Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
74


__ADS_3

Wanita itu hanyalah korban . Dan Rangga menunggu wanita itu datang minta pertanggung jawaban nya . Tapi hingga sekarang tidak ada wanita yang datang .


Rangga menoleh saat pintu kamar hotel terbuka ." Bagai mana apa kamu menikmatinya ." tanya Rangga pada orang yang selalu menggantikan nya .


"Hahaha selalu bos ." jawab pria itu . Rangga masuk ke dalam kamar hotel setelah orang kepercayaan nya pergi . Suasana kamar sangat gelap , tapi Rangga masih bisa mencari letak sofa yang selalu ia duduki . Rangga mengeluarkan rokoknya dan mematik api dan menyalakan rokoknya , Rangga berdiri untuk menyalakan lampu kamar . Dan kembali duduk lagi di sofa .


"pak Rangga ." panggil Sinta dengan suara sedikit mendesah , Yang dia buat buat .


"Terimakasih untuk malam ini , dan ini bayaran untukmu ." ucap Rangga sambil berdiri untuk meninggalkan kamar itu .


"pak Rangga tunggu ." ucap Sinta menghentikan langkah Rangga .


"Kalau pak Rangga membutuhkan kehangatan lagi , saya siap menemani bapak ." ucap Sinta . Yang berdiri di depan Rangga tanpa malu , walau tanpa memakai sehelai benang atau kain selimut untuk menutupi tubuhnya .


"Terimakasih sinta ." ucap Rangga dan pergi meninggalkan sinta seorang diri . Dan membiarkan sinta berpikir kalau dirinyalah yang telah menyentuhnya .


Setelah bekerja selama seminggu . Indah mendapat cuti .hari itu Indah pergi menggendong putranya yang bernama Arga ,putra semata wayang nya . Yang baru berusia empat bulan .


"Arga putra kecil bunda , haus ya ." tanya Indah saat mendengar rengek kan putranya . Indah segera membuatkan susu formula untuk putra nya . Indah sangat sedih karena tidak bisa memberi putra ASI dengan baik . ASI indah tidak bisa keluar dengan lancar .


"Indah ." .


"Iya kak ." sahut Indah . Ia tersenyum melihat kedatangan kakak ipar nya . Kakak iparnya sangat baik dan banyak membantunya saat ia mengalami hamil muda , hingga saat ini .


"Kamu tidak kerja ." tanya cintya . Kakak ipar Indah . Cyntia menikah dengan abang satu satunya indah , dua tahun yang lalu . Tapi sampai sekarang mereka belum di karuniai anak .

__ADS_1


Sehingga dulu abangnya dan kakak iparnya ingin memungut Arga sebagai putranya . Tapi Indah tidak mau , ia juga ingin di panggil bunda oleh putra kandungnya .


"Hari ini Indah dapat cuti kak . Kemarin kan Indah sudah bilang saat jemput Arga dari sana ." ucap Indah . Sebenarnya Cyntia juga mendengarnya . Pertanyaan itu cuma sebagai basa basi saja .


"aku bosan di rumah sendirian , mas widodo juga melarang aku kembali kerja . kalau rumah tidak ada putra kecilmu aku akan mati karena bosan . Seandainya aku bisa melahirkan anak aku sendiri ." ucap Cyntia lesu membayangkan dirinya bisa melahirkan darah dagingnya sendiri .


Indah duduk di samping cyntia , ia mengelus bahu kakak ipar sekaligus sahabatnya sendiri .Indah memberi dorongan dan semangat untuk cyntia .


"percayalah suatu saat Alloh pasti akan memberi kalian keturunan . Mungkin sekarang Alloh masih menyuruh kalian untuk berdua"an dulu ." ucap Indah .


"Berikan Arga padaku , orang tua bilang kalau aku mau mengasuh anak kecil , aku akan bisa cepat tertular untuk mendapat momongan ." ucap cyntia .


"Aminn..." Ucap Indah sambil menyodorkan anaknya ke pangkuan Cyntia .


"Belum ada kabar tentang Ayahnya Arga ." tanya cyntia . Indah hanya menggeleng kan kepalanya , entah tidak tau sampai kapan Indah akan berbohong terus . Karena Yang cyntia tau , Arga adalah anaknya Indah dengan pacarnya yang pergi entah kemana dan tidak mengetahui kalau Indah sedang mengandung . Padahal Indah di bayar oleh seseorang untuk menjebak Rangga .


Karena kehidupan keluarganya yang pas pasan demi mendapatkan uang ,Indah tergiur dengan tawaran seseorang .untuk memberikan obat tidur ke minuman Rangga , dengan imbalan uang sebesar lima puluh juta .


setelah tugasnya Indah selesai dan akan mengambil upahnya , Indah baru tau kalau obat yang di masuk kan ke minuman seseorang bukan lah obat tidur tapi , obat perangsang .Indah menutup mulutnya .


"Bagaimana , udah kalian masukkan obat perangsang itu ,"ucap salah satu dari orang orang itu .


"Beres , sebentar lagi kita akan lihat kehancuran Rangga .reputasi dia akan hancur ." jawab yang satunya lagi .


"celaka ." ucap indah saat itu . Dan berlari lagi ke tempat Rangga . Maksud indah akan melarang rangga untuk meminum minuman itu , tapi apalah daya Rangga telah meminumnya hingga habis .

__ADS_1


Diam diam Indah mengikuti langkah Rangga dari belakang . Dan Indah menarik Rangga pria yang tidak ia kenal ke sebuah ruang kosong dan gelap . Maksud indah akan mengurung Rangga agar tidak kena masalah , namun yang terjadi malah dirinya yang jadi korban .


Kesucian Indah terengut . Di dalam ruang yang kosong dan gelap . Indah tidak mampu bicara banyak hal , karena dia juga bersalah dalam hal ini . Indah juga tidak mau meminta pertanggung jawaban karena ada rasa takut kalau kalau Rangga akan marah padanya , dan juga pasti pria itu tidak akan mau bertanggung jawab .


***


Indah kembali mendapat tugas mengantar makan siang Rangga . Indah membawa nampan di tangannya dengan berhati hati , ia mengetuk pintu ruangan kerja Rangga . dan membuka pintu setelah mendapat ijin untuk masuk .


"Ini makan siang anda pak ." ucap Indah dan meletakkan makan siang Rangga di meja sofa seperti perintah yang sudah di tentukan oleh Rangga .


"Apa kamu sudah makan siang ." tanya Rangga basa basi .


"Be ..belum pak ." ucap Indah jujur , karena sebagai waiters harus nunggu giliran bila pengunjung sepi baru bisa makan . Dan hari ini Indah mendapatkan giliran terakhir untuk makan .


Rangga hanya mengangguk , tidak mungkin ia menawari wanita itu untuk makan bersamanya .saat Indah akan berjalan keluar dari ruangan Rangga . Tiba tiba listrik padam .


"Akhhh ...."Reflek Indah meraih lengan Rangga dan berteriak .


Rangga menegang , ia merasa dejavu , tarikan ini., sentuhan ini , dan suasana ini , ingatan nya lari ke kejadian malam satu tahun yang lalu


"Apa wanita ini , wanita yang sama di malam satu tahun yang lalu ." gumam Rangga dalam hati .


Rangga ingat di pundak wanita satu tahun yang lalu ada tahi lalat hidup yang menonjol .hampir saja Rangga akan menyentuh bahu wanita itu ,tiba tiba listrik menyala lagi .


"Maaf pak , saya permisi dulu ." ucap Indah sambil menunduk dan melangkah dengan cepat meninggalkan ruangan Rangga . Tidak hanya Rangga yang merasakan Dejavu tapi indah juga merasakan itu .

__ADS_1


Rangga masih tetap berdiri di tempat ia berdiri bersama dengan indah tadi . Ia belum beranjak menyantap makan siangnya . Ia kepikiran dan penasaran dengan siapa diri Indah yang sesungguhnya .Rangga meraih ponselnya dan menghubungi sahabatnya yang bekerja sebagai detektif swasta untuk mencari tau siapa Indah yang sebenarnya .


__ADS_2