Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
108


__ADS_3

Rangga kembali ke kamar hotelnya , ia harus kembali menelan kekecewaan . Rangga menghapus wajahnya dengan kasar .


"kamu di mana sayang , Tolong kembalilah ." ucap Rangga berbicara dengan foto Indah yang ada di ponselnya .


"Aku kangen dengan senyum mu ini , apakah aku masih ada kesempatan melihat senyum ini . Setelah kejadian yang kamu alami ." hati Rangga sangat sakit .dadanya sesak , sesak dengan rasa rindu yang ia pendam untuk anak dan juga wanita yang telah melahirkan putranya .


"Tunggu sampai aku menemukan mu , aku tidak akan pernah melepas kan mu , sampai hembusan nafas aku yang terakhirpun aku tetap akan membawamu ." gumam Rangga .


Sudah empat hari Rangga berada di kota jakarta , sedikitpun ia tidak bisa mendapatkan informasi tentang Indah . Rangga melemparkan badan nya ke atas tempat tidur . Ia telah membuang waktunya banyak sekali hanya untuk mendapat kan Indah . Yang memang belum seberapa bila di banding dengan perjuangan Indah mempertahankan putranya tanpa dirinya . Cacian dan hina an yang kerap dia terima .


Rangga mendesah putus asa , entah kemana lagi dia harus mencarinya . Sejak siang hari sampai sekarang jam telah menunjuk kan pukul sepuluh malam , sebutir nasipun belum memasuki perutnya . Ia fokus untuk mencari indah bersama orang orang suruhan nya .


Rangga malas untuk turun mencari makan . ia meraih ponselnya dan menghubungi nomor Indah . Lagi lagi hanya operator yang menjawabnya dan mengatakan kalau nomor itu telah tidak aktif .Rangga meletak kan ponselnya dengan kasar di atas meja ia tak perduli kalau ponselnya rusak . Kalau rusak cukup ia mengantinya dengan ponsel yang baru .


"Harus kemana lagi aku mencarimu hemm." gumam Rangga sambil menatap lurus ke langit langit kamar hotelnya . Ia kembali mencoba memutar ulang kenangan kebersamaan nya , bersama indah dan Putranya .


Ada rasa penyesalan yang menelusup di hatinya . Karena selama hidup bersama ia tidak punya kenangan apa apa, yang istimewa dan bisa menyentuh hatinya .


Kebersamaan mereka selama ini hanya semata mata sebagai tanggung jawab seorang ayah dan seorang ibu kepada anaknya . Belum pernah ia meminta dengan sungguh sungguh pada indah untuk berperan sebagai pasangan hidupnya secara pribadi .


Rangga berjanji pada dirinya sendiri , bila ia bisa menemukan Indah kembali , ia ingin membuat banyak kenangan yang membahagiakan dan hal hal yang istimewa setiap harinya . Membayangkan itu saja membuat mood dan semangat Rangga menjadi naik .


Rangga segera turun dari tempat tidurnya dan mencari ponselnya . Ia teringat dengan sahabatnya Dewangga yang juga mempunyai teman yang bekerja dalam bidang detektif . Siapa tau Angga bisa membantunya untuk segera mendapatkan kabar beradaan Indah .

__ADS_1


"Halo bro ." sapa Angga dari seberang telepon .


"Hallo bagaimana kabar kamu , bisa kah aku minta bantuan mu ." ucap Rangga .


"Keponakan mu lagi buat masalah lagi dengan calon istriku ." jawab Angga .


"Maaf , "


"Kenapa , kamu juga kelihatan tidak baik baik saja , apa kamu butuh bantuan aku ." tanya Angga yang dapat menebak apa yang di alami sahabat kecilnya itu .


"Ya , aku kesusahan mencari keberadaan Indah . Sekarang dia ada di jakarta . Tapi jakarta sangat luas tidak seperti Batam ." ucap Rangga .


"Aku busa bantu kamu , tapi aku punya syarat ." ucap Angga .


"seluruh perbuatan hitam keponakan kamu , berikan padaku , semua informasi dia berupa apa saja media , vidio , apa pun aku mau kamu serahkan semua nya padaku ." ucap Angga .


Demi mendapatkan Indah dan putranya .Akhirnya Rangga menukar informasi masa kelam Devina yang sangat terobsesi dengan Angga . Rangga juga ingin Devina berubah . Mungkin saja dengan dia berada di balik jeruji besi sepupunya itu berubah . Bukan Rangga kakak yang buruk walau bagaimana pun juga ia tetap menganggap Devina adiknya sendiri .


***


Tidak butuh waktu dua puluh empat jam teman Angga telah dapat menemukan keberadaan Indah di ibu kota jakarta . Berbekal kan informasi dari Rangga . Angga mengirimkan alamat detail Indah , tempat tinggal serta tempat kerja Indah .


"kamu tidak salah dapat kan informasi itu Ga ." tanya Rangga

__ADS_1


"Abimana kamu meremehkan orang orang aku , kamu saja orang tidak mengenali wanita mu , Demi anakmu asal halal dia pasti lakukan . Kalau tidak , mungkin semenjak malam itu dia bisa mengawali karier jadi wanita panggilan ..


"Sahabat tidak berakhlak kamu ." Rangga langsung menutup telepon dari sahabatnya itu . Tidak salah juga apa yang di katakan oleh Angga , Indah anak yatim , dan hamil di luar nikah , harus besarkan anak tanpa suami .


Rangga segera menuju ke tempat tinggal Indah ,yang di berikan oleh Angga . Rangga harus menempuh perjalanan selama dua jam . Hati Rangga berdebar kencang , ada debar bahagia di hatinya . Rangga memastikan sekali lagi alamat yang di kirim oleh Angga di ponselnya .


Rangga telah berdiri di depan rumah kontrakan yang sederhana . Rangga bahkan sudah bertanya tiga kali kepada orang yang tinggal di sekitar kontrakan Indah untuk memastikan . Rangga tersenyum bahagia , pertemuan nya dengan Indah telah ada di depan mata .


Langkah Rangga terhenti saat melihat pintu kontrakan Indah terbuka . Dari balik pintu muncul seorang wanita yang selama ini ia cari . Wanita itu memakai baju berwarna kuning motif bunga sebatas lututnya . Dres yang Indah pakai menunjuk kan lekuk tubuh Indah .


Dalam gendongan nya ada Arga yang juga memakai baju senada dengan Indah tidak lupa Indah memakaikan jaket pada putranya .


Pikiran buruk segera menyerbu kepala Rangga , walau Angga telah mengatakan dengan jelas apa pekerjaan Indah yang sebenarnya , tapi Rangga tidak bisa langsung mempercayainya begitu saja . Rangga kembali masuk ke dalam mobil rental yang ia sewa selama berada di jakarta .


Diam diam Rangga mengikuti Indah dari belakang sampai ke tempat kerjanya Indah . Ia ingin memastikan pekerjaan yang Indah lakoni sebenarnya . Dan memastikan apa tempat Indah aman untuk anak mereka .


Rangga mengikuti Indah yang oergi naik angkotan . Rangga mengepalkan tangan nya melihat Indah di dalam angkot tidak sendirian , Banyak penumpang lain dan hampir berdesak desak kan .


Rangga hampir saja menabrak mobil di depan nya kalau saja tidak melihat Indah turun dari angkotan . Rangga segera pergi mencari tempat parkiran mobilnya . Dia tidak ingin kehilangan jejak Indah lagi .


"KAFE MAHARANI " itulah tempat yang di masuki oleh Indah . Rangga mengamati kafe itu , di lihat dari menu yang terpajang , tempat itu hanya kafe orang orang kalangan menegah , dengan menu biasa . Tanpa ada minuman Alkhohol , kafe tempat anak anak muda nokrong . Kafe itu memiliki dua lantai .lantai bawah untuk umum , dan lantai atas untuk pengunjung yang suka merokok .


Rangga melihat Indah masuk ke sebuah pintu " khusus untuk karyawan , bukan karyawan di larang masuk tanpa ada kepentingan ." Rangga ikut berjalan menuju pintu itu .

__ADS_1


"Aku juga punya kepentingan , jadi aku harusnya di ijinkan masuk ." gumam Rangga .


__ADS_2