Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
163


__ADS_3

Angel menyimpan ponselnya tidak menjawab pesan dari Anisa . Sikap aneh yang ada pada diri Arga biarlah tidak ia jawab ,memang sikap.aneh Arga kali.ini sering ia dapati akhir akhir ini . Baru saja ia menyimpan ponselnya , akan melanjutkan kerjaan nya tiba tiba ponselnya berdering lagi .


satu pesan masuk ke dalam ponselnya , tak ingin penasaran ia raih kembali ponselnya , pesan dari Anisa masuk lagi .tapi kali ini bukan hanya teks pesan yang masuk tapi dengan mengirim kan foto .Angel merasa penasaran dan membuka pesan dari Anisa .


"Pak Arga sedang di lantai atas merokok . Sudah aku duga ada yang ngak beres , makanya mukanya gelap banget ." isi pesan dari Anisa .


Angel mengerutkan keningnya , ia menatap punggung seseorang yang sedang menghisap rokok , karena tidak percaya Angel menarik tepian layar ponselnya untuk ngezome foto itu agar lebih besar dan jelas .


Benar kata Anisa wajah Arga kelihatan gelap , dia menghisap rokok dengan kuat sehingga asap yang dia keluarkan dari mulut juga tebal mengepul di sekitaran wajah Arga .


Angel juga pernah melihat pemandangan ini beberapa kali , itu di saat Arga sedang frustasi maka Arga akan mengeluarkan bungkus rokoknya . Dan menghisap rokok itu kuat kuat dan juga menghembuskan dengan kuat pula .


"Ada apa dengan Arga , tidak ada angin tidak ada hujan kenapa tiba tiba ia seperti ini ," gumam Angel , ia berpikir hari ini juga tidak ada pekerjaan yang bisa membuat Arga frustasi . Proyek yang sedang di tangani juga lancar lancar saja .


"Lantas apa yang membuat Arga seperti ini ." gumam Angel semakin curiga .


"Beneran An . Kamu tidak tau apa apa ." pesan Anisa kembali masuk ke dalam ponselnya . Angel segera membalas pesan Anisa .


"Aku tidak tau Nis , ngomong ngomong ini kamu dapat dari mana . " tanya Angel . Merujuk pada foto yang Anisa kirim .

__ADS_1


"Dari group , anak anak rumpi dikantor ini . Apa kamu tidak masuk di group kantor . Apa kamu mau bergabung di group . Nanti aku masukkan ." ucap Anisa .


Memang Angel tidak ada di dalam group itu . Tak ada yang menawarinya bergabung , lagian Angel tidak suka mengikuti group group rumpi seperti itu , karena yang di bahas hanya itu dan itu saja . Apa lagi kalau bukan membahas tentang Arga bos dingin dan galak itu . Tak urung juga pernah membahas tentang dirinya sebagai saingan mereka .


"Tidak usah Nis. Aku lebih nyaman begini tidak usah masuk ke dalam group .ok terimakasih infonya , nanti saya akan tanyakan sama pak Arga kenapa kelihatan frustasi ." balas Angel . Kemudian Angel dan Anisa menutup room chattingnya .keduanya sama sama menyimpan ponselnya .


Sebenarnya di benak Angel masih bertanya tanya dengan sikap Arga dan juga perilaku dan tindakan nya hari ini . Tidak mungkin karena dirinya kan , tidak mungkin pula karena dirinya yang selama ini berusaha cuek dan menjaga jarak kan ." itulah pertanyaan yang ada di benak Angel.


Tapi jika benar karena itu , Angel akan bersorak penuh dengan kemenangan . Berarti semakin lama Arga semakin terganggu dengan dirinya . Kalau memang begitu Angel tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan isi hatinya yang tepat kepada Arga .


Bagaimanapun selama ini Ia belum pernah mengungkapkan cintanya dengan baik dan benar . Selama ini ia hanya mengunakan godaan godaan dan rayuan rayuan yang menunjuk kan bahwa dirinya suka . Tak pernah mengungkapkan dengan kata kata yang benar .


***


"Selamat siang pak ." sapa Angel yang hanya di balas dengan anggukan saja .


Angel dapat melihat wajah bosnya tidak sekeruh tadi , yang Artinya bosnya telah mampu mengatasi kekesalannya , Angel tidak jadi bertanya , takut nanti akan merusak mood Arga kembali kacau lagi . Angel memilih diam melanjutkan pekerjaan nya .


Arga juga demikian ia tak lagi mengubris Angel selain urusan pekerjaan . Sudah cukup hariini ia membuat drama dengan Angel ,drama yang tidak seharusnya ia buat . Hingga jam kerja sampai Arga dan Angel hanya bicara seperlunya saja .

__ADS_1


Angel juga tidak seperti dulu sering sering melirik Arga atau mendatangi nya untuk menggoda . Angel tampak lebih manusiawi di mata Arga . Tapi entah lah Arga malah merasa aneh , Arga juga tidak ingin memusingkan hal seperti ini .


Hari ini hari jum'at kebanyakan sebuah kantor hari sabtu dan minggu akan libur . Seharusnya mereka akan bertemu lagi di hari senen. Karena hari sabtu malam ada pesta ulang tahun klien nya terpaksa mereka harus bertemu kembali .


Arga kembali menginggatkan Angel tentang gaun yang akan di pakai besok ke pesta .


"Awas ya Angelia , kamu besok jangan sampai salah pilih warna gaun ke pesta . Dan code gaun yang harus di pakai ." pesan Arga . Yang langsung di angguki oleh Angel . Namun tiba tiba perempuan itu meringis wajahnya tampak khawatir .


"Kenapa lagi ." tanya Arga .


"Gimana kalau bapak chat saya besok sabtu malam minggu , supaya saya tidak lupa harus pakai baju warna apa ." ucap Angel sambil menaikan Alisnya . Senyum genitnya juga terbit di antara kedua sudut bibirnya . Arga mendengus kesal tahu maksud Angel .


" jangan berharap ! Kamu pikirkan sendiri warna bajunya supaya tidak lupa . Saya tidak sudi kirim pesan ke kamu secara pripadi ." jawab Arga


Angel sudah menduga akan jawaban Arga jadi ia tidak merasa kecewa ataupun sakit hati .sudah dapat ia perkirakan apa yang akan Arga katakan . Karena tidak hanya sekali dua kali ia mengoda laki laki itu . Angel lakukan itu hanya ingin menguji Arga saja .


"Iya bapak jangan khawatir , saya akan ingat warna baju dan code gaun yang harus saya pakai besok malam ." ucap Angel sambil menegakkan tubuhnya .


Sore ini benar benar hari yang berbeda dari hari hari biasanya , karena tiba tiba Arga juga ikut beranjak meninggalkan kantor bersama sama dengan Angel , saat jam kerja tiba selesai . Mereka melangkahkan kaki meninggalkan ruangan secara bersama sama juga . Sehingga banyak karyawan yang melihatnya menatap sinis kepada Angel .

__ADS_1


Entah mengapa mereka mengatakan kalau Angel telah mencuri star untuk mendapatkan hati bosnya . Dan pak Arga juga telah merelakan hatinya untuk di miliki oleh Angel . Itulah yang ada dalam pandangan dan pikiran para karyawan . Dan kenyataan nya tidak seperti itu .


Lagi lagi Angel tak menghiraukan tatapan sahabat sekantornya , ia dah terima tatapan itu semenjak dia masuk ke kantor itu , dan di terima sebagai sekretaris Arga .


__ADS_2