
Rangga mengetuk pintu Rumah Dodo .tak lama kemudian ada jawaban dari dalam rumah . Cyntia membuka kan pintu , cyntia melihat Rangga datang tidak langsung menyapanya .Cyntia menebarkan pandangan nya mencari sesuatu di samping dan belakang Rangga .
"Kamu datang sendirian , Indah mana ." Tanya Cyntia yang begitu antusias , wajah Cyntia sangat bahagia seperti ada sesuatu yang ingin ia bagi dengan Indah .
Rangga membeku mendapat pertanyaan dari cyntia tentang Indah . Itu menyatakan bahwa Indah tidak ada di rumah itu .Tapi Rangga tetap memberanikan diri untuk bertanya .
"Justru kedatangan saya , saya ingin bertanya , apakah Indah pernah datang ke mari ." tanya Rangga .
"Apa ? , tapi Indah tidak ada di sini ." ucap Cyntia sedikit terkejut
"apa boleh saya masuk memeriksanya ." tanya Rangga . Cyntia tetap meberi ijin Rangga untuk masuk mencari Indah . Rangga masuk memeriksa setiap sudut ruangan juga kamar , ia tidak perduli di bilang tidak sopan atau melanggar privasi orang .
"Apa sebenar nya yang terjadi , tiga hari yang lalu Indah datang meminjam uang padaku sepuluh juta . Bukan aku ingin kau mengantinya , aku cuma ingin tau apa yang terjadi karena aku juga belum memberi tau Abang nya masalah ini ." tanya Cyntia penasaran .
"Apa setelah itu dia ada datang lagi ." tanya Rangga . Cyntia mengeleng .
"Tidak dan ponselnya juga tidak dapat di hubungi , apa kalian ada masalah ." tanya cyntia .
"Maaf , selama empat hari saya keluar kota ada urusan bisnis . Mama ku belum bisa menerima Indah , tapi percayalah aku tidak akan pernah menyia nyiakan Indah . Tetap lah sembunyikan ini dari kakak ipar aku akan pergi mencari Indah sampai ketemu , apa dia ada memberi tau kakak ipar ,dia akan kemana ." tanya Rangga . Cyntia geleng kepala .
__ADS_1
"Baiklah saya akan pergi mencari indah . Uang yang di bawa oleh Indah akan saya tranfer ke rekening kakak ipar .maaf telah merepotkan ." ucap Rangga dan melangkah pergi meninggalkan rumah Dodo .
Rangga baru saja masuk ke dalam mobil ,ponselnya berdering , Rangga tidak perduli dengan telepon itu ia biarkan ponselnya terus berdering . Itu adalah telpon dari mamanya .
Sementara wulan menjadi gusar telepon nya tidak di angkat angkat oleh putranya . Wulan sedang berada di sebuah mall iya berada di toko langganan nya . Wulan membeli sebuah tas branded yang limited edision tapi semua Kartu ATM , dan credit cardnya tidak dapat ia gunakan .sepertinya ada yang telah membekukan semua kartunya . Dan yang dapat melakukan itu hanya anak dan suaminya .
"Maaf Bu , apa masih ada kartu yang lain ."ucap kasir toko . Wajah wulan sudah pucat oasi karena semua kartunya di tolak . Ia belanja sebuah tas seharga lima puluh juta .
"Sebentar ya mbak saya hubungi putra saya dulu ." ucap Wulan tapi Rangga tidak pernah mengangkat telepon darinya .
" Maaf bu , yang lain sedang menunggu , apa ibu tidak punya uang tunai ." kasir itu mulai memandang wulan dengan muka masam .wulan gelang kepala dan mencoba menghubungi marisa .
"Apa kamu bisa tolong mama , tranferin mama uang lima puluh juta sayang ." ucap Wulan .
"Lima puluh juta buat apa ma ," sahut Marisa dengan nada sedikit tinggi .
"mama lagi belanja , dan kartu ATM mama bermasalah sayang . Kamu bisa pinjami mama dulu , nanti mama ganti kok ." ucap Wulan memelas .
" maaf ya ma , bukan aku pelit , tapi kalau ATM mama bermasalah , mama lebih baik tidak usah belanja ."ucap Marisa. Marisa bukan wanita berhati lembut , dia juga wanita egois ingin mendapatkan sesuatu dengan instan tidak mau berkorban .kalau dia mau berkorban dua tahun yang lalu ia tidak perlu menjebak Rangga dengan bantuan Indah .
__ADS_1
Wulan tidak pernah menyangka akan mendapat ucapan seperti itu dari marisa . Wanita yang ia agung agungkan dan sederajat dengan keluarganya dan berpendidikan tinggi . Akhirnya wulan mengakhiri telepon nya dan minta maaf kepada kasir toko , dan membatalkan belanjaan nya .
Kasir itu tidak bicara apa apa , tapi wajahnya mengeluarkan aura sinis padanya . Wulan keluar dari toko itu dengan perasaan malu . Wulan sangat penasaran kenapa semua kartunya bisa tidak berfungsi .
***
Rangga telah sampai.di rumah orang tuanya . Ia ingin pergi menemui papanya di ruang kerjanya .langkah nya terhenti saat mendengar papanya sedang berbicara dengan Joni . Rangga ingin pergi , ia tidak mau menguping pembicaraan antara Ayah dan anak itu . Tapi mereka menyebut namanya sehingga Rangga tetap diam di depan pintu raung kerja papanya .
"Papa selalu memihak pada Rangga , apa apa selalu Rangga .semua hal yang membuat papa bangga hanya anak tiri papa itu . Sementara aku yang anak kandung papa tidak dapat berbuat apapun untuk papa , begitukan ." Joni sudah lelah merasa dirinya selalu di banding bandingkan dan di tuntut agar bisa seperti Rangga .
"Kenapa kamu tidak bercermin , Joni ? . Kalau kamu mampu memimpin perusahaan , Rangga juga tidak sudi duduk di kursi perusahaan papa , Tidak . Sejak awal Rangga sudah memberimu kesempatan agar masuk lebih dulu ke dalam perusahaan . Dia ingin kamu yang memimpin perusahaan , Tapi apa yang kamu lakukan pada Rangga . Kecemburuan yang membabi buta tanpa alasan . Bukan alih alih belajar memimpin perusahaan , tapi kamu malah merencanakan hal buruk untuk nya . Kamu menjebak Rangga untuk tidur dengan wanita bayaran kamu , untuk mematahkan kepercayaan papa kepada Rangga ." Joni membeku ternyata kejahatan nya selama ini juga di ketahui oleh papanya .
"Rangga selalu mengalah , dia selalu membiarkan kamu maju lebih dulu , bahkan urusan perempuan dia juga mengalah untuk mu . Kenapa kamu tidak pernah menyadarinya . Bahkan kamu selalu mencari masalah untuk nya ." Adi prata tau anak anak nya pernah menyukai wanita yang sama , karena umur Rangga dan Joni hampir seumuran sehingga selera mereka hampir sama , begitu juga dengan tipe wanita . Rangga mengalah mundur dari wanita itu saat ia tau kalau Joni juga menyukai wanita yang juga ia sukai .
Joni tidak terima kalau apa yang ia dapatkan karena Rangga yang mengalah padanya . Ia mengebrak meja kerja papanya .
" Asak papa tau ya , Aku lebih unggul selangkah dengan Rangga , itu karena usaha dan kerja keras aku sendiri pa , bukan karena Rangga yang mengalah padaku . Memang papa saja yang selalu membelanya , mengagung agungkan nya . ." Joni berdiri dan menyudahi perdebatan nya dengan papanya . Joni melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja Papanya .
Saat Joni membuka pintu ruang kerja papa nya ia melihat Rangga telah berdiri si depan pintu . Tanpa bicara apa apa Joni terus berjalan melewati Rangga dan sengaja menabrak bahu adik tirinya dengan keras . Tapi Rangga tidak tinggal diam , Rangga menarik kerah baju Joni dan menariknya kembali masuk ke dalam ruang kerja Papanya .
__ADS_1