
Indah tiada maksud dan tujuan lain untuk pergi ke kota jakarta . Dia hanya mengikuti hati nurani perjalanan yang tidak panjang juga tidak pendek .juga tidak nyaman untuk Arga bayi yang baru berusia tujuh sampai delapan bulan . Arga akan rewel bila membutuhkan susu dan akan tidur lagi setelah kenyang .
Sampai di jakarta Indah langsung mencari tempat istirahat yang nyaman untuk nya dan putranya .setelah istirahat cukup di hotel , indah pergi keluar mencari pekerjakan , hampir tiga hari Indah mencari pekerjaan dan tempat kontrak yang sederhana .
Beruntung Indah bertemu dengan seorang ibu paruh baya pemilik kafe . Seorang janda di tinggal suami gara gara tidak bisa punya keturunan .Atas bantuan dia Indah dapat pekerjaan dan rumah kontrakkan .
Indah bekerja jadi penyanyi kafe dari jam lima sore sampai jam sembilan malam . selama Indah menyanyi Arga akan di asuh oleh pemilik kafe Nyonya shiren . Nyonya shiren juga sangat bahagia menjaga Arga seperti mempunyai anak kecil sendiri . Hasil kerja Indah lumayan banyak bila ada yang menyukai dengan suara dan lagu yang di bawakan oleh Indah mereka akan memberinya tips .
Indah bisa mencapai lima ratus ribu , lumayan buat beli susu untuk Arga . Dengan bekerja Indah bisa melupakan masalahnya , tapi bila sampai kontrak kan ia akan menyesali lagi apa yang telah ia putuskan .pergi dari Rangga tanpa berbicara empat mata adalah penyesalan nya. Karena nyatanya sekarang yang ada hanyalah kerinduan yang ia rasakan setiap hari , kepada laki laki yang telah menjadi Ayah kandung Arga .
Indah selalu memandangi nomor telepon rangga si nomor ponsel barunya .Ingin rasanya ia menekan tombol hijau di nomor itu , tapi hatinya ragu , ragu bila akan mendapatkan penolak kan dari Rangga .Indah mengigit bibir bawahnya dorongan rindu di hatinya sangat menggebu . Ia rindu untuk mendengarkan suara laki laki itu , di tambah saat putranya sedang rewel .
Hati indah sangat sakit . Ia merasa jadi seorang ibu yang jahat , telah memisahkan Anak dari Ayahnya
"Bunda minta maaf Nak , Bunda egois telah memisahkan kamu dengan Ayahmu . Bunda janji bila Ayahmu datang mencari kita , Bunda tidak akan pernah pergi lagi dari Ayahmu , walaupun ayahmu marah pada Bunda , Bunda tidak akan membantah . Sayang rindu dengan Ayah kan ." bisik Indah di telinga anaknya .
Seminggu sudah Indah berada di jakarta , tidak ada tanda tanda Rangga mencarinya . 0elan pelan Indah meletak kan perasaan nya pelan pelan .ia mencoba untuk melupakan Rangga . Dalam hati ia bertanya , Apakah mungkin Rangga telah menikah dengan marisa . Pertanyaan itu sering muncul di pikiran Indah . Dan kehidupan bahagia mereka selalu mengores hatinya .
__ADS_1
Indah mulai beradaptasi dengan kehidupan di kota barunya . Ia berteman baik dengan rekan kerjanya sesama penyanyi kafe . Hari ini Indah pergi kerja dengan buru buru , karena ia ketiduran setelah membersihkan kontrakan nya . Sehingga Indah harus naik angkutan , biasa Indah cukup berjalan kaki menuju ke tempat kerja .
Sampai di.kafe Indah langsung masuk ke ruangan khusus karyawan dan merapaikan dandanan nya sekaligus menitipkan Arga kepada nyonya shiren .
Saat Indah bernyanyi baru sampai bait ke dua matanya menangkap bayangan Rangga menggendong putranya di antara kerumunan para pengunjung kafe . Indah mengira dirinya berhalusinasi karena kerinduan nya pada pria itu . Tapi berulang kali Indah mengedipkan mata bayangan Arga dan Rangga tetap ada di sana .
Indah menyelesaikan lagunya tanpa ada kesalahan . Indah menghampiri Rangga dan arga setetes air mata membasahi pipjnya .
***
Sejak dari kafe Arga selalu bersama dengan Arga . Ia mampu menyetir sambil memangku Arga . Rangga membaringkan Arga yang telah tertidur ke atas ranjang . Kemudian Rangga masuk ke kamar mandi , ia ingin menjernihkan dan menenangkan . Ia tidak mau berbuat kesalahan di pertemuan nya kembali dengan Indah .
Beberapa menit kemudian Rangga keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk kimono . Rangga melihat Indah duduk di ujung tempat tidur dengan kepala menunduk . Tanpa menganti pakaian nya Rangga duduk di samping Indah . Ia menatap tajam wanita yang telah melahirkan seorang putra untuknya , mungkin akan melahirkan lagi di masa depan nya nanti .
"Kamu tau apa kesalahan kamu ." tanya Rangga membuka percakapan setelah berdiam begitu lama . Indah hanya mengangguk pelan .
"Beri aku satu alasan , Agar aku tidak memarahimu , Dan kamu tidak perlu dapat hukuman dariku ." ucap Rangga , Diam diam Indah mencibir Rangga dalam hati .Ia tau laki laki di sampingnya diam sejak tadi karena menahan marah .
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin melihat Arga terluka , kehadiran kami tak di inginkan oleh mamamu mas . Jadi untuk apa kami tetap bertahan dalam kebencian . Aku bisa membesarkan Arga tanpa dirimu mas . Seperti saat aku melahirkan nya juga seorang diri . Aku pertaruhkan nyawaku untuk melahirkan nya . Aku juga akan pertaruhkan nyawaku untuk melindunginya dari kebencian ibumu mas . Apa lagi mas juga tidak mencintaiku ." ucap Indah sambil menoleh dan dengan cepat menghapus air matanya . Tidak tau darimana datang nya kata kata terakhir yang ia ucapkan .
"Kata siapa ." Rangga menarik dagu Indah , agar indah mau menatapnya .
"Kata siapa , hemm , kata siapa aku tidak mencintaimu ." tanya Rangga dengan jelas .
"Selama dua minggu , aku mencarimu dan putra kita seperti orang gila . kota ini sangat luas aku telah mencarimu di tiga kota , betapa putus asa nya diriku , dan kamu tau , demi apa dan untuk apa aku mencarimu siang dan malam ," tanya Rangga berharap Indah peka .Tapi Indah pura pura tidak tau . Ia menggelengkan kepala nya , ia ingin Rangga mengatakan nya sendiri .
Rangga mengambil dompet nya dan mengeluarkan sebuah kertas . Indah mengenali kertas itu . Kertas bertuliskan pesan hatinya kepada Rangga . Wajah Indah seketika berubah merah menahan malu .
"Aku ingin tanggung jawab darimu ." ucap Rangga setelah Indah menerima kertas itu .
"Tanggung jawab Apa , yang di hamili aku , yang melahirkan juga aku , seharusnya mas yang tanggung jawab padaku , tapi aku tidak minta itu semua dari mas . Tapi kenapa sekarang malah sebalik mas yang minta tanggung jawab dari ku . Ya memang aku salah , aku telah memasuk ...
Rangga membungkam mulut Indah yang terus mengoceh dengan bibir nya ,setelah tiada perlawanan dari Indah Rangga melepaskan bibirnya .
"Aku ingin kamu bertanggung jawab dengan apa yang kamu tulis di atas kertas ini ." ucap Rangga menunjuk kertas yang ada di tangan Indah .
__ADS_1