi mereka tak ingin bersahabat dengan ku ." ucap Anis panjang lebar .
Angel membawa anisa meninggalkan butik setelah mau menerima gaun darinya . Sekarang mereka berada di dalam mobil menuju ke sebuah salon untuk melakukan spa .
" Apa kamu punya pacar ." tanya Angel yang langsung di sambut senyuman oleh Anis .
__ADS_1
"pacar , laki laki mana yang mau dengan ku , tidak ada , kamu lihat sekarang umurku saja dah kepala tiga , tapi aku juga masih setia menyendiri ." jawab Anis sedih .
"Seperti apa kriteria laki laki yang kamu cari ." tanya Angel . Anisa melirik ke arah Angel yang serius menunggu jawaban darinya . Anisa geleng kepala .
"Duda kaya , atau perjaka anak mama ," tanya Angel .
"Kamu ini , aku mah ngikut apa kata takdir ." ucap Anis .
"Aku punya duda kaya , tugasmu cukup bahagiakan dia saja , putrinya sudah dewasa kok , dah waktunya cari suami , kamu mau ." ucap Angel sambil tersenyum , Anis baru paham sekarang , maksud kekeluargaan yang Angel maksud .
"jangan paksakan , biar takdir yang menemukan kita ." jawab Anis . Anis dah tidak menolak semua ajakan dan pemberian Angel .menolak juga tidak ada gunanya .
Setelah pulang dari spa , Angel membawa Anisa mampir ke apartemen nya . Awalnya Anisa juga ingin menolak , ia merasa kecil berada di samping Angel .
" Masuk aja Nis Anggap saja rumah sendiri ." ucap Angel sambil terkekeh , ia hanya berharap Anisa bisa merasa nyaman
"maaf ya agak berantakan ." tambah Angel. Anisa geleng kepala , menurut Anis tidak berantakan , meskipun sibuk dengan pekerjaan sebagai sekretaris Arga yang super prefeksionis , Angel juga masih memiliki jiwa untuk bersih bersih rumah .
Sesibuk sibuknya Angel jadi sekretaris Arga . kehidupan Angel tak seperti kisah dalam novel novel romantis . Kisah cinta sekretaris mengejar cinta CEO sampai tidak memikirkan kebersihan rumah , juga urusan dapur . Memang kidah Angel juga sama mengejar cinta Arga .tapi ia super talenta .
" ini rapi sekali An. Kukira hidupmu seperti di novel novel hanya mengejar cinta lupa segala galanya . Tapi kamu masih ingat bersihkan apartemen kamu sendiri ." ucap Anis yang hanya di tertawakan oleh Angel .
__ADS_1