
Angel masuk ke kamarnya dan berusaha untuk menghubungi Arga , tapi Arga tidak mengangkat telepon nya , dah berulang kali ia menelpon . Akhirnya Angel memutuskan untuk pergi mandi air hangat ,ia ingin merilekskan badan nya danjuga meredakan sedikit rasa pusing di kepalanya .
Angel mencoba untuk mengingat ingat apa sebenarnya yang telah terjadi di dalam pesta beberapa jam tadi .bagaimana bisa tiba tiba sampai di rumah Ayahnya , tapi sedikitpun tiada ingatan yang dapat ia ingat .
Pada akhirnya Angel mengedikan bahunya .mungkin memang tidak ada yang terjadi malam tadi di pesta .dan membiarkan Arga pulang sendiri juga bukan rencananya .entah akan seperti apa murka Arga esok hari . Angel juga tidak tau ia hanya bisa pasrah .
***
Sementara Andre setelah menyelesaikan tugasnya ia kembali ke kamarnya .ia melihat Anis telah tertidur , Andre duduk di samping Anis ia menatap wajah Anis tak berkedip .
"Is bagaimana caramu tidur , caramu jalan , caramu perlakukan aku , tetap saja aku tidak bisa membedakan . Kalian berdua bagai pinang di belah dua .Tapi aku tau kamu adalah kamu , Isabel tetap lah Isabel ."gumam Andre sambil mengelus pipi Anis .Andre terkejut saat Anis meraih tangan nya dengan mata yang masih terpejam .
"Is apa aku menganggu tidurmu ." tanya Andre .Anis membuka matanya dan menggeser badan nya ke belakang .ia menepuk tempat tidur di depan nya yang masih kosong .
"Kita belum halal Is ." ucap Andre
"laki laki tua jangan mesum kamu ." Anis dengan berani menarik hidung Andre .
"ya mungkin kamu reinkarnasi dari dia , dah lama tiada orang yang berani menarik hidungku selain dia ." ucap Andre sambil membaringkan badan nya di depan Anis sambil meletakkan guling sebagai pembatas mereka .Anis tersenyum melihat tingkah laku Andre .
"ini apa ." Anis pura pura bertanya .
"Aku takut kilaf Is . Aku juga laki laki normal ." jawab Andre sambil mengusap tengkuknya .
"kalau normal kenapa menyendiri selama ini , atau kamu jajan di luar ." goda Anis .
"Aku tak sebejat itu Is ," ucap Andre sedih .
"Maaf , terus kenapa kamu rela menyendiri hingga detik ini . Apa Aan tidak pernah minta seorang ibu padamu ." tanya Anis .
__ADS_1
Andre menarik nafas dalam ia tidur telentang menatap langit langit kamarnya .
"Pernah , tapi aku takut dia tak bisa menerima Aan sebagai putrinya mencintai dan menyayanginya .karena putriku adalah titipan , aku harus menjaganya ." ucap Andre .
Anis mengerutkan keningnya , ia tidak paham maksud Andre Kalau Aan adalah titipan . Andre tersenyum menatap kebingungan dari Anis .
"Is aku ada satu rahasia tapi ini hanya aku dan kamu yang tau mau kamu menyimpan nya ." tanya Andre , Anis mengangguk semangat .
"Sebenarnya Bos galak kamu itu dan Aan pernah mengikatkan benang merah ." Anis mengangkat kedua alisnya .
"Aku dan Ayah Arga adalah saudara tapi tidak ada hubungan darah . Karena kakek Arga adalah putra angkat dari orang tua Papaku . Perusahaan GM adalah kakek aku dan kakeknya Arga yang merintis setelah kakek Arga meninggal neneknya Arga , membawa Ayah Arga pergi . Dua puluh lima tahun kemudian baru kita berkumpul lagi , semua juga karena takdir . Saat itu Arga baru berumur lima tahun .boleh di bilang bercanda atau nyata adanya . Saat itu Aan masih dalam kandungan mamanya Aku ingin kelak Arga menikah dengan apa yang Arga bilang ." ..
"Apa ." tanya Anis penasaran .
"saat itu Arga telah melamar seorang gadis kecil di tanah kelahiran nya , Batam . Tapi ia tidak tau siapa nama gadis itu ia hanya memanggilnya bidadari , tak ku sangka aku memberi nama putriku mirip dengan nama istrinya ." ucap Andre .
"ya , Apa kamu melihat istri Arga ." tanya Andre .
"Ya , mereka berdua bagai pinang di belah dua . Mirip sekali karena itu aku memanggilnya Aan ." ucap Anis .
"mereka mirip juga permintaan Arga , Arga mengelus perut istriku , dia bilang bila kamu jodoh aku , kamu harus mirip dengan bidadariku , matamu seyum mu ." Andre menatap Anis yang mengangguk kan kepalanya .
"Tapi kenapa sekarang mas tidak memberi tahu Bos Arga siapa Aan yang sebenarnya ." ucap Anis .
"Tidak bisa Is . Ayah Arga pernah mengatakan padaku , aku tidak boleh menjodohkan mereka , atau sengaja mempertemukan nya . Ayah Arga berharap mereka bertemu oleh takdir mereka .bukan campur tangan kita ." ucap Andre .
"Baiklah mas , aku akan menyimpan rahasia ini .hari sudah sangat larut ayo cepat tidur jaga kesehatan kamu , ingat sudah tua jaga keswhatan kamu ." ucap Anis .
"kamu mengkhawatirkan ku , atau kamu takut menjadi janda sebelum menikah ." goda andre .
__ADS_1
"Ada janda sebelum menikah ." tanya Anis .
"Ada kamu lihat sekarang kita ," ..
"terserah ." ucap Anis langsung menarik selimutnya . Andre hanya tersenyum melihat gerak gerik anis tidak jauh berbeda dengan almarhumah istrinya .
***
Angel masih memejamkan matanya . tiba tiba terdengar suara pintu kamar mandinya yang mewah di ketuk oleh bibi .
"Non makan malam sudah selesai saya panaskan . Takut nanti non merasa lapar ."ucap bibi dari luar pintu kamar mandi dengan keras .
"Baik bi . Terimakasih . Bibi tidur saja nanti biar aku buat sendiri ." teriak Angel dari dalam kamar mandi .
"Baik non terimakasih ." ucap bibi .
"sama sama bi ." jawab Angel . Memang malam sudah larut , kasihan bibi harus menyiapkan keperluan nya sedangkan dirinya bukan lah anak kecil lagi . Yang hanya bisa merepotkan saja . Cukup lama Angel berendam tidak terasa ia pun ketiduran .
Angel bermimpi dalam tidur nya , mimpi yang tidak mungkin terjadi , kalau Angel yang menerkam Arga itu mungkin . Tapi dalam mimpi Angel Arga yang menerkam Angel .itu tidak dapat di percaya , Arga menarik kasar tengkuknya agar wajah mereka berdekatan , dan bagai mana Arga ******* bibir ranumnya . Semua jelas dalam pandangan mata Angel .
Angel juga menikmati sentuhan dari Arga , walau Arga kelihatan tampak kasar . Angel juga tidak perduli dengan ketika Arga semakin menggeratkan cengkeraman di belakang lehernya , sambil ******* bibir ranum nya .
Semua terasa semakin menyenang bagi Angel tapi tiba tiba ada seseorang yang datang memisahkan mereka . Angel tidak tau siapa orang itu . Tapi hal itu mampu menjauhkan dirinya dengan Arga . Angel berusaha memanggil manggil Arga dan laki laki itu tidak perduli padanya . Ia di culik tapi Arga sibuk dengan pikiran nya sendiri .tidak sekalipun ingin menolongnya dari penculikan itu.
Angel merasa takut tapi tidak tauharus berbuat apa , karena kesadaran nya semakin lemah dan tidak sadarkan diri . Hanya dalam alam tidak sadarnya Angel selalu menyebut nama bos galaknya .
"Arga "
Air yang di pakai untuk berendam kini telah berubah jadi dingin .membuat badan Angel menjadi merinding . Membuat dirinya segera terbangun dari mimpinya yang ia rasa tidak masuk akal.
__ADS_1