Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
103


__ADS_3

Indah mencoba untuk menelpon Rangga , di panggilan pertama tidak di angkat hingga panggilan ke tiga . Hati Indah menjadi gusar .


"Mungkin dia capek habis lembur , karena pekerjaan nya yang cukup banyak ." ucap Indah dalam hati . Indah kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas . Indah kembali membaringkan badan nya di samping putranya . Indah mencoba untuk memejamkan matanya . Tidak mudah Indah bisa tidur , baru dua jam Indah tertidur Arga pun bangun menangis dengan kencang mengusik tidur Indah .Indah bangun dan langsung membuatkan susu untuk Arga .


Hingga pagi menjelang Indah mencoba untuk menghubungi Rangga . Di panggilan pertama Rangga langsung mengangkat telpon nya Indah .


"hallo sayang ." ucap Rangga dari seberang . Mendadak Indah menjadi kaku dan ragu hendak menanyakan apa yang telah di katakan Wulan kemarin .


"Indah , apa kamu masih di sana ." tanya Rangga yang kelihatan begitu khawatir . Indah yang telepon tapi tidak mau bicara .


"Ya , aku masih di sini ." jawab Indah pelan .


"Apa ada yang kamu perlukan ." tanya Rangga lagi , Rangga sedang buru buru dan sibuk karena hari ini ia akan pergi keluar kota untuk perjalanan bisnis .


"Eeemmh kemarin mama kamu datang kemari ." akhirnya Indah mengatakan nya .


"lalu ." jawab Rangga .


"Dia datang bersama marisa ." lanjut Indah .


"Apa yang mama katakan ."tanya Rangga penasaran dan sedikit khawatir . Karena kalau mengenai mamanya pergi menemui Indah , Rangga sangat was was karena sampai sekarang mamanya , wanita yang telah melahirkan nya itu belum juga memberinya restu . Walau Adi prata papa sambungnya juga ikut menasehati .


" mereka bilang , kamu akan menikah dengan marisa dan menjadikan Arga sebagai anak kalian .Dan aku hanya sebagai simpananmu ...


"Itu tidak akan pernah terjadi . Hal itu tidak benar sayang , aku tidak pernah menyetujui untuk menikah dengan marisa atau wanita lain nya . Aku hanya mengingginkan kamu seorang .jadi jangan pernah mempercayai ucapan mereka ." ucap Rangga tegas .


Indah menarik nafas penuh di lema , ia ingin percaya dengan Rangga tapi ucapan Wulan terus mengusiknya . Setelah sambungan telepon putus . Tidak lama kemudian ,Indah mendapat pesan dari Rangga kalau dia ada perjalanan bisnis ke luar kota selama satu minggu .

__ADS_1


Indah meletak kan ponselnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Saat ia selesai Mandi Argapun juga tetbangun . Indah juga segera memandikan Arga sekalian .


Selesai memandikan Arga Indah memutuskan untuk pergi menemui cyntia . Sudah lama mereka tidak ngobrol . Indah ingin berbagi cerita dan masalahnya kepada cyntia agar dapat solusi yang baik .


Indah keluar dari kamar sambil membawa tas perlengkapan Arga . Indah menghentikan langkahnya saat melihat Wulan telah duduk di kursi ruang tamu sambil membaca tabloit , entah dari mana ia dapatkan barang itu .


Wulan merasakan kedatangan Indah .dia mendongak kan kepalanya sambil mengulurkan tangan nya .


"Berikan Arga padaku ." Indah menggelengkan kepalanya berulang ulang sambil memeluk putranya dengan erat .


"Ckk , saya hanya meminjamnya sehari saja nanti sore juga udah aku < ." kesal Wulan dan berfiri mendekati Indah .


"Maaf Bu , aku tidak akan mengijinkan nya ." Tolak Indah tegas dan semakin erat memeluk putranya .


"Dia juga cucuku , jadi saya juga berhak atas dia ." ucap Wulan .


"Tapi ,ibu tidak pernah mengakuinya ." ucap Indah .


Wulan bertepuk tangan dua kali dan masuklah dua orang laki laki bertubuh kekar menghampiri Indah . Indah mundur beberapa langkah .


"Pegangi dia ." perintah Wulan pada kedua pria itu .wulan telah menduga sejak awal , kalau Indah tidak bisa di ajak bicara baik baik. Ia hanya ingin bawa Arga pergi ke tempat arisan teman nya saja . Ia hanya ingin memamerkan cucunya pada teman Arisan nya yang merasa lebih unggul darinya .


" Berikan padaku , aku neneknya , tidak akan mungkin melukainya bodoh ." ucap Wulan sambil menarik paksa Arga dari gendongan Indah .


Indah tidak bisa pertahankan Arga , dirinya hanya seorang diri , sementara dua laki laki itu sangat kuat , teriak minta tolongpun tidak ada orang yang datang menolong .


"Tidak jangan bawa putraku ." teriak Indah berusaha berontak dari pegangan kedua laki laki itu . Hati Indah semakin sakit saat mendengar suara tangisan Arga .

__ADS_1


Wulan berdecak lalu petgi meninggalkan Indah dan membawa Arga yang masih menangis dalam gendongan nya . Ia berusaha menenangan Arga dengan memberinya mainan . Namun Arga menolaknya , Wulan segera membawa Arga memasuki mobilnya dan menyuruh sopirnya untuk meninggalkan rumah Indah .


Indah terduduk lemas di depan rumahnya dengan linangan air mata .


"Nyonya , nyonya ." mbak nina terkejut melihat apa yang di alami oleh majikan nya . Ia baru saja pulang dengan menenteng plastik belanjaan .


"Kamu dari mana saja ." bentak Indah yang pertama kalinya untuk pembantunya itu .


"Maaf nyonya , saya pergi belanja , bahan bahan dapur sudah habis semua ." ucap mbak Nina .


"Putraku mbak ." tangis Indah pecah . mbak Nina segera memwluk majikan nya .


"mereka membawa paksa putraku , mereka membawa dua bodyguard untuk merebut putraku mbak ." tambah Indah . Mbak nina menenangkan Indah setelah tenang Mbak nina mengajak Indah masuk ke dalam rumah .


" maaf Nyonya , saya tidak bisa bantu Nyonya ." ucap mbak nina .


"kemana perginya satpam rumah kita . Bukan nya mereka ada dua orang , saat aku berteriak minta tolong tak ad! Seorang pun yang datang ." tanya Indah . Mbak nina geleng kepala .


"saya tidak tau Nyonya . Karena tadi pagi saat saya pergi saya sudah tidak melihat mereka berjaga di pos satpam .


"Apa nyonya bisa ceritakan semua pada saya ." tanya Mbak nina .Indah menganguk dan menceritakan bagaimana mereka merebut Arga dari nya .


"Nyonya besar bilang akan mengembalikan tuan muda kalau sudah sore . Kalau begitu kita tunggu saja dulu . Kalau sampai sore belum juga di kembalikan kita bisa lapor polisi ." saran mbak nina .


Dalam keadaan panik mbak nina yakin majikan nya itu tidak kepikiran untuk lapor polisi . Indah pun mengangguk setuju .


"Iya kenapa aku tidak kepikiran sampai di situ , aku juga tau alamat rumah orang tua Rangga . Jadi kita tau harus kemana mencari Arga ." mbak nina mengangguk memberi dukungan dan semangat untuk majikan nya itu .

__ADS_1


Sepanjang hari Indah menunggu Arga dengan cemas . Ia menghitung setiap menit dan detik jam di pergelangan tangan nya . Menunggu sehari berlalu seperti menunggu satu tahun . Sore tak kunjung datang . Indah segera meraih ponselnya saat mendengar notifikasi oesan masuk ke ponselnya .


Indah menerima notifikasi dari nomor ponsel yang tidak di kenal . Sebuah foto keluarga kecil yang bahagia .di dalam foto itu ada marisa yang memangku Arga , dan di belakang marisa berdiri Rangga dengan memakai baju formal .


__ADS_2