Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
98


__ADS_3

Kalau saja Joni mau menurunkan egonya dan kecemburuan nya pada Rangga sedikit saja , mungkin kejadian hari ini tidak akan mungkin terjadi . Tapi Rangga tidak ingin menyesalinya . Rangga malah bersyukur , Karena kecemburuan Joni Ia bisa mendapatkan Indah dan Arga dalam hidupnya .


"Kalau bicara mu sudah selesai saya ingin pulang lebih dulu ." Rangga tidak ingin berdebat dengan Joni . Malas untuk meladwni .


"Sebagai seorang kakak aku ingatkan padamu , tinggalkan wanita yang telah kamu perkenalkan kemarin sebagai calon istrimu itu ." Joni percaya ia akan mampu menggoyahkan posisi Rangga . Cinta kadang membuat sesworang menjadi bodoh . Dan salah satunya adalah Rangga .


"Kenapa aku harus menurutimu , kakak ." tanya Rangga yang pura pura polos seakan seperti seorang adik yang penurut .


"Karena wanita yang kamu cintai itu adalah wanita panggilan . Bahkan aku ragu , apa benar bayi yang dia katakan bayimu itu benar benar darah dagingmu .mungkin bisa saja itu bayi orang lain ." jawab Joni dengan nada mengejek . Rangga mengepalkan tangan di balik punggungnya . Ia tidak suka bila ada orang lain yang menghujat atau mengatai Indah yang jelek jelek .


" kau salah , Indah wanita yang baik baik , aku sudah membuktikan nya , bahkan Akulah laki laki pertama untuknya ." meski dalam pengaruh obat , tapi Rangga masih bisa menguasai kesadaran nya . Rangga jelas tau kalau malam itu hal yang pertama bagi Indah di dukung jari jeritan kesakitan dari Indah . Dan bercak darah yang ada di lantai ruangan itu .


Joni tertawa seakan Rangga omong kosong di depan nya .


"Aku pernah melihatnya di BAR dan dia juga pernah merayuku . Hanya saja aku menolak nya , karena wanita seperti itu yang di incar hanyalah Uang ." Joni bicara semakin membual . Joni ingat kalau Indah adalah wanita yang ia temui di BAR . Dan juga yang ia mintai bantuan untuk memasukan obat perangsang ke dalam minuman Rangga . Dan Jodi tidak tau bagaimana awalnya mereka menjadi sepasang kekasih .


"Sekarang baru aku tau dengan jelas , ternyata kamu pandai membuat cerita , seharusnya kamu jadi saja seorang penulis cerita bukan sebagai pengusaha atau pembisnis ." ucap Rangga . Joni mengepalkan tangan nya di dalam saku celananya yang ia pakai . Ia merasa tersinggung dengan ucapan Rangga . Tapi ia masih bisa menyembunyikan emosinya di depan Rangga .


"cinta ternyata membuatmu buta ." ucap Joni yang masih tidak ingin menyerah .

__ADS_1


"Terimakasih ." ucap Rangga alih alih marah atau tersinggung , Rangga malah mengucapkan terimakasih .


"kamu tidak 0erlu berterimakasih ." ucap Joni .


"Aku harus mengucapkan Terimakasih padamu , kakak . Kalau bukan karena kamu , Aku tidak mungkin bertemu dengan Indah . Kau memintanya untuk memasuk kan sesuatu ke dalam minuman aku , bukan . Dia memang berhasil , tapi . Dia kembali dan membawaku keluar dari BAR setelah dia mendengar pembicaraan kamu dengan wanita bayaran kamu yang lain . Bukankah dia wanita yang sangat baik ." jelas Rangga sedikit berbohong . Tidak mungkin Rangga mengatakan Indah membantunya keluar dari pengaruh obat itu .


Joni langsung membalik kan badan nya , ia kehabisan kata kata untuk menggoyahkan adik tirinya itu . Joni segera pergi meninggalkan Rangga seorang diri . Rangga mengangkat bahunya acuh menatap kepergian kakak tirinya . Ia tidak akan mudah termakan oleh bualan nya .


***


Sore itu adi prata mengajak istrinya wulan untuk bertandang ke rumah Indah . Ia ingin membelikan mainan untuk cucunya . Wulan datang dengan pakaian elegan dan sikap dia yang sangat arogan . Matanya mendelik menatap rumah mewah yang di beli oleh Rangga untuk Indah . Bagi Wulan itu sangat tidak pantas untuk Indah .


Indah baru saja selesai memandikan Arga , setelah selesai Indah segera menggendong Arga untuk menghampiri kedua orang tua Rangga .


"Belum pa ." jawab Indah . Sudah atau belum Indah tidak tau , karena Rangga tidak tinggal satu rumah dengan nya . Wulan hanya diam mendengarkan percakapan Suaminya dan Indah . Kalau bukan karena ancaman dari suaminya , yang akan memotong uang bulanannya ia tidak sudi datang menemui Indah .


"boleh papa gendong Arga ." tanya Adi prata .Indah mengangguk dua kali dan menyerahkan Arga ke gendongan Adi prata .


"maaf Tuan , ini mau di taruh mana ." tanya sopir pribadi adi prata , yang menenteng mainan untuk Arga . Adi prata menoleh sambil menggendong Arga .

__ADS_1


"Itu papa bawa sedikit oleh oleh buat Arga mau di taruh mana katakan pada sopir papa ." ucap Adi prata .


"Tidak usah pa , taruh di sudut ruangan sana saja , biar nanti Indah sendiri yang simpan ." ucap Indah . Adi prata memberi isyarat pada sopirnya . Tak lama kemudian datang pengantar barang yang lain dari belakang sopir pribadi adi prata .Indah terkejut ia kira barangnya cuma satu atau dua .ternyata hampir satu kamar sendiri . Tapi Indah tidak bisa bilang apa apa . Walau bagaimana Arga juga cucunya . Ia tidak boleh melarang perhatian seorang kakek pada cucunya .


"Ayo sayang , opa tunjuk kan mainan baru kamu ya ." ucap Adi prata membawa Arga mendekati mainan barunya dengan penuh semangat . Meninggalkan Indah dan Istrinya berdua .


"Kamu belum puas , dengan apa yang sudah kamu dapatkan ini ." ucap Wulan dengan kata kata sinis setelah melihat suaminya jalan menjauh .


"Saya tidak mengerti dengan apa yang Ibu katakan ." tanya Indah yang benar benar tidak paham


"Kamu jangan pura pura polos . Aku tau Kamu hanya menginginkan harta Arga saja kan ." Wulan melipat tangan nya di depan dada dengan gaya yang angkuh .


"Saya tidak seperti itu ." ucap Indah pelan . Ia merasa sakit hati dengan tuduhan Wulan kalau dirinya hanya mengincar harta Rangga . Jika dirinya benar benar hanya ingin mengincar harta Rangga maka ia sudah dari dulu menemui Rangga dan memorotinya . Tapi kenyataan nya dia tidak melakukan itu.


"Kamu tidak usah sok munafik , saya sudah banyak menemui wanita wanita tipe kamu seperti ini , kamu masih butuh berapa banyak lagi katakan , aku akan memberimu tapi setelah itu kamu harus pergi tinggalkan Rangga ."ucap Wulan .


CMaaf bu , saya menerima mas Rangga bukan karena banyak uang , Dan juga bukan karena saling menyukai . Saya menerima mas Rangga karena kami berdua sama sama punya cinta yang sama untuk Arga ." ucap Indah .


Wulan mengangkat alisnya tidak percaya dengan jawaban yang di berikan oleh Indah .

__ADS_1


"sampai kapan pun aku tidak sudi menerima kamu sebagai menantuku , selain pendidikanmu rendah , kamu juga berasal dari keluarga yang tidak jelas . Kamu tidak sepadan dengan kami ." ucap Wulan .


Indah meremas ujung bajunya menahan rasa sakit di dalam hatinya . Kata kata yang di ucapkan oleh Wulan benar benar melukai perasaan nya . Indah tidak mengatakan apa pun lagi .


__ADS_2