
Nisa memwjamkan mata saat mendapat cihman tiba tiba dari suaminya .Angga tersenyum dan melanjutkan masaknya . Nisa merubah posisinya menjadi menupang dagunya dan lanjut memperhatikan suaminya .
"Nanti kalau aku ingin belajar masak , belajar saja sama kamu , biar aku tidak mengeluarkan uang untuk belajar masak ." ucap Nisa .
"Kamu tidak bisa masak pun ,aku tidak tidak apa apa . Aku tetap akan menerimamu dan segala kekurangan kamu ." ucap Angga .
Wajah Nisa memerah mendengar ucapan suaminya .
"Apa kamu tidak ingin nyicipin masakan aku ." tanya Nisa dan Angga menggeleng tanpa melihat pada istrinya , ia fokus dengan masakan nya , tujuan nya hanya satu agar istrinya bisa cepat makan .
"Masakan kamu tak akan seenak masakan aku , jadi sebaiknya kamu tidak usah masak .
Nisa mengambil sendok yang ada di meja makan dan membantingnya dengan keras . Perkataan Angga membuatnya tidak senang .
" Aku salah ngomong ." tanya Angga bingung .
"NGAK..lanjutin aja masak kamu , awas kalau tidak enak . Kamu akan aku pecat jadi suami aku . Nisa berdiri dari duduknya dan meninggalkan suaminya sendirian .
Baru saja Nisa mendudukkan pantatnya di sofa ,suara bel pintu ada yang tekan . Malas sebenarnya ia untuk bangun kembali , sedangkan bi sarijem telah kembali pulang ke rumahnya sejak tadi . Nisa melirik suaminya yang sibuk memasak , ia berharap suaminya yang membukakan pintu . Tapi suaminya tidak memperhatikan ada nya suara bel pintu dia fokus dengan masakan nya . Terpaksa Nisa berdiri sambil mengedumel , ia masih kesal dengan ucapan suaminya .
Begitu pintu ia buka Nisa langsung di serbu dengan pertanyaan oleh mama mertua juga bunda nya .
"Angga bilang kamu sedang tidak enak badan . Mana yang sakit ." tanya Tiara penuh dengan kecemasan . Sambil meletak kan punggung tangan nya di kening Nisa .
"ngak panas ." gumam Tiara .
"Angga bilang kamu telat datang bulan , apa benar ." kali ini putri yang bertanya . Dimas dan Ardy hanya tersenyum maklum pada istri istri mereka dan dengan santainya ia menarik koper masuk ke dalam rumah .dan duduk di sofa ruang tengah .
"kok kalian pada bawa koper koper bun , apa pada mau nginep ." ucap Nisa melihat para suami mama dan bundanya menarik koper besar besar masuk rumahnya .
"Jadi benar ,kamu telat datang bulan sayang ." tanya Tiara sengaja tidak menghiraukan pertanyaan putrinya . Nisa menarik nafas lalu tersenyum dan mengangguk pasrah .
__ADS_1
"Sudah ke dokter sayang ." tanya calon ke dua calon nenek itu bersamaan .
"Tadi dokternya yang je sin..
"Hasilnya ." ucapan Nisa di potong lagi oleh kedua calon nenek itu . Nisa tersenyum lebar .
"hasilnya positip ma ,bun . Tapi belum periksa secara lanjut , besok rencananya akan ke rumah sakit ." ucap Nisa sambil melirik suaminya yang masih sibuk di dapur tanpa menghiraukan keramaian oleh kedatangan kedua orang tuanya .
"Dengarkan pa , swbentar lagi kita akan punya cucu ." ucap putri pada Dimas . beda dengan Tiara yang hanya memeluk suaminya dengan senang .bukankah putrinya yang mengandung .kenapa tidak ada seorangpun yang memeluk putrinya .
Ke empat orang tua itu akhirnya asyik ngobrol sendiri dari membicarakan calon cucunya merencanakan nama , siapa yang akan mengasuh ,hingga tempat sekolah cucu nya belum lahir bahkan masih berumur mingguan .
Nisa pergi meninggalkan ke dua orang tuanya dan kedua mertuanya kembali menemani suaminya . Karena tidak di ajak bergabung oleh mereka .walau hati Nisa masih dongkol oleh kata kata suaminya tadi .
"kamu tidak lihat para orang tua itu ." tanya Nisa yang kembali duduk di kursi yang ia tempati tadi .
"Lihat ." jawab Angga acuh .
"Nanti yang terpenting sekarang kamu makan dulu ." ucap Angga sambil menghidangkan masakan nya ke depan Nisa .
"Mau pakai nasi ." pinta Nisa , Angga segera menuang nasi ke piring lalu memberikan nya kepada istrinya . Keduanya juga asyik makan tidak menghiraukan kedua orang tua masing masing yang masih sibuk berunding .tentang masa depan anak Nisa dan Angga nanti .
Hingga mereka selesai makan , kedua orang tua mereka juga belum selesai berunding . Angga dan Nisa memutuskan untuk bergabung dengan mereka .
"Pa , ma , Ayah ,bunda ,Anak kami belum lahir , tidak kah pamali kalian bicarakan itu lebih awal . Bisa itu kita bicarakan nanti setelah anak kami lahir .." ucap Angga .
Ke empat orang tua itupun serentak melihat ke arah mereka ." Apa salahnya kita siapkan lebih awal ." ucap Dimas papanya Angga .
"Iya pa ,ma , ayah dan bunda ,tapi juga bukan sekarang juga ,kan masih lama kita juga belum tau , cewek apa cowok ." ucap Nisa dengan sopan .
"Baiklah kita bicarakan ini nanti ." jawab Dimas .
__ADS_1
"Jadi sekarang bagaimana sayang keadaan kamu , ada yang di keluhkan tidak , atau ada yang kamu inginkan ." tanya putri dengan lembut , karena saat dirinya mengandung Angga mengalami mual dan muntah yang sangat parah .
"Untuk saat ini belum ma ," jawab Nisa sopan .
...****************...
Nisa kembali masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan badan nya di atas ranjang .setelah kedua orang tuanya dan mertuanya pulang . Sebenarnya Nisa sudah sangat ngantuk tapi ia sangat menghargai kedua orang tua dan mertuanya . Sehingga ia menahan nya .
"Kamu tidak mandi dulu ." tanya Angga yang baru saja masuk ke kamar mereka dengan membawa laptop di tangan kanan nya dan ponsel di tangan kirinya . Nisa menyakini kalau suaminya bukan untuk istirahat tapi pasti akan bekerja setelah dari luar kota .
"Ngak aku ngantuk banget ." jawab Nisa pelan . Angga juga hanya mengangguk dan duduk di kursi meja kerjanya . Meja kerja Angga memang ada di sebelah meja rias Nisa .
"Ga ." panggil Nisa pada suaminya yang telah larut dalam pekerjaan nya.
"Hemm ." jawab Angga
"Anggaaa ." panggilnya lagi .
"Iya ." ucap angga tanpa mengalihkan pandangan nya dari pekerjaan nya . Hal itulah yang membuat Nisa kesal .
"Sayanggg ." Panggil Nisa yang di buat buat sehingga kedengaran manja .
"Iya sayangku ." ucap Angga yang langsung menoleh menatap istrinya . Nisa tersenyum mendengar jawaban dan tanggapan dari suaminya .
"Sini dong ." Nisa menepuk nepuk ranjang sebelahnya yang kosong . Angga segera menutup laptopnya dan berjalan mendekati Istrinya dan berbaring di sana .
"Ada apa hemmm ." tanya Angga . Nisa segera merengsek masuk ke dalam pelukan suaminya .
"Aku ngantuk , dan kamu juga harus tidur ." ucap Nisa sambil memeluk erat pinggang suaminya .
"Baiklah ," ucap Angga dan memeluk erat istrinya sambil mengelus elus punggung istrinya agar bisa tidur dengan lembut .tak perlu waktu lama Angga mendengar dengkuran halus dari istrinya .
__ADS_1
Angga ingin bangun untuk menyelesaikan pekerjaan nya .tapi istrinya memeluknya dengan erat . Angga tidak tega untuk melepaskan pelukan istrinya , sehingga Angga memutuskan untuk menemani istrinya tidur .