
Johan mengangkat tangan nya ." ok aku pasti tutup mulut , aku juga tidak mau kamu tertimpa masalah karena ini Cantik ." Angel ingin sekali mencebikan bibirnya . Tetapi ia menahan diri tidak Johan berhenti untuk tidak lagi membicarakan soal Ayahnya .
Angel menghembuskan nafasnya lega . Ia merasa baru saja berhasil membungkam mulut Johan . Angel tidak bermaksud menyembunyikan identitas dirinya yang sebenarnya , selamanya dari Arga . Ia hanya butuh waktu yang tepat untuk bicara jujur pada Arga . Angel juga berharap bisa membantu Arga nanti .
Namun apa yang Angel harapkan tak sesuai dengan keinginan . Arga sudah terlanjur salah paham dengan apa yang Angel ucapkan tadi . tangan Arga mengepal dengan erat , telinganya berfungsi sangat baik mendengarkan kata dwmi kata yang di ucapkan oleh Angel dan Johan .
Demi Alloh , Arga sudah tau walau ia telah mengelengkan kepalanya berkali kali , karena sudah hampir separuh ,dari pemegang saham mendukung Johan , mengambil alih jabatan nya .
Kedatangan johan benar benar mengejutkan .sejak awal Arga sudah memiliki praduga yang tidak baik kepada lelaki itu . Arga sudah menduga Johan akan mengancam kesejahteraan nya . Dan Arga sekarang benar benar terkejut .
Tapi ada kenyataan lain yang lebih mengejutkan lagi . Yaitu Angelia ternyata putri dari George Andrea Mahardika , hanya pemegang saham saja yang tau nama itu .
Arga hanya pernah mendengar dari Ayahnya George Andre Mahardika adalah pria yang memiliki tangan dingin dalam mengelola perusahaan .
Selama ia menjabat sah sebagai CEO di GM Group , ia tidak 0ernah bertemu langsung dengan George Andre Mahardika .Dan sekarang ia baru saja mendengar Bahwa Angelia andriana sebagai putri dari pemilik saham terbesar GM Group .
" Ya Tuhan....jadi selama ini dirinya telah di perdaya , Angelia sengaja menutupi identitasnya untuk mempermainkan aku . Ternyata dia juga mendukung Johan ." gumam Arga dalam hati .
Kepala Arga pening , ia tidak menyangka kalau Angel putri dari pemegang saham terbesar di perusahaan ini . Selama ini Angel kelihatan biasa saja . Angel menutupi jati dirinya dengan sempurna .
"Baiklah , jika kamu ingin bermain denganku aku akan menemanimu sayang . Lihat apa yang bisa aku lakukan untuk membalasmu ." pikiran licik dan picik terbangun dari otak Arga . Namun apakah semua itu tidak akan mengkhianati hasil .kita lihat jalan selanjutnya .
__ADS_1
Buru buru Arga meninggalkan tempat persembunyian nya saat melihat Angel meninggalkan Johan . Arga segera menuju ke ruangan nya , tapi tatapan matanya bertemu dengan mata Anisa . Arga segera menghampiri Anis . Karena Arga ingat segala sesuatu yang Angel tau itu dari Anis .
"Anis jangan beritau Angel kalau saya mengikutinya naik ke atas , kalau kamu tidak ingin saya pecat ." ancam arga kepada anis .
Melihat dan mendengar bagaimana Arga berbicara Anisa hanya bisa mengangguk kan kepalanya . Anis tidak berani membantah karena anis tau Arga kelihatan tidak main main . Walau sebenarnya anis ingin sekali memberi tau Angel . Tetapi Anis juga masih menyayangi diri nya sendiri . Ia tak mau pak Arga benar benar memecatnya . Bisa gawat bila dirinya harus kehilangan pekerjaan .
"Ba....baik pak ." ucap anis terbata bata . Arga tidak perduli dengan rasa takut yang di miliki oleh Anis . Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan nya . Dan baru saja ia duduk di kursi kerjanya ia melihat Angel keluar dari lift tanpa Johan . Arga tidak lepas pandangan nya dari Angel yang juga pada saat Angel sedang bicara dengan Anis .
Ada kekhawatiran di hati Arga saat Angel curiga dengan kegugupan Anis .Arga mengalihkan tatapan nya saat Anis juga menoleh dan menatapnya . Arga memberikan tatapan tajam sebagai ancaman padanya . Dan Anis pun menggelengkan kepalanya memberikan jawaban pada Arga kalau ia tidak mengatakan apa apa . Gelengan itu juga teruntuk Angel juga .
Dulu arga hanya akan menganggap Angel tidak tau malu tetapi mulai detik ini Arga mengatakan kalau penilaian nya itu salah . Angel berani menentang nya karena dia putri konglomerat . Dan statusnya saat ini mungkin lebih tinggi darinya bila Ayahnya memberikan saham itu padanya . karena itulah Angel selalu berani menentang perintahnya , itu menurut penilaian Arga .
"sial , sungguh sial , untung saja aku tidak tergoda dan belum menyerahkan hatiku , yang mungkin saja akan berakhir di khianati ."gumam Arga .
Arga sedikit lega karena selama ini ia tidak melabuhkan hatinya pada Angel . Arga juga berterimakasih pada Almarhumah Istrinya , ikut menjaga hatinya dan tidak melabuhkan hatinya pada Angel . Setidaknya karena rasa cintanya yang kuat pada Almarhum istrinya membuatnya tidak gampang tergoda oleh perempuan seperti Angel .
"Pak .
Arga terbangun dari lamunannya . Ia menatap tajam pada Angel yang kemudian berlahan berubah jadi melembut , dan menghela nafas berat .
"Ada apa An , bagaimana Johan mengatakan apa padamu ?." tanya Arga . Dengan nada suara yang tak lagi ketus . Padahal sebelum Johan datang , tanpa perasaan Arga selalu mengabaikan Angel .
__ADS_1
Melihat perubahan Arga Angel juga tidak curiga sama sekali dan Angel juga tidak ingin banyak bertanya , ia takut kalau banyak tanya Arga akan mengabaikan nya kembali , dan berbicara ketus lagi terhadapnya . Angel menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Arga .
"Tidak ada , dia hanya ingin minta maaf karena tadi sudah akan menampar ku , pak ." jawab Angel .
Arga diam diam tersenyum sinis . " permainan baru saja di mulai Angelia , aku akan membalasmu lebih dari yang kamu lakukan selama ini padaku ."ucap Arga dalam hati , sehingga Angel tidak tau rencana apa yang akan di buat oleh Arga untuk dirinya .
Setelah Johan mengungkap siapa Ayahnya . Kini Angel tidak segan segan mengakui Andre sebagai Ayahnya . Tapi ia hanya berani menyebut di dalam hatinya saja . Ia belum berani mengatakan pada dunia , karena sampai sekarang ia juga tidak tau keberadaan Ayahnya itu .
"Benar benar menghilang kemana pria parubaya itu ." tentu hatinya sangat sebal. Ia hanya ingin tau Ayahnya sebenarnya memilih siapa.Arga atau Johan sebagai pimpinan perusahaan .
Jika Ayahnya memilih Johan Angel inhin tau alasan nya . Angel berharap Ayahnya memilih Arga , karena Arga kinerjanya lebih bagus dan lebih unggul dari Johan .
"saat situasi sepenting ini laki laki tua itu pergi ,menghilang begitu saja , kayaknya dia sengaja sembunyi ." ucap Angel pada diri sendiri .
" Siapa yang menghilang . ?
Pertanyaan yang terdengar tiba tiba , seketika membuat Angel terkejut , ia segera menoleh dan mendapati Arga telah berada di belakangnya .
"Pa ...pak Arga ." ucap Angel terbata .
"kenapa wajahmu pucat sekali An ." tanya Arga setelah menganggukan kepalanya menjawab keterkejutan Angel .
__ADS_1