
"Haruskah aku memaafkan nya ." Angga balik bertanya .
"Tergantung alasan nya , kalau masuk akal , ya kenapa tidak ." ucap Nisa .
Angga tersenyum dan menghentikan mobilnya saat lampu lalu lintas berwarna merah . Angga mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut .
"Ya aku memaafkan dia , tapi semenjak kejadian itu kita sudah jarang berbicara , mungkin dia juga punya masalah sendiri ." jawab Angga .
"Boleh aku tau masalah apa ." tanya Nisa . Angga melajukan mobilnya kembali.saat lampu lalu lintas telah berubah hijau .
"Apa kamu masih ingat , kalau aku pernah bilang Rangga sudah punya anak , dari wanita wanita yang sering dia kencani ." Nisa mengangguk .
"ya , Rangga sedang mencari putri kecil serta ibunya yang pergi meninggalkan nya .entah pergi kemana Rangga tidak tau ." jelas Angga .
"Laki laki kadang mau menang sendiri , sekarang setelah tiada baru terasa , aku yakin sekarang dia pasti kebinggungan ." ucap Nisa prihatin . Angga melirik istrinya sebentar ia juga tersentil dengan ucapan istrinya , karena ia juga laki laki yang pernah menyakiti hati istrinya .
Angga juga tidak mau ikut campur dengan urusan sahabatnya itu . Dari awal Angga tau kalau wanita itu akan pergi . Karena jauhnya perbedaan sosialitas , dan tekanan yang keras dari keluarga Rangga .
"karena kalian sudah baikan , boleh tidak kita makan ke restoran itu . Karena aku sudah menahan nya sejak kemarin ." ucap Nisa .
"tentu boleh sayang , yang sudah kita ke sana sekarang ." ucap Angga dan melajukan mobilnya menuju ke restoran miliknya dan Rangga .
\*\*\*
Nisa melirik suaminya yang bekerja di meja kerja nya yang ada di kamar mereka , jam di dinding menunjuk kan angka 10 . Sementara suaminya bekerja sejak jam 8 malam . Nisa menarik nafas kuat kuat dan keras . Ia berusaha suaminya itu mendengar , ternyata nihil suaminya terlalu fokus dengan pekerjaan nya . Sehingga tidak menghiraukan nya .
"ekhemm ." Nisa kembali mencoba menarik perhatian suaminya . Berhasil , Angga menoleh dan mendekati Nisa sambil membawa air minum .
"Minum , yang ." ucap Angga sambil menyerahkan air minum nya yang tinggal separuh di gelasnya . Setelah menyerahkan gelasnya kepada istri tercintanya , Angga kembali lagi ke tempat kerjanya .
__ADS_1
"Aku ngak mau minum ini ." protes Nisa sambil meletak kan gelasnya sedikit kasar di atas meja sebelahnya .
"Memangnya kamu mau minum apa Nis .."tanya Angga dengan lembut tanpa melihat wajah istrinya , tapi tetap tatapan nya fokus pada berkas berkas yang ada di mejanya .itu yang membuat Nisa semakin uring uringan . Karena merasa di abaikan oleh suaminya .
"Aku mau minum es krim tapi ngak pakai es ."ucap Nisa .membuat Angga menoleh padanya .
"Maksudnya ,yang ." tanya Angga yang tidak paham dengan ucapan istrinya .
"Mau makan eskrim tapi ngak mau yang dingin ."ucap Nisa , memang itu yang ia inginkan sekarang bukan semata mata ingin mengerjai suaminya yang telah mengabaikan nya .
"Mana ada nisa .,semua es krim pasti pakai es .kalau ngak pakai es itu namanya bukan es krim ." ucap Angga yang geleng kepala . Yang Angga anggap ucapan istrinya sangat konyol . Tidak masuk di akal .
"Tapi aku kan mau makan itu ..." ucap Nisa dengan suara melemah , bibirnya mengerucut dan air matanya sudah mengenang di pelupuk mata . Angga yang sadar dengan itu jadi gelagapan .ia tinggalkan pekerjaan nya dan mendekati istrinya .
" Sayang , maksud saya es krim memang pembuatan nya lewat pembekuan di kulkas biar tetap dingin , baru itu namanya eskrim ." ucap Angga menjelaskan pada istrinya .Nisa pun menunduk .
"Baik , kamu tunggu di sini ya , aku buatkan sebentar ." ucap Angga , Angga berdiri untuk segera meninggalkan ranjang .tapi Nisa mengikutinya dari belakang .
"Aku ikut ." ucap Nisa bergelayut manja di lengan Angga .
***
Setelah selesai membuat krim strobery untuk Nisa . Angga menemani Istrinya makan krem strobery di ruang tamu sambil nonton TV .
"kamu ngak mau makan ini .enak sekali ." ucap Nisa . Ia menawari suami nya sudah tiga kali . tiga kali juga Angga menolak . Angga mengangkat tangan untuk mengelus kepala istrinya .
"Cepat kamu habiskan setelah itu kita kembali ke kamar lagi ." ucap Angga . Mendengar kata kamar Nisa tidak ada selera makan lagi , ia letak kan mangkoknya ke atas meja dengan kasar . Kalau kembali ke kamar pasti suaminya akan kerja lagi .
"Kamu akan kembali bekerja lagi ." tanya Nisa kesal
__ADS_1
"Itu .." Angga tidak bisa mengatakan tidak . Karena berkas nya memang sangat oenting untuk bahan meeting besok pagi . Dengan klien nya untuk pengajuan kontrak kerja sama .
Melihat Angga diam Nisa sudah bisa menebak . kalau suaminya akan kembali bekerja dan kembali mengabaikan nya . Nisa menyentak tangan suaminya dari atas kepalanya . Dan pergi menunju kamar mereka .
"Nisa sayang , " panggil Angga yang juga ikut berdiri mengejar istrinya . ia tatap punggung istrinya tidak tega sebenarnya ia melihat istrinya murung , tapi pekerjaan nya juga penting tidak bisa ia tinggalkan .
"Ngak usah sayang , sayang ...kamu tidak sayang pada ku , kamu lebih sayang dengan pekeejaan mu ." ucap Nisa dengan ketus .
"Sayang ." panggil Angga ia menanggapi kemarahan istrinya dengan santai .
Nisa berdecih menaiki anak tangga , Angga tersenyum geli di belakangnya . Nisa menutup pintu kamarnya dengan keras tidak peeduli dengan suaminya yang jalan di belakangnya . Untung Angga sudah menjaga jarak kalau tidak mungkin hidungnya yang akan jadi tumbal keganasan pintu kamarnya .
Angga membuka pintu kamarnya dan mendapati Istrinya telah terbaring di atas tempat tidur nya dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya .
Angga mendesah pelan . Ia akan menemani istrinya dulu hingga tidur baru akan melanjutkan pekerjaan nya nanti . Angga naik ke atas tempat tidur ia turunkan selimut yang menutupi wajah istrinya .
Mata Nisa tertutup seakan benar benar tidur . Angga langsung menunduk dan ******* bibir istrinya . Ia gemas dengan ekspresi istrinya itu .
Nisa tidak membalas juga tidak menolak ciuman dari suaminya . Angga bertambah gemas dan menaruh tangan nya di atas perut istrinya dan bermain main di sana , Nisa mulai terpancing dan segera menepis tangan suaminya dari atas perutnya .
"jangan sentuh sentuh aku ngak suka ." ucap Nisa ketus kemudian berbaring memunggungi suaminya .
Angga ikut berbaring miring menghadap istrinya dengan bertopang di sebelah tangan nya . Ia memutuskan menunggu sampai marah istrinya mereda baru nanti akan bicara baik baik dengan istrinya .
Karena tiada pergerak kan dari suaminya . Nisa melirik ke belakang dan mendapati suaminya tersenyum genit sambil.mengedipkan sebelah matanya .Nisa menyibak selimutnya .
"Mau kemana ." tanya Angga yang melihat istri nya turun dari ranjang .
Nisa melirik sebentar ." mau ke kamar mandi .,"ucap Nisa .
__ADS_1