Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
61


__ADS_3

Nisa langsung mengeluarkan ponselnya . Untuk melihat pesan dari Angga . Ada sebuah kiriman vidio dari Angga .Nisa segera menekan tombol play . Perlahan wajah Nisa pias . Saat melihat vidio kiriman Angga .


"Apa an ini ." bisiknya seraya meneteskan air mata , senyumnya pudar ,pandangan nya berubah , banyak kunang kunang berterbangan di depan matanya .


"Nisaaa...."teriak tiara dan Putri berlari bersamaan saat melihat Nisa tumbang Nisa jatauh pingsan .


Nisa telah di larikan ke rumah sakit .putri dan Tiara curiga dengan isi ponsel yang membuat Nisa jatuh pingsan .


"Ini bukan Angga mbak , aku yakin ." ucap putri kekeh kepada Tiara . Karena mereka sudah menonton vidio itu empat lima kali hanya ingin memastikan pria yang ada di vidio itu bukan lah putranya .


"tapi apa buktinya kalau ini bukan Angga ." tanya Tiara yang bertanya dengan tenang , ia berusaha untuk tidak ikut emosi . Ia melihat vidio percintaan laki laki yang mempunyai wajah mirip Angga di sebuah kamar . Tapi mereka tidak mengenal siapa wanita itu . Tiara menatap putrinya yang masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit .


Saat di mall Nisa tidak sadar sadar sehingga tiara dan putri membawa Nisa ke eumah sakit . Dokter mengatakan Nisa dan bayinya baik baik saja . Tapi Nisa tidak sadarkan diri karena shock dengan apa yang dia lihat . Mengakibatkan nisa kehilangan kesadaran nya .


"Angga punya tanda lahir di punggungnya mbak .dan lihat laki laki ini tidak punya tanda lahir di punggungnya . " putri kembali memutar vidio itu posisi rekaman ada di belakang laki laki itu dan menunjuk kan kedua punggung laki laki itu tidak ada tanda lahir . Putri menjeda vidio itu dan menunjuk kan letak tanda lahir yang Angga punyai .


"itu tidak bisa membuktikan kalau itu bukan Angga . Di lihat dari sisi manapun , hampir seratus persen , dia sangat mirip dengan Angga .di tambah vidio itu di kirim dari ponsel Angga sendiri . " ucap Tiara


"mbak ...


"Aku hanya tidak ingin putriku terluka terlalu dalam , kamu ingat bagaimana saat aku mengandung Nisa dulu .sekarang posisi Nisa tidak jauh dari aku put . Jika Ardy tau dan melihat semua ini , aku pastikan dia akan marah besar , karena dia sangat menyayangi Nisa .rasa bersalahnya dulu masih ada di hatinya . " putri tidak ingin mendengarkan penjelasan putri lagi tentang putranya .itu hanyalah sebuah pembelaan untuk anaknya yang bersalah .


"sekarang kamu pulang lah dan hubungi Angga , suruh Angga jelaskan semua nya . Kalau memang Angga bersalah maka kita akan urus surat perceraian mereka ." ucap Tiara , Tiara paling tidak suka adanya perselingkuhan , maka ia pilih jalan perceraian untuk kebahagiaan putrinya .

__ADS_1


"Aku akan pulang mbak , tapi satu hal yang aku tau . Putraku sangat mencintai Nisa . Aku percaya ini hanya ulah orang yang tidak menyukai Hubungan anak anak kita . Sehingga mereka berusaha merusak hubungan mereka . Aku akan pulang mbak , dan kami akan datang menjemput Nisa kembali dengan bukti , bahwa Angga tidak bersalah . Aku titip menantuku mbak , katakan oada Nisa kalau aku juga menyayanginya seperti aku menyayangi Angga .".ucap Putri .


Putri keluar dari ruangan rawat Nisa dengan hati sedih . Ia tidak menyangka rumah tangga Anak dan menatunya akan mendapatkan ujian seberat ini .


Nisa yang sudah sadar sejak tadi hanya mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya . Membuatnya jadi sedih , air matanya kembali menetes , ia berharap laki laki itu bukanlah suaminya , tapi semua bukti mengarah kepada Angga ..


"Kamu sudah bangun ." tanya Tiara sambil menghapus Air mata di pipi putrinya .


"Jangan menangis sayang , bunda percaya putri bunda wanita yang kuat ." ucap Tiara . Membuat tangis Nisa semakin kencang .


"Aku mencintainya ma , tapi .."Tiara tidak kuat mendengar tangisan putrinya . Ia peluk erat putrinya tanpa mampu menahan air matanya sendiri agar tidak jatuh .


Tiara melepaskan pelukan nya setelah Nisa berhenti menagis dan tenang .saat Tiara akan membuka pembicaraan lagi dengan Nisa . Telepon Tiara berdering .


"Tunggu sebentar bunda angkat dulu telepon nya . Itu pasti telepon dari Ayahmu ." ucap Tiara dan pergi mengambil ponselnya , setelah dapat persetujuan nya Nisa . Tiara menerima telepon dari suaminya di luar ruangan Nisa .


"Apa benar kamu selingkuh dari aku .? Apa benar kamu pria di dalam vidio itu ." tanya Nisa dalam keheningan ruangan rawat inapnya .


"Apa benar kamu mencintaiku ."tanya Nisa seakan Angga ada di depan nya . Nisa terus bertanya apa yang menganjal di hatinya ,tapi tiada jawaban yang ia dapat . Dan hal itu kembali membuat hatinya hancur .


Pandangan Nisa kosong ke langit langit kamar di ruangan rawatnya .pikirannya penuh dengan berbagai dugaan .


"Nisa.." Tiara menatap miris pada putrinya yang selalu melamun .hatinya sebagai seorang ibu ikut hancur . Sudah tiga empat kali Tiara memanggilnya tapi Nisa tiada menjawabnya .bahkan kehadiran dokter pun tidak dia ketahui . Sampai dokter memeriksa nya pun tidak sadar .Dokter telah pergi meninggalkan ruangan .

__ADS_1


"melamun kan apa ." tanya Tiara sambil menyentuh bahu Nisa untuk mengalihkan atensi putrinya . Nisa terperanjat kaget saat bahunya di sentuh .


"Bunda barusan bilang apa ." tanya Nisa gelapan .


"Dokter bilang kita sudah boleh pulang ." ucap Tiara . Ia berusaha menahan lidahnya untuk tidak menanyakan apa yang barusan di lamunkan oleh putrinya . Ia tidak ingin menambah beban atau membuat putrinya semakin stress . Ia juga akan berusaha untuk tidak membahas tentang Angga saat ini .


***


Nisa memasuki kamarnya setelah makan malam . Selama makan kedua orang tuanya tudak ada yang bicara atau bertanya tentang Angga seakan akan tidak pernah terjadi sesuatu . Mereka lakukan itu juga untuk menjaga perasaan putrinya agar tidak terus bersedih .


Sementara Tiara dan Ardy yang masih ada di ruang makan , tidak segera masuk ke dalam kamar mereka .


"Aku juga ingin melihat vidio itu sayang ," ucap Ardy . Memang Ardy juga belum melihat vidio scandal anak menantunya itu .


"untuk apa ." tanya Tiara sewot kepada suaminya .


"tentu saja untuk memastikan dia Angga atau bukan ." ucap ARDY .


"Tidak bisa , yang ada kamu nanti tambah mupeng sama pemeran wanita nya ." tolak tegas Tiara . Ardy mengangkat kedua Alisnya tinggi tinggi , ia tidak berpikiran ke arah sana .


"Maaf tuan , nyonya ada tamu di luar ." ucap pembantu mereka dengan sopan saat di tatap tajam oleh majikan nya .


"Siapa yang bertamu malam malam begini ." tanya Ardy sambil menatap jam dinding yang menggantung di ruang makan .

__ADS_1


"Mereka tuan Dimas dan nyonya putri ,tuan , nyonya ." jawab pembantunya .


"Baik suruh mereka masuk ." ucap Ardy sambil berdiri di ikuti oleh Tiara .mereka segera melangkah menuju ke ruang tamu .


__ADS_2