Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
175


__ADS_3

Arga ingin kembali mendengarkan celotehan Angel lagi . Tapi bibir ranum Angel terdiam , benda kenyal itu sedikit terbuka , membuat Arga menelan ludahnya dengan tatapan entah Artinya . Arga menggeleng tegas , ia ingin mengeyahkan pikiran aneh yang mendesaknya untuk menyentuh bibir ranum itu . Mengunakan bibirnya , seperti kejadian di rumah beberapa waktu lalu .


Dengan dorongan sedikit kasar Arga membuat jarak yang cukup dengan Angel . Angel meringis sebab punggungnya menabrak dinding dengan keras oleh dorongan Arga yang mendadak . Di tambah Angel dalam keadaan sedikit mabuk tidak bisa jaga keseimbangan tubuhnya .


"Sakit ." pekik Angel membuat Arga kembali mendekati Angel , tapi melihat tatapan sendu dari Angel membuat Arga buru buru kembali menjauh . Baginya dekat dekat dengan Angel akan sangat membahayakan . Angel tampak kecewa melihat itu semua .


Angel menunduk dalam dalam . Namun benerapa menit kemudian , Angel mengangkat wajahnya dan kembali menatap Arga , tidak lagi dengan tatapan sendu tapi dengan tatapan penuh semangat . Perempuan itu mendekati Arga , meskipun kepalanya masih terasa berat .


Angel menarik kerah jas yang di pakai oleh Arga , dengan kuatnya tarik kan Angel dan ketidak siapan Arga membuat Arga hampir terjengkang . dalam sekejap mata Angel menarik Arga mengantikan posisinya tadi . punggung Arga menabrak dinding yang dingin .


"Apa yang kamu lakukan ." geram Arga , ia terkejut melihat tingkah Angel . Tidak terpikirkan oleh Arga bahwa Angel akan punya kekuatan swbesar itu , dalam sekejap dia bisa membalik alih posisi mereka . Jujur saja punggung Arga sekarang sedikit sakit Akibat ulah Angel .


"Apa kamu dendam dengan saya , Angelia ." tanya Arga . Angel tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Arga , ia sedang sibuk memandangi ketampanan wajah Arga .


Angel mencondongkan tubuhnya semakin jauh lebih dekat dengan wajah Arga , Angel berjinjid kakinya untuk sedikit menopang badan Bos galaknya .


Sementara itu Arga semakin merasakan dingin dan kerasnya dinding . Saat tubuhnya terhimpit oleh badan Angel .


"Apa yang akan kamu lakukan Angelia ." Bentak Arga pada sekretarisnya itu karena sejak tadi tak menghiraukan aksi protesnya .

__ADS_1


Angel terkekeh , ini pertama kalinya ia merasa tak terintimidasi oleh Bos galaknya sendiri . Angel tidak perduli dengan reaksi Arga yang kelihatan marah .kini ia terlalu sibuk menghalau rasa pening yang semakin kuat ia radakan .


Bahkan wajah Arga tampak buram , bahkan banyak bayang bayang . Angel harus memilih mana yang asli dan bukan .


"Apa kamu punya ajian seribu bayangan ya . Kamu banyak sekali ....yeeeea kena kamu ." ujar Angel bangga bisa menangkap Arga .


Sementara yang Arga rasakan sekarang adalah penyesalan karena telah membawa Angelia ke pesta ulang tahun perusahaan koleganya . Ia tidak menyangka Angelia akan bersikap bar bar saat sedang mabuk . Memang tadinya tampak lemah tapi sekarang telah berubah . Bahkan sekarang dia tampak tidak perduli sedekat apa mereka sekarang .


"Angelia , menyingkir kamu dari hadapan aku ." teriak Arga , tapi Angel bukan nya menyingkir dia malah memenjarakan tubuh Arga , satu tangan ia pakai menahan tubuhnya ke dinding . Satu tangan nya lagi ia pakai untuk menyentuh wajah Arga .


Angel meraba dari alis , mata hidung sampai ke bibr Arga . Arga mulai was was , ia mulai bergerak gelisah di bawah tatapan Angel yang entah kenapa ia merasa berhasil di intimidasi olehnya .


pupil mata Arga membesar saat benda kenyal yang mengiurkan milik Angel tiba tiba mendarat di bibirnya . Yang selang beberapa detik yang lalu Angel masih menatap bibirnya itu dan Akhirnya Angel memberanikan diri untuk mencicipi bibirnya .


Sialnya , Arga tidak sempat menghindar kala Angel telah lebih dulu mengecup bibirnya . Suasana yang hening semakin hening , Arga dan Ange sama sama diam , tidak ada yang bergerak .Angel masih tetap di posisinya ,begitu juga dengan Arga .


Arga tidak tau apa telah merasukinya , beberapa menit yang lalu Arga menyambut kecupan yang di berikan oleh Angel . Arga segera menarik tengkuk belakang leher Angel dan ******* bibir ranum itu .


Arga menggelengkan kepala nya hampir lima menit , ia mencumbu Angel dan tanpa sedikitpun berniatan untuk melepaskan nya . Terlebih Ange) membalasnya dengan cumbuan yang membuat Arga semakin berdebar . Entah apa karena Arga sudah lama tidak melakukan itu atau karena kehadiran Angel sudah benar benar telah menganggu sepenuhnya .

__ADS_1


Arga tidak tau , namun satu hal yang sangat ia sesalkan ,yaitu dirinya yang tidak bisa mengontrol perasaan nya.


Dan beruntung saja , tiba tiba ada seseorang yang telah memisahkan mereka . Kalau tidak Arga akan melupakan janji setianya pada almarhumah istrinya .


Kini Arga sedang di rundung penyesalan dan rasa bersalah , karena hampir saja ia mengkhianati akan janjinya pada almarhumah istrinya . Berjam jam sudah berlalu tapi Arga belum bisa melupakan itu .


"Siapa laki laki itu , yang tiba tiba membawa pergi Angel.? Dan mereka bawa kemana? . Apakah Angel baik baik saja ." tanyanya bertubi tubi . Karena beberapa jam yang lalu ia baru saja kehilangan Angel secara tiba tiba . Sekretarisnya itu mendadak hilang setelah di tatik paksa oleh laki laki yang tidak ia kenali .


Arga tidak sempat menahan nya karena pikiran nya terlalu kacau . Ketika sadar darin pikiran nya Angel. sudah tidak ada di depan matanya . Arga sempat mengejar tapi Angel sudah benar benar kehilangan Angel sepenuhnya ..


Beberapa kali pula Arga menghubungi ponselnya tapi tidak ada jawaban atau ponsel Angel sudah tidak aktip lagi .


"bagaimana ini , aku akan sangat bersalah bila terjadi apa apa dengan Angel .," Arga mengenggam erat tangan nya . Ia memang ia telah menyesal mencium Angel dan ikut terbawa oleh suasana . Tetapi jika terjadi sesuatu pada Angel ia juga tidak mungkin lepas dari rasa bersalah .


Arga juga telah mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan dan mencari tau siapa yang telah membawa pergi Angel .namun hasilnya nihil . Pria yang membawa Angel tidak terdeteksi juga tidak terlihat bayangan nya di cctv mana pun .


"Semoga kamu baik baik saja , Angelia , mungkin ini jalan yang terbaik untukmu , melupakan aku , apa kamu lihat kedua orang tuaku tak mampu lama lama hidup bersamaku , apalagi istriku , sekarang dirimu ." gumam Arga . Walau bagaimana Arga juga merasa kepikiran dengan Angel yang hilang dengan tiba tiba .


Arga tidak pernah memikirkan hal ini akan terjadi pada ." setau aku kamu tidak pernah punya musuh , selama ini kamu selalu berusaha ada di sampingku . Apa mungkin mereka musuhku yang menculik mu .tapi siapa dan apa motipnya , apa ada yang mengingginkan kedudukan aku , dan mengira dirimu orang yang terpenting dalam hidupku ." ucap Arga pada diri sendiri .

__ADS_1


Perasaan was was semakin terasa di pikiran nya . Arga bangkit dari tempat duduk ia mondar mandir mencari jawaban di dalam ruangan nya .


__ADS_2