Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
29


__ADS_3

"Bagaimana bisa kamu tau ." tanya Nisa terkejut .


"Oh Sial kamu Nisa ." Angga segera memutuskan sambungan telepon nya .


Nisa mengerjap tidak mengerti kenapa pria itu marah .dia mengangkat bahunya cuek dan meletak kan ponselnya di atas wastafel dan pergi melanjutkan rutinitas paginya .


......................


Nisa duduk dengan canggung di hadapan kedua orang tua Angga dan Angga sendiri . Selesai mandi tadi bunda nya memanggilnya untuk segera turun karena ada tamu . Dan ternyata tamunya kedua orang tua Angga dan Angga sendiri .


"Begini pak Ardy , jadi kedatangan kami ingin meminta nak Arfira khoirun Nisa putri bapak untuk menjadi menantu di keluarga kami .Rasanya belum pas kalau belum meminta ijin dan restu sendiri , kepada bapak dan ibu nugraha terlebih dahulu , selaku orang tua nak Nisa . Meskipun kita semua saling setuju ." ucap Dimas langsung pada intinya . Semenjak kehilangan Tiara dia tidak bisa basa basi lagi .


"Kami menyambut baik niat kedatangan bapak dan ibu putra abadi group , tapi tentu kalian siapa putri saya , dia copian dari istri saya . Dan Angga dia lebih tua darimu , mampukah kamu membimbingnya ." ucap Ardy.


"Insya'alloh ." jawab Angga .


"Jadi bagaimana sayang . Apa kamu menerima pinangan Angga . " tanya Tiara kepada Nisa . Tapi Nisa tau itu hanya lah formalitas . Kalau boleh mengikuti kata hati nya dan akan bilang tidak .


"Saya terima ." ucap Nisa bertolak kan dengan kata hatinya . Putri sangat bahagia dan segera mengeluarkan kotak perhiasan dari dalam tasnya .


"Ini ada hadiah dari saya , sebenarnya ini hadiah perhiasan turun temurun dari keluarga putra abadi ...ahh nama papamu aneh ya mas . Putra abadi kedengaran nya kan aneh ." sungut putri pada suaminya .


"Jangan protes hargai beliau , tanpa beliau adek ngak mungkin punya suami mas lo ." goda Dimas yang malah membuat mereka menahan tawa mendengar ucapan mereka .


"ehh maaf . Sayang , ini perhiasan dari leluhur papanya Angga dan kamu sebagai menantu dari keluarga kami , jadi kamu berhak menerima ini dan menurunkan lagi ke pada anak cucu menantu kalian kelak ." ucap putri .Nisa menerima dan membukanya .


"Terimakasih tante ." ucap Nisa .

__ADS_1


" mama dong sayang , dua hari lagi kamu kan sudah resmi jadi menantu mama , jadi biasakan mulai sekarang ya ." ucap putri . Nisa melirik kepada Angga yang tersenyum simpul padanya sambil mengedipkan sebelah matanya .


Setelah keluarga Angga berpamitan ,Nisa segera masuk lagi ke kamar nya . Ia duduk santai seorang diri .tak lama kemudian terdengar pintu kamarnya di ketuk . Sebenarnya sudah kebiasaan untuk Nisa selalu mengunci pintu bila dirinya ada di dalam kamar .


Nisa berdiri dan pergi membuka pintu .di deoan pintu telah berdiri Tiara .


"Apa sibuk ?, boleh bunda masuk ." tanya Tiara .


"Tidak , masuk saja bun ." ucap Nisa . Tiara duduk di samping ranjang Nisa ia menebarkan tatapan matanya ke sekeliling ruangan milik Nisa .


"Bunda masih ingat dua puluh enam tahun yang lalu , saat mama masih mengandungmu ." ucap Tiara .


"Maaf ." ucap Nisa tiba tiba .


"Kenapa harus maaf kepada bunda . Kamu tidak salah ." ucap Tiara .


"Bunda yang seharus minta maaf padamu . Kalau bukan bunda yang sangat mengharapkan kehadiran kamu . Bunda mungkin tidak mengajak Ayahmu mengecek kan kesehatan kita . " Ardy yang tidak sengaja lewat di luar kamar Nisa terpaksa menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan kedua wanita yang sangat ia cintai .


"Sayang , lusa kamu dah akan menjadi istri seseorang , bunda berharap masa lalu Ayah dan bunda jangan jadikan trauma untuk rumah tangga mu . Jadikan lah ini sebuah pelajaran , dan selesaikan semua masalah dengan kepala dingin dan bicarakan baik baik dengan suamimu , jangan pernah ambil kesimpulan sendirian ." ucap Tiara .


"Bagaimana kalau Nisa tidak usah menikah tetap tinggal bersama Ayah dan bunda saja ." ucap Nisa karena ingat akan keraguan nya pada Angga .


" kamu jangan bicara seperti itu , manusia lahir dengan pasangan nya masing masing . Dan sekarang kamu sudah dewasa , kami harus melepaskan mu untuk berumah tangga . Untuk memulai perjalanan baru dalam hidupmu bersama keluarga barumu .Ayah dan bunda hanya berharap , kamu bisa dewasa dan mandiri , dalam menyikapi permasalahan dalam rumah tanggamu nanti ." pesan Tiara pada umumnya sebagai orang tua pada umumnya . Tiara memberikan banyak nasehat pada putrinya , Nisa mendengarkan nya dengan patuh .


"Bunda minta maaf ya sayang , kalau selama ini banyak menuntut kamu..."Nisa mengelengkan kepala mendengar ucapan ibunya .


"Nisa yang seharusnya minta maaf sama bunda . Nisa banyak melawan dan menyusahkan Ayah dan Bunda ."Nisa memeluk Tiara dengan penuh sayang .ingatan Nisa kembali tertuju pada kenakalan nya di masa remaja dulu .

__ADS_1


Nisa kemudian memandang ragu pada bundanya . Ada yang mengganjal di hatinya ,dan ingin di ceritakan pada bundanya .


"Bun , percaya tidak kalau aku bilang Angga seorang GAY ." ucap Nisa .


Sontak Tiara tertawa terbahak ,mendengar pertanyaan putrinya .


"Bunda memergoki kalian berdua di kamar Angga saling menghimpit . Dan dirimu juga tanpa pakai baju . Terlihat dari bagian mana nya Angga kalau dia seorang GAY ."Tiara menggelengkan kepalanya di sisa sisa tawanya .


"Tapi bun Aku memergoki dia berduaan dengan teman prianya di ruang kerjanya . Dan teman nya itu duduk dipangkuan nya bun." ucap Nisa menceritakan kejadian yang terjadi beberapa waktu yang lalu .


"Sebenarnya dah berapa lama sih kalian kenal ." tanya Tiara membuat Nisa terdiam menelan ludahnya dengan kasar .


"Baru kenal bun. Mungkin sekitar empat bulanan ." Nisa memilih untuk menjawab dengan jujur dari pada harus berbohong karena itu percuma saja , Ia tau bundanya banyak mata mata .


"Baru kenal kamu sudah mau di ***** ***** ." ucap Tiara tidak percaya melihat putrinya .


" Bunda iihh ." Nisa mendengus malu .


"Apa kamu sudah mendengar penjelasan Angga . Bunda yakin kamu salah paham . Karena tidak mungkin kalau Angga seorang Gay , kalau dia gay , dia tidak mungkin mau bersentuhan dengan wanita , termasuk dirimu . Apa lagi bunda lihat dia banyak meninggalkan tanda merah di leher dan D**a kamu ." Nisa menunduk malu mendengar ucapan bundanya . Dia kemudian bergidik ngeri saat ingat perkataan Angga yang ingin membuktikan dirinya kalau dia pria normal .


" kamu juga harus belajar masak juga ." ucap Tiara mengalihkan pembicaraan . Baginya waktu berpacaran yang singkat tidak masalah .


"angga punya restoran Bun , jadi Nisa tidak harus bisa masak ." jawab Nisa .


"salah satu rahasia agar suami tetap mencintai kita sayang . Kita harus bisa buat perut suami kenyang dengan masakan yang kita masak sendiri ." ucap Tiara .


Nisa merengut mendengar ucapan bundanya ,ia juga tidak bermaksud ingin membuat Angga untuk jatuh cinta pada dirinya .

__ADS_1


__ADS_2