Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
237


__ADS_3

Indira lemas dalam pelukan Arga . Tak tega ia melihat tatapan dan wajah pucat putrinya , badan nya juga terasa dingin . melihat ini ia merasa telah gagal menjadi orang tua selama ini . Arga juga benar benar marah pada Johan yang telah membuat putrinya seperti ini . Kondisi Indira terlihat sangat mengenaskan .


Arga kembali memeluk putrinya dengan erat ." maaf , maaf sayang ." lirih Arga menyesali apa yang telah terjadi .


"maafkan papa , nak ." tak terasa Air mata Arga kembali membasahi pipinya . Arga pikir ini bukan kesalahan pertama dalam seumur hidupnya . Telah banyak hati yang terluka karenanya . Dan kini ia hampir saja kehilangan putrinya satu satunya . Akibat kelalaian nya , entah apa yang akan ia katakan pada Angel , bila tetjadi hal fatal terhadap putrinya .


"Sayang kamu sudah aman bersama papa , Indira ." ucap Arga , namun Indira tidak merespon nya , Arga benar benar marah kepada Johan .yang telah merusak sikis putrinya hingga terganggu .kalau tidak menginggat Indira ia pastikan telah menghajar Johan sekarang juga , untuk membalaskan sakit hatinya .ia bertahan hanya putrinya .


"Rara sayang , ini mama ." ucap Angel .Arga memikirkan putrinya yang hanya punya tatapan mata kosong , tidak menghiraukan Angel yang telah duduk di sampingnya . Ia sibuk mengajak Indira bicara . Ia sangat mengkhawatirkan putrinya .psikis nya benar benar terganggu , tiada cahaya kehidupan di mata putrinya , keceriaan nya selama ini entah hilang kemana . Senyum nya juga tidak ia temukan lagi di sana .


"Indira ." panggil Arga tapi Indira tetap tidak menjawab tatapan nya kosong lurus ke depan .Angel yang mendwngar Arga memanggil manggil Indira berkali kali pun menoleh menatap Arga . Ia menatap wajah Arga yang berkaca kaca saat menatap wajah Indira yang hanya diam saja .


Angel mendadak merasa khawatir , mengalahkan rasa khawatir yang membelenggu nya saat menghadapi Johan beberapa menit yang lalu . Kini tubuh tak berdaya Johan telah di bawa 0ergi oleh polisi .


Angel lebih mendekat pada Arga ." Mas ." lirih Angel pada Arga , dia melihat mata Indira di penuhi oleh rasa ketakutan . Angel menyentuh rambut Indira penuh kasih sayang . Ia sangat kasihan pada gadis manis itu . Karena ulah Johan benar benar telah mengoncang jiwanya .


"Rara sayang , ini mama Aan sayang . Kami di sini untuk kamu , kamu sudah aman ." ucap Angel .


Namun Indira tidak merespon mereka . Pikiran nya kini entah ada di mana .Angel tampak semakin khawatir . Ia peluk Indira sambil menangis tersedu . Ia menyesal tidak bisa menolong Indira lebih cepat .

__ADS_1


"Rara ,kamu dengar mamakan .?." bisik Angel


Sekali lagi tidak ada respon dari Indira . Indira melamun dalam waktu yang panjang .Andre melangkah mendekati mereka bertiga , ia juga tidak tega menyaksikan keadaan ini .


"Boy , Sayang , Ayo cepat bawa Rara ke rumah sakit ." ucap Andre menyuruh mereka agar cepat meninggalkan tempat itu


Angel seperti baru sadar dari kekhawatiran nya , setelah mendengar suara Ayahnya .


"ayo mas kita bawa Rara ke rumah sakit ." ucap Angel .sambil mengendorkan pelukan nya pada Indira . Memberi ruang Arga untuk menggendong Indira dan segera pergi meninggalkan tempat itu . Menuju rumah sakit GM Medical .


Arga segera menggendong Indira keluar dari gudang tua itu . Angel dan Andre mengikuti dari belakang .


"Naik mobil ke mobil Ayah boy ." ucap Andre .Angel berlari kecil membuka kan pintu untuk Arga . Arga masuk ke mobil bagian belakang bersama Arga dan andre duduk di depan , samping sopirnya .


Dalam hati Angel menghibur diri sendiri kalau Indira tidak apa apa .Indira pasti baik baik saja , dia hanya shock karena ulah Johan .kelak gadis kecil itu pasti kembali ceria seperti biasa . Angel juga berjanji akan meluangkan banyak waktunya hanya untuk menjaga Indira . Ia tidak akan pernah meninggalkan Indira dan Arga . Ia akan selalu di samping Arga sebagai kekuatan nya .


Banyak pikiran silih berganti menghampiri Angel , sampai tidak terasa mereka telah sampai di rumah sakit , sebagai Andalan Andre . Saham rumah sakit terbesar adalah saham saudara kembarnya yang di tanam Rangga untuk jalan amal almarhum Moge .


Sehingga para dokter dan suster di sana melihat Kedatangan Andre dengan cekatan mereka segera menangani Indira .

__ADS_1


"Dokter Ronal, tolong panggilkan dokter ahli kejiwaan dab psikiater untuk cucu saya ." ucap Andre .


"Baik Tuan ." jawab Dokter Ronal dan segera pergi .Andre khawatir Indira mengalami goncangan jiwa yang berat atas penculikan yang di lakukan oleh Johan .


"Cepat obati dan stirilkan dulu luka luka di tangan dan kaki nya . Periksa semua tubuhnya jangan sampai ada luka yang terlewatkan ." pesan Andre pada para suater .


"Mas Andre ." Anis datang menyusul ke rumah sakit . Ia menatap Angel yang di rundung kesedihan bersama Arga . Bis dingin yang viral ini kini berubah menjadi laki laki yang sangat terpuruk . Andre mendekap Anis mencari ketenangan yang sebenarnya dirinya juga sangat cemas . Dulu ia berjanji pada saudara kembarnya , akan baik baik menjaga anak cucu Rangga tapi kali ini dia kecolongan , hingga Indira mengalami kejadian seperti ini .


"Aku gagal Is , aku gagal menemoati janjiku pada almarhum saudara kembarku , untuk menjaga anak cucu mas Rangga ." bisik Andre .


"Mas kamu harus tegar , ini bencana tidak bisa kita hindari .inilah hidup yang sesungguhnya mas . Lalu lalang pasti bertemu rintangan ." ucap Anis sambil mengelus bahu Andre .


Arga puas melihat kecekatan Ayah dari wanita yang ia cintai . Karena dirinya telah khawatir sehingga tidak tau apa yang harus ia lakukan .jujur saja Rumah sakit adalah momok dalam hidupnya . Semenjak melihat istrinya merenggang nyawa di rumah sakit ini juga .


Kini ,ia harus berada di sini lagi demi menyembuhkan Indira . Ini semua.juga karena kelalaian nya , juga karena sikap egois yang di miliki oleh Johan .


"Kenapa Johan harus memiliki riwayat penyakit jiwa dan melakukan hal keji seperti ini kepada Indira ." Arga benar benar murka tanpa sadar ia menggenggam tangannya erat erat .


"Mas ." Panggil Angel yang melihat perubahan wajah Arga . Kalau ia tidak melihat dan menyadarkannya . Mungkin Arga telah melemparkan tinjunya ke dinding pemisah tempat suster dan dokter menangani Indira .

__ADS_1


"sabar ya mas , Rara pasti baik baik saja ." ucap Angel sambil melepas genggaman tangan Arga . Perlahan genggaman tangan nya mengendor dan menoleh menatap Angel yang juga sedang menatapnya . Harapan di mata wanita yang ia cintai begitu besar hingga membuat Arga luluh .


Arga sadar tidak seharusnya ia di kuasai oleh amarah saat ini . Ia harus fokus pada kesehatan Indira . Biar urusan Johan menjadi yang terakhir saja .


__ADS_2