
"Iya , nyonya ." jawab mbak nina .
"Di mana mereka , mas Rangga dan Arga ." tanya Indah sambil menahan air mata yang sudah kumpul di pelupuk matanya .
" Tuan dan tuan muda ada di halaman belakang nyonya ." ucap Mbak nina .
Indah segera berlari dengan cepat menuju halaman belakang . Ia ingin memastikan kalau Rangga tidak membawa pergi putra nya .
"Kamu sudah bangun ." tanya Rangga yang melihat kedatangan Indah . Indah tidak menjawab , ia langsung meraih Arga dan pangkuan Rangga , dan memeluknya dengan erat .
"Ada apa , ndah ." tanya Rangga kembali , tapi Indah tetap tidak menjawabnya malah semakin memeluk putranya dengan erat . Tak lama kemudian terdengar suara tangisan dari Indah .
"Indah ada apa ." Rangga mengangkat wajah Indah .
"Indah takut , kamu akan bawa pergi Arga dariku , mas ." Rangga melepaskan tangan nya dari wajah Indah .Dia merasa tersinggung dengan perkataan Indah .
"Apa kamu pikir aku sejahat itu ." tanya Rangga dengan wajah datar .
"aku tidak tau , saat aku bangun tidak menemukan mu dsn Arga , pikiran buruk langsung menyerbu otak ku ." ucap Indah jujur .
" Aku tidak pernah memiliki niatan , untuk memisahkan mu dengan Arga .Bukankah aku dah pernah bilang padamu . Aku akan bertanggung jawab pada kalian , apa kamu mengira ucapan ku malam itu juga sebuah canda an ." ucap Rangga .
"Maaf , mas ."ucap Indah menatap Rangga dengan sendu .
"Sudahlah aku berangkat kerja dulu ." ucap Rangga dan meninggalkan Indah di sana .
***
Rangga memasuki ruangan kerja di restoran nya . Ia masih teringat ucapan Indah , ia kesal dengan Indah yang tidak menaruh sedikit pun kepercayaan pada dirinya .kekesalan Rangga pada Indah berimbas pada pekerjaan nya dan para karyawan . Hingga siang Rangga tidak menyentuh pekerjaan nya sama sekali .
Para karyawan dapat teriakan hanya dengan kesalahan yang sepele saja . Biasa nya Rangga selalu menasehati bila ada kesalahan sedikit saja . Nasehat yang begitu lembut tapi hanya dengan perkataan Indah pagi ini sangat berdampak buruk terhadap Rangga .
__ADS_1
Tok Tok Tok
Rangga menatap pintu ruangan kerjanya . Siapa pun yang datang kalau tidak ada hal yang penting maka siap siap untuk mendapat amukan dari Rangga .
"Masuk ." seru Rangga
"Hai ." sapa seorang wanita yang masuk ke ruangan Rangga dengan senyum yang di buat semanis mungkin .
"kamu siapa ada keperluan apa datang kemari ." tanya Rangga pada wanita yang tidak ia kenal .
" kenalkan nama aku marisa . Aku datang kemari mau ajak kamu makan siang ." ucap Marisa langsung duduk di depan Rangga tanpa di perailahkan .
"Saya tidak merasa kenal denganmu pergilah , kamu keluar dari ruangan saya ." usir Rangga .
"Tante wulan yang menyuruh aku datang ke sini . Apa tante wulan belum memberi taumu kalau kita sudah di jodohkan ."ucap marisa. Masih tetap mempertahankan senyum nya .walau ia melihat wajah Rangga datar dan dingin.
"saya tidak tau dan saya tidak mau untuk di jodohkan dengan kamu .silahkan pergi keluar dari ruangan saya , saya sedang sibuk ."usir Rangga .
"Aku akan menemanimu ."Marisa merasa tertantang dengan Rangga yang susah di takluk kan . Selama ini ini sangat mudah untuk mendapatkan laki laki .
..."Aku ingin mencoba dan belajar jadi calon istri yang baik untuk mu , jadi aku tidak akan pergi sebelum makan siang dengan mu ." ucap marisa . Ucap marisa sambil menikmati wajah dingin Rangga . Ia merasa Rangga adalah tipe laki laki yang ia cari selama ini ....
"Apa yang mamaku janjikan padamu , uang yang banyak ?, sehingga kamu mau ditawarkan pada laki laki yang sudah beristri ."tanya Rangga .
"Aku terlahir dari keluarga yang kaya . Jadi saya tidak kekurangan uang . Jadi bukan uang yang aku kejar darimu , Saya hanya tertarik padamu dan ingin menjalin hubungan yang lebih jauh dengan mu ." jelas marisa .
"Tapi saya tidak tertarik untuk menjadikan kamu , istri kedua saya ." kata Rangga wajahnya sedikit melunak menginggat wajah Arga .
"Istri kedua , apa saya tidak salah dengar , saya sudah mendengar semuanya tentang kamu dari tante Wulan . Jadi kamu tidak usah gunakan itu sebagai alat untuk mengusirku , tidak akan mempan untuk ku ." ucap Marisa .
Rangga tersenyum sinis .ia keluarkan ponsel nya dan mencari foto nya bersama Indah dan Arga juga dirinya yang ia foto tadi pagi . Arga menyodorkan ponselnya pada marisa .
__ADS_1
"Ini Indah Istri saya dan putra saya Arga , nama putraku bagus kan perpaduan nama saya dan Indah ." ucap Rangga . Wajah marisa pucat seketika saat melihat wajah Indah .
"I ini...
"Istriku cantik kan ..walaupun dia dalam kea#aan tidur tanpa maek uap . Bahkan kamu memakai maek uap yang begitu tebal masih tetap cantikan istriku ." marisa mengepalkan tangan nya dan keluar dari ruangan Rangga sambil membanting pintu dengan keras .
Rangga berdecih sinis melihat kepergian Marisa . Tidak mungkin dia sudi menikah dengan Marisa .Rangga menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memijit keningnya yang sedikit berdenyut .
Tak lama setelah wanita yang mengaku bernama marisa pergi datanglah Wulan mama Rangga menwmui Rangga , datang dwngan muka masam .
"kamu bilang apa dengan marisa ha ,kamu bilang kalau kamu sudah menikah ." tanya Wulan geram .
"Memangnya kenapa mam , bentar kan , cepat atau lambat aku pasti akan menikahi Indah ." ucap Rangga yang semakin msnyulut kemarahan mamanya .
"memang kamu pikir mama akan setuju kamu menikah dengan wanita itu ."tanya Wulan .
"setuju tidak setuju ,aku tetap akan menikahi Indah ma , di sini kita telah ada Arga .cucu mama juga ." Ucap Rangga . Wulan mendengus , ia sampai kapan pun tidak akan pernah menerima Indah sebagai menantunya dan Arga sebagai cucunya .
"Mama tidak mau tau , kamu harus tinggalkan wanita itu ,dan nikahi marisa kalau tidak mau dwngan marisa kamu bisa mencari wanita lain yang setara dengan kita ." ucap wulan .
"Aku sudah memiliki banyak uang , jadi aku tidak perlu mencari wanita yang setara dengan ku .Indah lah wanita yang cocok untuk ku ." ucap Rangga .
"Kamu benar benar tidak bisa menghargai mama ." bentak Wulan .
"Aku sangat menghargai mama , sehingga aku ijinkan mama menikah lagi . Tapi aku juga ingin menentukan masa depan aku sendiri ma , aku tidak mau menyesal di belakang hari . Membuang surga dari anak aku sendiri ."ucap Arga .
"Justru mama memilihkan yang terbaik untuk mu , agar kamu tudak menyesal di kemudian hari . Surga apa yang kamu katakan . Dia tidak pantas jadi surga anak mu , karena dia menjebak mu berusaha melahirkan anak mu di luar nikah , agar kamu mau bertanggung jawab dan menikahinya ." ucap Wulan kekeh untuk mencari kejelekan Indah .
"Indah tidak seperti itu ma . Bukan dia yang menjebak aku , tapi orang lain ." ucap Rangga .
"Siapa ," tanya Wulan .
__ADS_1
"Mama tidak perlu tau . Mama cepatlah pulang kerjaan aku masih banyak ." ucap Rangga mengusir mamanya dengan halus .
... ...