Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
115


__ADS_3

Joni sejak dulu ia iri dengan Rangga dan menjadi kebwncian yang mendalam ,dan selalu terobsesi untuk menjatuhkan Rangga . Membuat adik tirinya menjadi malu dan pernah ingin menjebaknya dengan wanita bayaran namun gagal .


Joni turun dari dalam mobil nya dan pintu rumah Rangga pun terbuka , jadi Joni langsung saja masuk ke dalam rumah . Joni melihat adik tirinya Rangga sedang bermain dengan bayi kecil , putranya . Joni mengeryitkan dahinya . Saat melihat tawa renyah Rangga dengan putranya .


"Apa memang semenyenangkan itu punya seorang anak ." gumam Joni dalam hati . Selama ini Joni dan istrinya memutuskan untuk tidak mempunyai anak . Joni juga tidak suka dengan anak anak kecil ,karena anak kecil bagi joni sangat berisik dan merepotkan . Badan anak kecil kelihatan lentur dan lunak ,joni juga takut akan melukai anak anak kecil itu . seperri itulah pemahaman joni selama ini .


Rangga sebenarnya sudah tau akan kedatangan Joni tapi ia tetap pura pura sibuk dengan putranya yang begitu mengemas kan .


"Boleh kita bicara sebentar , "ucap Joni datar ia tidak boleh menunjuk kan kepada adik tirinya kalau dia sangat membutuhkan adik tirinya


"Rangga menoleh menatap Joni ." tunggu sebentar biarkan anak ku tidur dulu ."ucap Rangga santai . Tapi yang jelas Arga tidak akan tidur dalam waktu itu juga . Karena Arga baru saja terbangun .


"kenapa tidak kamu berikan dulu kepada mamanya ." ucap Joni , ia tidak mau berlama lama di sana , jujur ia belum bisa berdamai dan berhadapan langsung ,dengan wajah adik tirinya yang dia anggap songong . Joni juga sedang berusaha untuk tidak bicara sinis dan mengajak ribut adik tirinya yang lebih muda dua tahun darinya itu .


"Mamanya sedang tidur , semalam anak kami sangat rewel jadi mamanya tidak bisa tidur , sekarang dia sedang istirahat ."jawab Rangga jujur , semalam Indah menelpon Rangga karena Arga sangat rewel , badan putranya demam dan tidak mau tidur .


Rangga segera datang ke rumah Indah , walau pun jam dinding sudah menunjuk kan pukul Tiga pagi . Lalu Rangga membawa keduanya untuk pulang ke rumahnya . Dan setelah sampai dirumah Arga pun menjadi tenang dan tidur tidak lagi rewel lagi . Seakan Arga tau di mana rumah nya yang sesungguhnya dan merasa nyaman .


" titip anak ku dulu , aku mau ke toilet sebentar ," ucap Rangga dan meninggalkan Arga dan joni berdua di ruang tamu . Sebelum mendapat jawaban dari joni .


Joni memandang Arya dalam jarak dua meter , matanya melotot dN tegang ,saat melihat Arga bayi kecil itu merangkak kearahnya . Spontan Joni berdiri dan mundur selangkah saat Arga sudah hampir mengapainya .


Arga kecewa melihat Joni yang menjauhinya , dengan bahasa kecilnya Arga mengoceh dengan tatapan sendu hampir menangis .

__ADS_1


"Ehh jangan menangis ." ucap Joni saat melihat bibir mungil Arga yang telah mencebik . Joni melirik kemana Rangga pergi .


"lama sekali , apa yang di keluarkan batu apa lumpur lapindo ." gumam joni ,wajah joni semakin tegang saat melihat Arga mengulurkan kedua tangan nya lengkap dengan rengekan nya .


Tangan joni gemetaran saat mengulurkan tangan nya menyambut uluran tangan Arga . Joni terpana dengan kelembutan tangan bayi itu .


"jadi seperti ini rasanya bersentuhan dengan kulit bayi , lembut menakjupkan sekali ."gumam Joni .


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan ."ucap Rangga yang dah kembali dari toilet . Dan langsung meraih Arga ke dalam gendongan nya dengan gerak kan lembut .


Arga bertepuk tangan sambil mengoceh saat merasakan dirinya seakan melayang .joni tidak langsung menjawab ia menatap bagaimana caranya Rangga meraih tubuh putra nya dan juga cara Rangga mengendong putranya .


"Kalau tidak ada yang penting , ingin kau sampaikan .kamu boleh pulang ." ucap Rangga . Joni menarik nafas dalam dalam .


"mengenai perusahaan kamu pasti sudah tau , dalam satu bulan ini perusahaan mengalami penurunan pendapatan ."rangga mengangkat bahunya santai . Tidak mau berkomentar banyak . Karena sejak awal ia sudah bisa memprediksikan nya .


"Kamu ambil Alih kembali perusahaan itu ." ucap Joni .


"Ini baru satu bulan kamu sudah menyerah ." ucap Rangga , bukan maksud Rangga meremehkan Joni . Tapi kalau laki laki itu menganggap begitu Rangga juga tidak tau .


Joni diam tidak menjawab ia meletakkan sebuah map di atas meja .


"Ini berkas rapat besok , saya harap kamu datang menghadiri rapat para pemegang saham ."ucap Joni dan segera melangkah pergi meninggalkan ruang tamu Rangga . Langkah joni terhenti saat melihat Indah ada di sana dan jalan ke arah mereka .

__ADS_1


Indah belum menyadari kehadiran Joni di tempat itu .Joni segera melangkahkan lagi langkah nya ia tidak ingin Indah memergoki dirinya ada di tempat itu .entah karena apa ia merasa malu bila bertemu wanita itu .


"Aku lapar ." ucap Indah sambil duduk di samping Rangga dan menyandarkan kepala nya di bahu Rangga . Dengan mata yang masih tertutup .


"ya buka matanya dulu . katanya lapar , jangan tidur lagi sayang ." panggil Rangga Indah hanya bergumam tidak jelas .


"Ayo makan dulu , setelah makan lanjut tidur kalau masih mengantuk ." ajak Rangga Indah juga hanya mengikuti Rangga menuju ke ruang makan untuk makan siang .


***


Selesai makan siang kantuk Indah telah hilang . Mereka ganti ngobrol di ruang tamu .


"Mas sore nanti kami pulang ya ." ucap Indah , tapi Rangga menggeleng tidak setuju ..


"Aku tidak setuju , mulai sekarang kita akan tinggal di sini , aku , kamu dan Arga tidak akan terpisahkan lagi . Lagian bulan depan kita juga dah akan menikah .pindah lebih awal akan membuat kita mudah ."ucap Rangga .


Keluarga Rangga telah datang melamar Indah dua hari yang lalu Wulan juga ikut datang ke rumah Dodo untuk melamar Indah tapi dengan hati terpaksa .. Wulan masih tetap tidak bisa menerima Indah menjadi menantunya .tapi Wulan tidak ada hak untuk menghalangi niat putranya demi kelangsungan hidupnya sendiri .


"Mama tidak menyukai Indah ." ucap wulan sebelum berangkat ke rumah Dodo .


"Rangga tidak inginkan Mama menyukai Indah , karena Rangga yang akan menikah dengan Indah . Jadi mama cukup temani papa lamarkan Indah untuk Rangga . Setelah kita menikah dan bisa membahagiakan mama . Rangga akan bawa Indah jauh dari mama ."ucap Rangg .


"Kamu ingin tinggalkan mama sendirian ." tanya Wulan .

__ADS_1


"Mama kan ada papa , kalian yang saling mencintai pasti sangat bahagia dan tidak akan membutuhkan kami kan . Mama jangan takut Rangga tetap akan kasih uang pada mama ."ucap Rangga , wulan tidak lagi menjawab ucapan Rangga . Ia menatap wajah suaminya yang juga menatap dirinya dengan tatapan tajam dan datar .


"setidaknya kamu menikahi wanita yang setara dengan kita ." wulan masih belum mau mengalah .


__ADS_2