
Sungguh dalam hati Angga telah mengumpat ingin melaporkan orang yang telah mengedor pintu rumah nya malam malam , kalau tidak penting dengan tuduhan menganggu ketenangan orang .
Angga membuka pintu rumah nya dan ia melihat seorang laki laki berdiri di depan pintu yang tidak ia kenal .
"Maaf menganggu istirahat anda . Saya hanya di tugaskan untuk mengantarkan istri anda ." ucap laki laki itu yang tiada lain adalah asisten jonsen . Alex menatap Angga dengan tatapan aneh .tanpa menunggu jawaban dari Angga , alex melangkah membuka pintu mobilnya dan menarik tangan seorang wanita .
Angga melototkan matanya saat melihat wanita itu tiada lain adalah Nisa .Ia bergegas berjalan dengan cepat dan menepis tangan pria asing itu dari pinggang Nisa.
"Bagaimana dia bisa dengan anda ." tanya Angga dengan curiga .
"saya asisten dari kekasih sahabat wanita ini , Bos saya mengantar Kekasihnya dan saya bertugas mengantar kan wanita ini . Kami menemukan mereka di sebuah Club malam ." kata alex menjelaskan .
"Baiklah terimakasih , telah mengantar istri saya . Silahkan anda boleh pulang ." usir Angga . Dan langsung mengendong Nisa masuk ke dalam rumahnya . Angga berdiri di depan pintu kamar tamu , ia baru ingat kalau kamar tamu belum ia bersihkan .
mau tidak mau Angga terpaksa membawa Nisa ke dalam kamar pribadinya . Angga membaringkan badan Nisa pelan pelan ke atas ranjangnya . Tepat Nisa mengeliat d!n wajah Angga tepat berada di depan payudara Nisa .
"Astaga ." Gumam Angga yang melihat pakaian Nisa benar benar menggoda iman nya . Di tambah baju bagian bawah Nisa juga tersingkap hingga menunjuk kan paha Nisa yang mulus . Tali baju di bahunya juga melorot menampilkan separuh *********** yang putih mulus dan menggoda .
Tidak cukup itu saja , bibir merah Nisa yang sedikit terbuka seakan memanggilnya untuk segera mencicipinya. Darah Angga berdesir halus , jantungnya berdetak lebih cepat , Angga mengusap wajahnya kasar .
"Bisa gila aku di hadapkan dengan ujian seberat ini ." gumam Angga .dengan cepat Angga menari selimutnya untuk menutupi seluruh tubuh Nisa . Dari kaki hingga wajah , karena seluruh tubuh Nisa semua sangat menggodanya .
Angga pergi mengambil selimut lain dari lemari . Dan pergi menuju sofa panjang yang ada di kamarnya . Baru tadi pagi ia ingin mengeluarkan sofa itu , sekarang mungkin akan ia batalkan .karena sofa itu ternyata lebih berguna daripada apa yang dia pikirkan .
__ADS_1
Angga membaringkan badan nya di sofa dan baru saja ia memejamkan matanya , ia merasakan ada sesuatu yang berat menindih tubuhnya . Angga membuka matanya dan menemukan Nisa sedang tersenyum manis di atas wajahnya .
"Kamu sudah sadar ." tanya Angga sambil berusaha menyingkirkan tubuh Nisa dari atas perutnya .bukan apa apa , ia sudah susah payah menghalau gairahnya yang sempat bangkit tadi .Dan sekarang posisi Nisa yang di atasnya , tentu akan membangkitkan gairahnya lagi . dengan pakaian nya yang sangat menggoda , Angga sebagai pria yang normal tentu akan mudah terpancing kembali
Nisa mengangguk dan mengeleng sambil mengedipkan matanya dua kali , sambil tersenyum manis .
"Di lihat dari dekat ternyata kamu seperti ini , sangat tampan ." gumam Nisa pelan .
Angga berhasil memindahkan Nisa dari atas perutnya dan ia duduk kan di sofa . Angga sendiri segera bangkit dan berdiri menatap Nisa dengan tatapan datar .
"Kamu jangan mengidaku , aku tidak punya iman yang kuat ." ucap Angga dengan tegas .
"Hehe aku juga tidak punya iman yang kuat , maka itu aku juga tergoda dengan mu ." ucap Nisa sambil berdiri sambil sempoyongan .
Lalu Nisa berusaha mengapai Angga yang mundur menjauhi nya . Tapi Nisa tetap berusaha jalan mendekati Angga . Meski langkah nya tidak stabil . Angga merasa terpojok saat langkahnya telah terhalang oleh tembok .
Nisa mengangkat sedikit wajahnya menatap wajah Angga , tinggi Nisa hanya sebahu Angga membuat Nisa kesusahan untuk melihat wajah Angga .
Dengan satu gerak kan Angga membalik posisi mereka sehingga sekarang Nisa yang terpojok di dinding . Nisa bukan nya takut di perlakukan seperti itu oleh Angga . Nisa malah mengalungkan tangan nya di leher Angga .
Nisa berjinjit dan mencium bibir Angga , kemudian melepaskan leher Angga .
"Selamat , kamu mendapatkan ciuman pertama aku ." ucap Nisa sambil bertepuk tangan . Angga mengangkat alisnya tidak percaya dengan pernyataan Nisa . Angga kemudian tersenyum licik .
__ADS_1
" anggap saja aku percaya , dan aku ingin mengetesnya sekarang ." gumam Angga .
Angga segera menari Nisa ke dalam dekapan nya dan menyatukan bibir nya dengan bibir Nisa . Angga menyesap berlahan bibir Nisa , mengenali rasa yang mungkin akan membuatnya candu . Tak cukup sampai di situ ,Angga menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Nisa , ia ingin mencari lidah Nisa untuk di ajak menari bersama .
Sekarang Angga baru.percaya kalau itu tadi ciuman pertama Nisa . Karena selama berciuman Angga merasakan kalau.Nisa masih kaku ,gerakkan nya ragu ragu , jelas menyatakan kalau Nisa belum pernah berciuman .
Angga segera melepaskan tautan bibirnya , ia menangkap rona merah di wajah wanita itu .
"Oh betapa manisnya." bisik Angga terpana .Nisa menyandarkan kepalanya di dada Angga dan tertidur . Angga kembali mengendong Nisa dan ia baringkan di ranjangnya . Lalu Angga masuk ke kamar mandi dan menguyur tubuhnya yang telah terbakar oleh gairah yang tak tersalurkan .
Keesokan harinya Nisa terbangun dan langsung dudk karena merasakan kepalanya pusing . Nisa baru sadar kalau dirinya tertidur di atas ranjang tidak seorang diri .
" Dia bukan Angi kah , seingat aku rambut Angi rambut nya panjang tidak sependek ini ." gumam nisa dan menarik orang yang terbaring di sampingnya .
"Aaaaaaaa ." teriak Nisa sambil menendang orang yang tidur di sampingnya itu , hingga jatuh dari tempat tidur . Angga yang terjatuh ke lantai meringis kesakitan .
"Apa kamu gila ." Tanya Angga kesal sambil meraba pinggangnya yang sakit .
"kau .., kenapa kau ada di sini ." teriak nisa sambil menujuk tepat di depan wajah Angga . Angga menangkap tangan Nisa dan menurunkan nya .
" seharusnya aku yang bertanya , kenapa kamu datang ke rumahku dalam keadaan mabuk ." tanya Angga .
Nisa langsung mengamati ruangan kamar itu .ia benar ia tidak mengenali kamar itu .
__ADS_1
"i ..ini rumah kamu ." tanya Nisa dengan gugup .
"Iya dan kamu membuat aku tidak bisa tidur semalaman ." ucap Angga . Benar semalam Angga tidak bisa tidur walau sudah mandi air dingin .bagaimana bisa tidur kalau ada wanita cantik yang sangat mengoda dan tidur satu kamar , satu ranjang dengan nya , bahkan sangat dekat dari jangkausn nya . Bila ia laki laki jahat mungkin Nisa telah ia tiduri .