
Devina pergi dengan wajah marah . Ia kira Nisa adalah wanita yang mudah ia hasud . Ternyata Nisa adalah wanita yang cukup keras juga . Ia harus membuat rencana lagi untuk mendapat kan Angga lagi .
Nisa tidak terlalu memusingkan apa yang di katakan devina . Ia ingat dengan ucapan dan komitmen Angga , sehingga ia berusaha untuk mempercayai suaminya itu .
Nisa kembali mendorong trolinya , sampai di rak bagian pembalut Nisa mengambil pembalut yang biasa ia pakai tapi tangan tertahan saat ia akan memasuk kan pembalut itu ke dalam troli .ia ingat ingat kapan terakhir ia datang bulan .
"kapan aku terakhir datang bulan ,biasa awal minggu ." gumam Nisa dalam hati . Nisa mengambil ponselnya dan melihat kalender di dalam ponselnya .
"Ah aku dah terlambat dua minggu ." gumam Nisa kembali dan mengembalikan lagi pembalut itu .Nisa kembali mendorong trolinya ke tempat kasir ia ingin bayar belanjaan nya . Sebenarnya masih banyak barang barang yang belum dia beli . Tapi siapa yang perduli , sekarang ada hal yang lebih penting ingin dia pastikan sekarang .
Nisa telah duduk di bangku setelah menyusun barang barangnya di bagasi . tangannya bertengger di perutnya yang masih rata . pikiran nya melayang jauh , sekarang pikiran nya sedang tidak fokus , Dan keadaan ini tidak memungkin dirinya untuk menyetir .
Nisa meraih ponselnya menghubungi suaminya .
"kamu sibuk ." tanya Nisa langsung pada intinya setelah sambungan telepon terhubungkan .
"Ngak ,ini baru selesai makan siang , ada apa sayang ." tanya Angga . Dari sebrang telepon terdengar sangat berisik , mungkin Angga masih ada di restoran ." pikir Nisa .
"Ga aku telat ." ucap Nisa .
"Oh ya udah , kalau begitu matikan dulu telepon nya , kalau sudah selesai urusan mu nanti kita bicara lagi ." ucap Angga . Pikir Angga istrinya telat untuk pergi ke butik atau pergi untuk menemui klien nya .
"Aku telat datang bulan ." pekik Nisa . Dengan menekan kan nada suaranya . Ia berharap Suaminya itu langsung peka .
"Lalu ." tanya Angga yang benar benar tidak peka dan tidak mengerti maksud ucapan istrinya .
"Aku matikan telepon nya , kalau kamu dah dapat jawaban nya telepon aku lagi ." ucap Nisa sebal , dan mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban dari suaminya yang menurutnya tidak begitu peka .
__ADS_1
Nisa keluar dari mobilnya , dan menelpon sopirnya untuk mengambil mobilnya . Ia sendiri pulang menaiki taxsi , ia tak ingin jadi kecelakan dengan keadaan dirinya yang tidak fokus .
Angga melihat layar ponselnya yang sudah gelap , setelah istrinya mematikan telepon nya . Apa masalahnya , dan apa artinya istrinya telat datang bulan , Angga benar benar tidak mengerti . Ia sekarang berada di restoran hotel tempat ia menginap . Ia baru saja selesai rapat dengan klien nya . Pekerjaan nya juga selesai lebih awal Angga merencanakan sore nanti kembali ke Batam .
Angga pergi ke jakarta bersama asisten barunya bernama Ardian dia bekerja sangat cekatan sehingga kerjaan nya kali ini juga cepat selesai . Selain cekatan dia juga dapat di andalkan .
"kita kembali ke batam sore ini ." ucap Angga kepada andrian .
"Baik pak ." jawab andrian .
"Maaf pak , kalau saya lancang tanpa sengaja mendengar pembicaraan bapak dengan bu Nisa ." Angga mengangkat Alisnya dan menunggu kelanjutan ucapan asisten nya .
"Setau saya kalau wanita telat datang bulan hanya ada dua kemungkinan , satu hamil., dan ke dua mungkin karena sakit ." jawab Andrian .
"terus mana yang harus aku percayai . Istriku hamil atau sakit ." tanya Angga khawatir .
"Cepat hubungi kantor untuk mengantar helikopter , sekarang ." ucap Angga pada andrian .Dia tetap menghubungi Nisa , tapi panggilan nya tetap tidak di angkat oleh istrinya . Dan berakhir operator yang menjawab .
"Ada apa " tanya Angga saat melihat perubahan di wajah Andrian asisten nya .
"Maaf pak , helikopter nya dalam perawatan ." ucap Andrian tidak enak . Angga mendengus kesal terpaksa ia pulang ke batam dengan mobil .
Angga masih belum bisa menghubungi istrinya . Angga menghubungi bunda mertuanya .
"Hallo bunda assalamuallaikum ." ucap Ngga .
"iya nak ada apa telepon bunda , kalian bertengkar .."tanya Tiara .
__ADS_1
"Tidak bun ,Angga sedang ada di jakarta , dan Sepertinya Nisa kurang sehat badan nya , Angga mau minta tolong bunda lihat keadaan Nisa sebentar."ucap Angga .
"Wah ..Bunda dan Ayah tidak ada di Batam nak , kami ada di Bali , biar nanti bunda sueuh Art untuk melihatnya ya ." ucap Tiara , Angga harus menelan kekecewaan lagi .bunda mertuanya sedang ada di Bali .
Tinggal satu harapan Angga untuk menghubungi mamanya .
"Hallo ma , Nisa tidak enak badan tolong mama jenguk dia dulu , Angga masih dalam perjalan ke Batam dari jakarta ." ucap Angga panjang .
"Wahh ngak bisa sayang , mama dan papa ada di singapura . Nanti malam kami baru pulang . Memang Nisa menantu mama sakit apa ." tanya putri . Penuh dengan kekhawatiran .
"Tadi dia bilang telat datang bulan ma , Angga juga tidak tau apa Artinya ." ucap Angga . Mendengar ucapan Angga , putri ingin mengumpat dengan mengabsen nama nama binatang di kebun binatang yang ada . Tapi ada rasa senang di dalam hatinya .
"ya sudah mama dan papa akan pulang secepatnya .kalau kamu sudah sampai di Batam segera bawa istrimu ke dokter kandungan , kalau sudah ada hasilnya segera hubungi mama ."ucap Putri langsung mematikan sambungan telepon nya . Angga hanya bisa menatap ponselnya dengan penuh kekecewaan .
"Apa apa ini , semua sedang menantang aku atau menguji aku , Nisa ada apa.dengan mu telepon tidak kamu angkat , kedua orang tua tidak ada di tempat." gerutu Angga .
Sepanjang perjalan Tak henti hentinya Angga menghubungi istrinya tapi selalu berakhir tolak kan . sepertinya Nisa masih kesal dengan suaminya itu .
" berikan ponselmu padaku ." ucap Angga pada Andrian . Saat mereka telah keluar dari jalan tol dan memasuki perbatasan Batam . Mungkin tiga puluh menit lagi mereka sampai di rumah bila perjalanan tidak macet .
"Ini pak ." Andrian menyerahkan ponselnya . Angga segera mengetik nomer telepon Nisa yang sudah ia hafal di luar kepala . Panggilan pertama masih tidak di angkat .panggilan ke dua di angkat tapi tidak ada suaranya .
"Hallo sayang , ." ucap Angga .
"Hallo ini siapa , " terdengar suara wanita dari sebrang telwpon .Angga mengeryit mendengar suara istrinya yang sedikit berbeda dari biasanya .
"Ini aku Angga suamimu ." ucap Angga .ia maklum istrinya tidak mengenalinya karena ia memakai nomer ponsel Andrian .
__ADS_1
"Angga siapa , jangan bercanda aku belum menikah ." sungut wanita itu terdengar kesal . Angga memijit kepalanya . Begini kalau istrinya sedang ngambek atau marah ia tidak di akui sebagai suaminya .