Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
97


__ADS_3

"Aku akan membawa ayah mertuaku kembali kerja di perusahaan , dengan jabatan yang sama , dan aku yang akan menentukan nya ." ucap Joni , ia tidak mau berdebat lebih lama dengan papanya di depan banyak orang .


" Dia tidak akan pernah kembali ke kantor , meskipun dengan posisi sebagai seorang OB sekalipun . Dia tidak pantas untuk itu ." ucap Adi prata ia tidak ingin menampung orang jahat di perusahaan nya .ia sudah berbaik hati tidak memasukan nya dalam penjara .


" kenapa papa lakukan ini . Apa salah papaku . Padahal papa ku sudah lama bekerja di sini , semenjak perusahaan ini belum sebesar ini ." ucap Renata yang berdiri di samping Joni , ikut menyuarakan isi hatinya .


" Aku kira kamu juga tau kalau ayahmu telah menggelapkan uang perusahaan ." wajah Renata seketika jadi pucat .


"masih beruntung aku aku hanya memecatnya saja , saya juga tidak melaporkan kepolisi dan memasukan dia ke penjara ." ucap Adi prata


Joni dan Renata hanya diam tak lagi bisa bicara . Joni melirik wajah istrinya yang kelihatan pucat dengan tatapan dingin , ia tidak pernah tau kalau ayah mertuanya telah korupsi .


Saat Joni membalik kan badan nya ia telah mendapati Rangga beediri di belakangnya , Rangga tersenyum tipis padanya , bagi Joni senyum itu adalah ejekan untuknya .


"Kamu senang dengan kemenanganmu kali ini ." ucap Joni dengan penuh ke marahan .


"Pa , berikan Arga padaku , sepertinya dia sudah ngantuk ." Ucap Rangga pada adi prata papanya .,ia mengulurkan tangan nya untuk mengambil alih putranya , ia enggan untuk menanggapi perkataan Joni . Tambah ada putranya di dalam gendongan nya . Rangga langsung kembali dan duduk di samping Indah .


Acara makan malam telah selesai dan Adi prata sebagai tuan rumah memberikan beberapa kata sambutan untuk anggota keluarga besarnya . Yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke acaranya .


"saya ucapkan banyak terima kasih pada kalian semua , yang sudah meluangkan waktunya untuk datang . Hari ini saya Adi prata telah sah oensiun dari perusahaan dan akan di gantikan oleh putra kedua saya Rangga abimana . Dan masa jabatan akan di mulai dari besok , Satu maret ." Dari beberapa yang hadir ada yang tidak menyukai keputusan Adi prata memberikan jabatan nya keoada putra tiri bukan putra kandung .


Banyak yang mempertanyakan dari alasan kenapa tidak di turunkan kepada anak kandungnya saja . Jawaban Adi prata cuma simpel .


"karena Alasan swmuanya , kaluan pasti sudah tau sendiri ." jawab Adi prata . Hanya keponakan keponakan muda dari Adi prata yang kerja di perusahaan yang tau jawaban nya . Tidak dari kaum kaum tua yang hanya tau urusan di rumah .

__ADS_1


"Mbak wulan siapa wanita cantik di sampingmu itu ." tanya saudara adi prata . Wlan tersenyum manis .


"Oh dia bernama Matisa kelak dia yang akan jadi istri Rangga ." jawab Wulan dengan senyum bangga .


"Jangan kasih harapan palsu untuknya ,ma . 'Sudah jelas kalau Aku hanya akan menikah dengan Indah ." sangkal Rangga yang menghentikan gerakkan marisa yang ingin memperkenalkan diri .


"Om , Tante semuanya . Kenalkan ini Indah calon istri saya , dan ini bayi tampan kami ,putra tampan kami . Dan kami akan menikah dalam waktu satu atau dua bulan lagi ," ucap Rangga .Dia tidak mau memberi kesempatan pada Marisa . Untuk menyangkal keberadaan Indah dan Arga , sebagai anak nya .


"wahhh selamat ya ." ucap Mereka silih berganti .memberi ucapan selamat kepada Rangga dan Indah berdatangan . Marisa merasa di abaikan di acara itu . kalau tau rencananya akan berantakan seperti itu . Marisa tidak akan datang kalau hanya akan mempermalukan diri sendiri .


Joni mengangkat alisnya mengingat wajah Indah , ia merasa sangat familiyar dengan wajah Indah tapi saat ia ingat ingat ia tak ingat di mana ia pernah melihat Indah .


***


Pertama kali hari bekerja Rangga tidak menemukan kendala apa apa . Ia bisa melaksanakan dan menyelesaikan semua pekerjaan dengan lancar . Rangga melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya . Hampir menunjuk kan angka empat tiga puluh menit .


"Selamat sore pak ." sapa Robin .sekretaris pilihan Rangga sendiri . Ia tidak mau mencari sekretaris perempuan , ia memilih sekretaris perempuan . Rangga tidak ingin mempunyai scandal dengan sekretaris nya . Bukan berarti Rangga yang tergoda , kebanyak kan mereka yang mencoba menggodanya .dan menghambat pekerjaan nya .


Rangga tidak ingin mengalami drama percintakan dan berpaling dari Indah , walaupun sebenarnya dia belum ada perasaan cinta pada Indah . Tapi Rangga ingin berusaha untuk setia .Mungkin Indah jodohnya lewat jalan seperti ini .


"sore Robin .saya mau pulang duluan .nanti kalau ada sesuatu kirim saja ke imail saya ." ucap Rangga .


"Baik pak ." jawab Robin .


Rangga segera menaiki life khusus petinggi perusahaan , setelah sampai di lobby kantor Rangga baru saja keluar dari life dan tanpa sengaja ia berpapasan dengan Dodo .

__ADS_1


"Kau ." sapa Dodo kaget melihat Rangga ada di sana .


"Hai kakak ipar ." balas Rangga dengan senyum tipis di bibirnya .


"Apa yang kamu lakukan di sini ." tanya Dodo tanpa menjawab sapaan Rangga .


"Ya bekerjalah , memangnya mau ngapain lagi di sini ." jawab Rangga , ia tau Dodo adalah kakaknya Indah tapi ia tidak merasa terimidasi .


"Kau .." Dodo baru sadar , dari mana Rangga keluar dari life yang Rangga tumpangi tadi . Dan Dodo kemudian teringat kalau president directurnya bernama Rangga .


"Kakak ipar harus berhati hati , jauhkan laki laki yang ingin kakak ipar jodohkan sama Indah , kalau kakak ipar tidak ingin kehilangan pekerjaan ." ucap Rangga .


"Kamu mengancam aku ." tanya Dodo .


"Tidak , aku hanya berusaha untuk mengaman kan milikku Indah dan juga Arga ." Rangga menepuk pelan bahu Dodo sebelum pergi meninggalkan Dodo lebih dulu . Dodo menatap bahu Rangga dengan kekesalan yang tinggi . Ia berpikir Kalau Rangga sangat arogan .


Rangga berjalan santai keluar dari gedung kantor tempatnya bekerja , menuju ke tempat parkiran yang khusus di sediakan untuk petinggi perusahaan .


Saat Rangga akan masuk ke dalam mobil , Ia melihat Joni telah berdiri di depan mobilnya . Kakak tirinya itu berdiri dengan angkuhnya . Kedua tangan nya masuk ke dalam saku celana dan dagunya terangkat ke atas tinggi tinggi


Rangga menutup kembali pintu mobilnya ia urungkan niatnya masuk ke mobil . Dan melangkah ke hadapan Joni .


"Senang dengan apa yang kamu dapatkan sekarang ." Tanya Joni dengan wajah datar . Wajah yang tenang tanpa menunjuk kan ekspresi apapun , raut wajah seperti inilah yang harus Rangga waspadai .


"Apa aku masih perlu menjawab nya ." tanya balik Rangga .

__ADS_1


"Tentu saja kau senang , karena ini hal yang sejak lama telah kamu impi impikan sejak dulu , bukan .? ." ucap Joni . Rangga hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Joni . Karena Joni tidak terlalu mengenal diri Rangga .


__ADS_2