
"Nina ." teriakan seorang wanita tua tapi tetap kelihatan cantik elegan . Berhasil mengambil perhatian Arga dan Angel yang sedang termenung . Begitu juga dengan Andre , Nina datang ke rumah sakit ingin menjenguk Indira . Suster monica merasa ngeri melihat orang yang memanggil bik nina .
"eh nyonya tua , ada apa kok tumben datang ke rumah sakit jakarta ." sapa bik Nina basa basi .
"kamu kira aku orang yang berpenyakitan hingga mau capek capek ke rumah sakit jakarta ." jawab wulan ibu kandung Rangga .
"ya ngak lah , penyakit pasti pada takut sama kekayaan nyonya ." jawab bi nina .sambil mengoyang lengan nya yang di tarik tarik oleh sus monica .
"mas , mas kenal dengan orang tua itu . Kelihatan dia kenal dengan bibi nina ." tanya Angel .
" Tidak punya ingatan , mas tentang orang itu ." jawab Arga .
"Dia nenekmu ,ibunya Ayahmu Boy yang menikah dengan kakeknya Johan , coba kamu lihat apa yang akan mereka bicarakan ." ucap Andre .
"Nyonya tua bagaimana kabarmu tiga puluh tahun kita tidak bertemu . Dan ada apa nyonya datang ke sini . Ini rumah sakit bukan mall ." cibir nina .
"semakin tua kamu semakin lancang nina . Aku ke sini tentu mau menjenguk cucuku ." ucap Wulan .
"oo sejak kapan nyonya peduli sama cucu nyonya , bukan nya nyonya tidak menginginkan nya saat masih kecil saja nyonya mau menerima dia , asal nyonya indah mau jadi simpanan tuan Rangga ." banyak orang yang mengerutkan dahi mendengar ucapan Bi nina .terutama Arga ia mengepalkan tangan nya erat erat . Angel berusaha melepaskan genggaman itu .
" Kamu bicara apa sih Na . Bukan kah aku udah mengijinkan mereka hidup bersama di kota ini . Aku juga sudah tidak mengusiknya lagi ." jawab Wulan .
"ya karena yang nyonya butuhkan kekayaan tuan Rangga , yang penting uang bulanan nyonyanterus mengalir , nyonya tidak perduli dengan penderitaan keluarga tuan Rangga ." jawab Bi nina .
"menyesal aku menyapamu Nina . Pa ayo kita cari ruangan johan ." ucap Ambar kepada suaminya Adi prata .
"Tunggu , Johan pemuda yang punya gangguan jiwa yang telah menyandra cucu tuan Rangga ." ucap Bi nina .
"kamu bicara apa ." wulan marah menarik rambut bi Nina .
"ma jangan seperti ini lepas kan ,ini rumah sakit ." ucap Adi prata .
__ADS_1
"papa tidak dengar dia telah lancang mengatakan cucu kita tidak waras ." geram Wulan .Andre dan keluarganya datang menghampiri mereka .tanpa bicara Arga menarik tangan wulan dari Rambut bi nina dengan pelan . Dengan rahang mengeras Arga tak ingin menatap wajah wulan .
"kamu tidak apa apa bi ." tanya Arga .
"Tidak apa apa tuan , terimakasih ." ucap Bi nina .
"Anak muda seharusnya kamu menghormati Aku , bukan pembantu rendahan seperti dia , lihat aku dah tua pantas jadi nenek kamu . Di perlakukan seperti ini oleh seorang pembantu ." ucap wulan yang tidak jelas siapa Arga yang sesungguhnya .
" maaf nyonya tua . Dia bukan hanya sekedar pembantu bagiku , tapi dia berjasa seperti bundaku dia lebih berharga menjadi nenek aku .kenapa aku mengatakan seperti itu , karena nenek aku sendiri tidak mengharapkan kehadiran aku di dunia ini . Yang lahir dari rahim wanita biasa , wanita rendahan , tidak berpendidikan tinggi ." ucap Arga .
"Mama , papa kalian kenapa bisa sampai di sini ." tanya Joni yang juga sedang lewat di sana .
"Joni bagaimana kabar cucu mama ." tanya wulan pada Joni . Hati joni sangat terpukul menatap tatapan mata yang di berikan oleh Arga padanya . Ia melihat ada bara api dendam dan amarah di sana .
"mas kita pergi saja dari sini . Kita lihat Indira saja ." ucap Angel yang menyadari perubahan di wajah Arga .
"Sabar Boy ." ucap Andre mengelus bahu Arga .
"Apa kabar tuan Adi prata , tante wulan ." sapa Andre .
"Baik , kamu panggil dia Boy . Seingat aku kamu memanggil Boy kepada putranya Rangga ." ucap Adi prata .
"Apa tuan adi prata ,tidak mengenal nya . Apa tuan tidak pernah melihat putranya Mas Rangga ." tanya Abdre .
pernah Adi prata ingin merayakan kejutan ulang tahun bersama Rangga lima tahun yang lalu di inggris . Tapi sebuah insiden telah terjadi membuat mereka tidak bisa saling mengenal .
"Ya kami tidak pernah bertemu dengannya sejak kecil Rangga mengirim dia ke inggris . Rangga tidak pernah mempertemukan dengan kami ." ucap Adi prata .
"Tuan adi prata , bagaimana tuan Rangga mempertemukan kalian , setiap kali akan pergi Air mata nyonya tak bisa di bendung . Ucapan istrimu mengores hati nyonya terlalu dalam .sehingga tuan tidak pernah membawa tuan Arga pergi menemui kalian ." jelas Bi nina .
"nyonya apa anda bangga dengan cucu sambung mu di banding cucu kandung mu ." tanya bi nina .
__ADS_1
"tentu aku bangga , dia selama ini juga tinggal di inggris menuntut ilmu ." ucap Wulan .
"Dia tidak menuntut ilmu nyonya , tapi mendekam di rumah sakit jiwa ...
"plak.... ."..
"mama ..."teriak Joni ,ambar dan adi orata bersamaan . Angel dan anis berlari menolong bi nina . Sus monica menutup mulutnya karena shock melihat bi nina .
"lancang kamu ." teriak Wulan .
"ma bi nina tidak lancang , ini semua kenyataan , aku minta maaf menyembunyikan semua nya dari mama . Karena aku selalu ingat pesan Rangga untuk selalu membahagiakan mama , jadi aku selalu menutupi apa yang di derita johan agar mama bangga punya cucu Johan ." ucap Joni .
"dasar nenek gila , punya cucu juga gila ..
"Bibi cukup , bukan nya bibi ingin lihat indira pergilah . Sus mintakan es batu untuk luka tamparan di pipi bibi ." ucap Arga .
Tanpa bicara lagi Arga juga ikut melangkah pergi sambil mengandeng tangan Angel , tapi langkahnya terhenti oleh panggilan Adi prata .
"Arga cucuku ." Arga hanya diam mematung ia berhenti tanpa menoleh . Ia menunggu apa yang ingin di ucapkan oleh Adi prata .
"Bagaimana kabarmu cucuku ." .
"Mas ." lirih Angel menahan sakit karena tangan nya di genggam sangat erat oleh Arga .
"pa ,maaf sejak dulu aku telah memberi luka dan masalah bagi Rangga , sekarang aku punya putra juga memberi luka dan masalah pada putranya Rangga ." ucap joni
"Apa maksudmu ." tanya Adi prata .
"pa , johan telah menculik dan menyandra putri Arga , hingga sekarang putri Arga belum sadarkan diri . Papa ingat saat johan mengikat sekor kucing di sebuah gudang ." tanya Joni .
"apa putramu juga memperlakukan putri Arga seperti kucing itu ." bentak Adi prata . Adi prata lemas seketika melihat joni mengangguk kan kepala . Ambar yang baru tau juga ikut terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangan nya . Tangis Ambar pecah , wulan juga tidak tau perasaan apa yang harus ia tunjuk kan . Semua ada di luar nalarnya . Cucu yang di gadang gadang selama ini ternyata di asingkan karena punya kelainan .
__ADS_1