Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
139


__ADS_3

Pagi ini bukan seperti pagi biasanya ,pagi ini Angel berangkat ke kantor tanpa semangat . Kepalanya terus menunduk seakan di lantai ada sesuatu yang lebih menarik hatinya , tapi nyatanya tak ada satu bendapun yang mampu menghibur atau membuat hatinya bahagia dan bersemangat .walau semalam ia telah mengikhlaskan semua yang terjadi .


Tak biasanya Angel semurung ini walau sering di bentak dan di marahi oleh Arga .Angel hanya tidak bisa melupakan pertengkaran nya semalam dengan Arga tentang banyak hal .terutama tentang status Arga yang tersembunyi .meski semalam Angel berusaha untuk melupakan tapi masih saja ingatan nya membawanya pada kenangan yang tidak menyenangkan itu .


Walau logikanya mengatakan tidak ada masalah dengan status Arga yang sudah pernah menikah dan punya seorang anak , tapi ada sisi lain di hatinya yang merasa keberatan akan hal itu , bukan karena kehadiran indira yang membuatnya takut , tetapi ia takut masa lalu Arga yang akan mempengaruhi sikap lelaki itu terhadap perasaan nya . Arga cukup banyak memiliki alasan untuk menolak cintanya .


Angel menghela nafas dengan berat , ia merasa semua ini tidak adil . Ia ingin mundur tetapi rasa cintanya terlalu kuat untuk bos galaknya , ingin maju terus ia tidak punya apa apa untuk terus melangkah .


Angel berpikir selama ini Arga terus menerus menolak perasaan nya karena ia telah punya keluarga . Wanita yang bernama Angela merupakan istri yang sangat berarti bagi Arga . Sehinga suatu saat Arga menyebut nama wanita itu begitu istimewa di telinga Angel .


Entahlah sekarang Angel sedang bingung , tentang apa yang saat ini harus ia lakukan .tetapi meninggalkan semua nya melupakan Arga tidak mungkin . Saat ini Angel benar benar swdang tergila gila pada Arga . Angel tidak bisa menyia nyiakan kesempatan hanya karena Arga pernah memiliki keluarga yang utuh . Tidak , bukan itu yang membuat angel sesedih ini . Hanya ia tidak tau lagi cara nya untuk mendekati Arga lagi .


Lamunan itu membuat Angel tidak sadarkan diri kalau pintu lift sudah terbuka . Tapi Angel masih diam tak bergerak untuk keluar , dan seseorang menyapanya mengembalikan kesadaran nya


"Maaf apa kamu tidak akan keluar ." Angel terkejut tiba tiba ada orang yang menyentuh pergelangan tangan nya dengan tiba tiba . Angel menoleh dan melihat jam di tangan nya . Ternyata ia telah sampai di lantai bawah basement apartemen nya .


"kamu mau keluar ngak , tanganku kesemutan menahan pintu.lift ini ." suara itu kembali membuyarkan lamunan Angel .


"Maaf ," kata Angel yang melihat tangan orang yang menolongnya menahan pintu lift yang akan tertutup . Buru buru Angel keluar dari lift dan mengucapkan kata maaf lagi pada laki laki itu .

__ADS_1


"santai aja , ngomong ngomong kenapa kamu banyak melamun , tidak seperti biasa , ceria ." ucap laki laki itu . Laki laki itu adalah johan yang sering bertemu dengan Angel di apartemen . Mereka hanya kebetulan bertemu tidak sampai saling memperkenalkan namanya .


"ahh tidak apa apa , nama kamu siapa ." tanya Angel , Angel tidak akan sembarangan menceritakan masalahnya pada orang yang baru di kenal .


Johan mengangguk singkat ,ia tau wanita di depan nya yang sering berpapasan dengan nya dan tinggal satu unit di apartemen ini , tidak ingin bercerita pada dirinya apa yang telah terjadi .


"namaku johan , kamu sendiri siapa ." ucap Johan .


"Ooh ,Johan . nama saya Angelia pangilan nya Aan . Makasih ya jo sudah menolong saya , untung saja ada kamu , kalau tidak mungkin saya sudah akan ngomel ngomel sendiri karena telat ." Angel terkekeh , tapi ia sungguh sungguh mengucapkan terimakasih pada Johan .karena telah menolongnya dari alam tidak sadarnya karena lamunan panjangnya .


"Sama sama Aan , kelak kita akan sering bertemu ." ucap Johan . Bukan sering bertemu karena mereka satu unit apartemen . Tapi karena kartu nama yang mengantung di leher Angel di mana Angel bekerja . Johan tidak bisa luntur senyum nya walau Angel kelihatan biasa saja .


"Tentu saja Jo . O iya saya harus berangkat dulu sebentar lagi saya akan telat ."ucap Angel sambil melirik jam di tangan nya .


Johan mengangguk dengan senyum yang seakan tidak bisa luntur .ia persilahkan Angel pergi lebih dulu . "Angelia andriana ." gumam Johan menyebut nama lengkap Angel yang dia baca dari name tag Angel beberapa waktu lalu .


"Menarik ." lanjut Johan .


Angel melajukan mobilnya menuju ke perusahaan tempatnya bekerja . Johan juga masuk ke dalam mobilnya mengikuti mobil Angel dari belakang .Johan menghentikan mobilnya di depan pintu gerbang bangunan pencakar langit itu .matanya nyalang menatap gedung pencakar langit itu . Senyum sinis menghiasi bibirnya .

__ADS_1


"Sebentar lagi aku juga akan duduk di sana ." ucap Johan segala rencana telah ia buat sedemikian matang .ia tinggal mencari waktu untuk merealisasikannya saja .


Setelah puas memandangi gedung itu , Jihan melajukan mobilnya menuju ke rumah kedua orang tuanya . ada hal yang harus ia selesaikan dengan orang tuanya, sebelum melaksanakan rencananya yang telah ia susun dengan apik .


Angel menatap wajahnya yang kusut tiada semangat sama sekali dari pantulan jernihnya dinding lift .Angel berada di dalam lift untuk menuju ke ruangan kerja nya yang terletak di ruangan yang sama dengan Arga .


Angel menarik nafas dan menarik sudut sudut bibirnya agar tidak kelihatan ceria , ia tidak boleh kelihatan murung .karena semalam , sudah menjadi keputusan nya sendiri untuk tetap berada di sisi Arga ,walaupun lelaki itu sudah tidak menginginkan nya . Angel tidak bisa menjilat kembali ludah yang telah ia buang , dan pergi meninggalkan tempat itu . Angel sudah terlanjur malu ya harus melangkah terus .


Pintu lift terbuka , pertama kali yang ia lihat adalah resepsionis di lantai kerja Arga , siapa lagi kalau bukan sahabatnya Anisa gadis cantik yang suka mencepol rambutnya .


"selamat pagi Anisa ." sapa Angel pada Anisa .


"selamat pagi Angel ."Tapi Anisa melarang angel untuk masuk ke dalam kubikelnya .


" Aku senang kamu masih ada di sini , itu artinya kamu ngak di pecat , tapi tahan dulu , ceritanya nanti saja , pak bos sudah datang sejak tadi ."bisik anisa . Kabar itu membuat Angel mengerutkan keningnya dan menahan diri untuk menceritakan apa yang terjadi semalam .


Sepertinya Angel harus menghadapi Arka terlebih dahulu sebelum jam kerja di mulai . Angel menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan .


" aku masuk dulu ya ." ucap Angel pada Anisa . Angel segera menuju ke ruang kerjanya yang jadi satu ruangan dengan Arga .

__ADS_1


" Selamat pagi pak Arga ." sapanya dengan wajah yang ceria . Angel tidak ingin Arga melihat wajah murungnya seperti pagi tadi .


__ADS_2