
Angel menarik nafas nya dengan berat . Ia juga tidak menghiraukan yang lain nya . Matanya hanya tertuju kepada Arga seorang , seandainya ia bisa membantu maka ia tidak akan segan membantunya . Walaupun harus mempertaruhkan nyawanya . Namun angel tidak bisa berbuat apa apa , bahkan untuk berdiri di samping Arga pun ia tidak mampu .
"Bagaimana , hampir setengahnya semua mendukung saya Arga , maka itu lebih baik kamu mundur saja ." ucap Johan .
Kata kata Johan membuyarkan lamunan Angel tentang Arga . Angel menoleh ke arah pemilik suara itu . Kekesalan tampak di wajah Angel . Sungguh ia sangat membenci Johan detik ini juga . Karena laki laki itu telah berani menjatuhkan Arga sampai seperti ini .
"Baru hampir Johan , Beberapa masih mendukung saya ."balas Arga , kemudian arga melirik ke arah kursi pemegang saham terbesar GM Group yang tidak ikut hadir dalam rapat pagi ini .yang masih bungkam untuk membuka suaranya .
Arga benar benar berharap agar pemilik saham terbesar GM Group itu mau mendukung dirinya . Namun sampai saat ini , sampai.detik ini suara pemilik saham terbesar itu masih di pertanyakan keberadaan nya . Arga juga penasaran dengan pemilik saham terbesar , pak George .
"Aku percaya pemilik saham terbesar perusahaan ini pasti akan mendukungku , karena semua ingin kan pemimpin baru yang bisa memajukan perusahaan ." Ucap Johan sambil tertawa di akhir ucapan nya . Dengan percaya diri mengatakan itu .
Arga bungkam , dan ingin marah , tapi ia berusaha menahan diri . Sementara Angel mengeryitkan dahinya mendengarkan ucapan Johan itu . Ia merasa Johan sudah sangat kurang ajar .
Lama tidak ada suara tegas di ruangan meeting itu . Semua orang saling berbisik , apa benar pemilik saham terbesar benar benar akan mendukung Johan . Mereka juga sibuk mempertanyakan keberadaan pemilik kursi saham terbesar perusahaan tersebut . Angel sendiri juga bertanya tanya , apa alasan Ayahnya tidak hadir di rapat pagi ini .
Angel mulai menduga duga , Apakah Johan benar ?. Bahwa Johan telah berhasil merebut kepercayaan semua pemegang saham , termasuk Ayahnya juga , benar benar telah mendukung Johan dan kenapa hari ini tidak datang ke rapat penting ini .
Angel menggelengkan kepalanya dengan keras , ia tau sifat Ayahnya yang masih jadi misteri bagi Arga . Tapi tidak bagi Johan yang telah mengetahui siapa pemilik saham terbesar perusahaan karena beberapa hari yang lalu Johan berhasil menemui Ayahnya . Angel berdecak kesal , menyesal ia telah mengenal Johan dalam hidupnya .
"pak Arga apa yang harus kita lakukan selanjutkan ." tanya salah satu dari anggota pemegang saham lain nya , yang masih mendukung Arga . Angel ikut mengangguk kan kepala menunggu jawaban dari Arga
__ADS_1
"Terimakasih atas kesetiaan dan dukungan anda , saya akan tetap berusaha untuk mempertahankan posisi ini , untuk kalian ." jawab Arga , dari tempatnya berdiri dengan jawaban yangvtegas penuh wibawa .
Beberapa dari mereka mengambil nafas lega . Sementara kubu Johan berubah jadi gelisah .tatapan mata mereka tertuju pada laki laki tua yang duduk dengan tenang bersama putranya .
"anak muda , semangatmu mengingatkan orang tua ini pada almarhum kakekmu , tapi sayang nasib Ayahmu mirip seperti Kakekmu., semoga kebaikan mereka dapat kamu nikmati di kehidupan mu ini ." ucap laki laki tua itu .
"Terimakasih Tuan ." jawab Arga . Bagaimanapun juga selama ini Arga terkenal sebagai pebisnis bertangan dingin , dan tegas dalam segala hal . Tak mudah dalam mengalahkan laki laki itu .Namun yang tiba tiba mendukung Johan tidak mungkin berbalik arah untuk kembali mendukung Arga . Mereka percaya pada Johan karena ada Ayah dan kakeknya di belakang Johan .
Angel tersenyum sinis . Angel menilai Johan tidak mungkin mempunyai jiwa seperti Papanya , punya keahlian mengurus perusahaan , tapi yang Ada hanyalah kelicikan dan tipu daya .
tapi Angel tidak bisa meremehkan , karena banyak yang berakhir mengenaskan akibat kelicikan seseorang seperti Johan ini . Ia harus selalu menginggatkan Arga untuk selalu berhati hati .
Ruang rapat kembali hening setelah para pemegang saham pergi meninggalkan ruang rapat . Kini tinggalah Arga , Angel dan Johan yang masih ada . Arga menatap Johan dengan kening berkerut dan tatapan mata tajam karena Johan tidak ikut keluar meninggalkan ruangan .
Sementara itu Johan memamerkan senyum sinisnya . Angkuh sekali wajah laki laki itu saat membalas tatapan tajam Arga .
"Kenapa ."tanya Johan dengan santai pada Arga ." kamu ngak suka aku di sini ." lanjutnya .
"Tenang saja Arga , cepat atau lambat aku yang akan duduk di kursi itu ." tunjuknya pada Arga yang duduk kursi singgasananya .
"Sial."umpat Angel yang benar benar kehabisan rasa sabarnya terhadap Johan .
__ADS_1
"Johan , kamu benar benar keterlaluan ." emosi Angel tak dapat di tahan . Arga yang akan menjawab diam kedahuluan Angel . Tak hanya kata kata yang keluar dari mulut Angel .tapi tangan Angel juga ikut menampar dan mengusir Johan .
"pergi kamu dari sini ." ucap Angel yang tidak perduli dengan ringgisan Johan akibat tamparan nya . Karena telah berani menganggu pujaan hatinya , Angel tidak perduli apapun akan ia lakukan untuk melindungi Arga .
"angelia ." geram Johan .
"Apa ." bentak angel menantang . Ia tidak takut sama sekali dengan Johan . Apalagi Arga yang galak saja ia ladeni .kalau hanya sekelas Johan ia dirinya pasti mampu , tapi yang tak pernah Angel duga , Johan juga ingin membalas tamparan nya .
Beruntung Arga melihat dan langsung memukul Johan hingga tersungkur ke lantai yang dingin . Angel juga terkejut melihat sikap Johan yang ingin membalas tamparan nya . Sebagai laki laki yang sangat tidak bisa menghargai wanita .
"Joo , kamu ingin membalas tamparan aku , kamu gila ya ." bentak Angel . Ia menunjuk ke arah Johan dan ingin memberi nya tamparan sekali lagi , tapi Arga dengan cepat menahan nya .
"Jangan kamu biarkan tangan mu lecet , hanya karena laki laki baj****n ini , An ." ucapnya .
"Tapi .." Angel yang keras kepala mana mungkin bisa terima . Ia ingin membalasnya lagi walau tadi tangan Johan tidak sempat menamparnya .
"Jo kamu mau saya seret keluar atau keluar sendiri dari tempat ini . Selama saya yang masih menjadi pemimpin di perusahaan ini . Kamu tidak berhak seenaknya sendiri ." ucap Arga . Mengabaikan protesan dari Angel . Ia lebih memilih berbicara dengan Johan dengan tegas . Bagaimanapun dirinya masih CEO di GM Group .Johan tidak berhak seenaknya sendiri di kantornya .
Johan yang masih tersungkur di lantai yang dingin hanya terkekeh keras . Dan berdiri dari lantai dan langsung menunjuk ke arah Arga .
"Hari ini kamu boleh bersikap sombong , Arga , tapi nanti aku yang akan menendang kamu dari perusahaan ini ." ucap Johan .
__ADS_1