Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
176


__ADS_3

"Lalu siapa , kira kira yang telah menculik Angel , tidak mungkinkan benar benar ada orang yang menganggap Angel barang berharga dan special untuk ku .kalau memang begitu menyesal aku bawa Angel malam ini , sialan ." umpatArga merutuki ke bodohan nya .


"Sialan ...sialan ..." Arga menghujat dirinya sendiri yang telah lengah ,biasanya ia selalu fokus . Tidak ada seorang wanitapun yang bisa mempengaruhinya selama ini . Arga seorang duda yang tidak gampang mencium sembarang wanita . Kebiasaan itu telah ia tanam di dalam dirinya semenjak ia masih remaja . Ia ingat pelajaran yang di berikan oleh bundanya . Bagaimana bundanya dan Ayahnya bertemu hingga lahirlah dirinya .


Angel adalah wanita pertama yang ia cumbu setelah kepergian istrinya .selama ini perhatian arga tidak teralihkan , ia selalu konsisten dengan apa pun hingga tidak ada yang berani mengusiknya . Namun beberapa jam yang lalu , ia telah lakukan kesalahan tanpa dapat ia cegah .


"Arrghhhk ." kesal Arga . Waktu terus berlalu hingga membawanya ke kantuk nya . Lelah juga memikirkan di mana keberadaan Angel .membuat Arga tak tahan menahan perih di mata karena kantuk .malam memang semakin larut pantas kalau Arga juga jatuh tertidur .


Sejenak Arga harus melupakan masalahnya dengan Angel . Ia berharap Angel baik baik saja . Sehingga tidak perlu ada kejadian yang tidak menyenangkan keesok harinya .


***


Sementara Angel yang baru bangun dari ketidak sadaran nya . Yang Angel ingat terakhir kalinya adalah Arga membawanya menjauhi tempat pesta setelah menyapa pemilik pesta .


Namun kepalanya yang berdenyut menghalangi ingatan di kepalanya kembali . Akhirnya angel pasrah tidak mau menginggat lagi , ia geleng kan kepalanya. Sambil menatap setiap sudut ruangan yang sekarang ia tempati . Angel terkejut setelah sadar di mana sekarang ia berada .


"Astaga ! Ayah benar benar ya , sejak kapan aku di sini ." pekik Angel . Karena ia menyadari kalau sekarang ia berada di dalam kamar kesayangan nya di rumah pribadi Ayahnya .


Meskipun ia tidak tau bagai mana ia bisa berada di kamar pribadinya di rumah Ayahnya . Angel juga merasa tenang yang Artinya semalam ia mabuk tidak menimbulkan masalah Apapun .


Angel mengakui rumah Ayahnya adalah tempat teraman untuk nya dari segala masalah . Walau bukan tempat ternyaman untuknya karena banyak aturan yang tidak sesuai dengan dirinya


Sambil terus memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing dan nyeri . Angel segera turun dari tempat tidur king sizenya . Tidak ada yang berubah semenjak ia tinggalkan terakhir kali ia tinggal pergi . Semua masih tetap sama cat tembok , spray gorden serta karpet lantai semua masihlah warna kesayangan nya , tidak ada yang di rubah .


Sebenatrnya Angel telah berpesan kepada Bibinya agar meringkas semua , tapi Ayahnya tercintanya melarangnya . Kalau barang barang kesayangan nya harus menjadi penghuni gudang .


Angel bisa memahami keinginan Ayah nya . Ia lakukan itu semua hanya kalau suatu saat tiba tiba merindukan dirinya tak mungkin langsung lari ke apartemen nya . Maka kamar pribadinyalah pengobat rindu Ayahnya untuk dirinya . Mungkin barang barang itu sudah bosan di matanya , tapi masihlah berharga di mata Ayahnya .


"Nona sudah bangun , mau bibi siapkan air hangatnya ." sapa bibi yang tidak di hiraukan oleh Angel karena asyik melamun

__ADS_1


Angel terkejut tiba tiba Art Ayahnya datang menyapanya di dekatnya .


"Ah bibi ngagetin saja .darimana bibi masuk ." ucap Angel .


Wanita parubaya itu menoleh ke belakang ." tu lewat pintu non. Bibi sudah ketuk ketuk pintu . Sudah panggil panggil nama non .tapi non ngak ada njawab ." ucap bibi .


Angel ikut menoleh ke arah pintu , benar saja pintu kamarnya sudah terbuka . Ternyata ia asyik melamun sehingga tidak menyadari kedatangan bibi Art nya .


"Bagaimana apa non mau bibi siapkan air hangat ." tanya bibi yang melihat Angel kembali melamun lagi .


Akhirnya Angel mengangguk kan kepalanya . Memang ia butuh air hangat untuk merilekskan otot otot di tubuhnya , berharap sisa pening di kepalanya juga segera hilang .


"Bi tunggu ." panggil Angel saat bibinyanakan melangkah ke kamar mandi , ia teringat sesuatu yang harus di tanyakan pada bibinya .


"Di mana Ponsel ku bi , bibi melihat nya ." tanya Angel .


"Ponsel Non di pegang tuan besar ." jawab Bibi .


" ponsel non semalam berdering terus , dan non lagi tidur , tuan takut menganggu tidur non , jadi tuan bawa ponsel non pergi ." jawab Bibi .


Angel mencebikan bibirnya . Siapa lagi yang menelpon nya malam malam tiada henti hingga membuat Ayahnya turun tangan mengamankan ponselnya .


"makasih bi , saya cari Ayah dulu . Panggil saja kalau Air hangatnya sudah siap ."ucap Angel


Setelah mengatakan itu , Angel segera bangkit meninggalkan kamarnya dan mencari Andre Ayah tercintanya .


"Di mana Ayah ," tanya Angel yang berpapasan dengan asisten pribadi Ayah nya saat di ruang tengah .


"Tuan ada di ruang kerjanya nona muda ." jawab Asisten pribadi Andre .

__ADS_1


Angel mendengus , sejak kecil ia tidak suka di panggil nona muda , tapi pegawai Ayahnya susah sekali untuk memanggil namanya saja . Angel tidak mau berdebat ia segera pergi mencari Ayahnya .


Tidak meninggalkan tata krama , Angel tetap mengetuk pintu saat akan masuk ke ruangan siapapun .


"Ayahh , Angel masuk ya ." teriak Angel .


"Masuklah sayang ." jawab Andre dari dalam . Andre tersenyum melihat kebiasaan Angel sebelum masuk ke dalam ruangan ia selalu mengintip pakai kepalanya .


"kamu baru bangun ." tanya Andre pada putri semata wayangnya .


"Justru aku yang seharusnya tanya . Kenapa Ayah belum juga tidur . Ini sudah larut malam ." ucap Angel .


"Ini yang Angel tidak suka . Ayah mau jadi apa , boleh Ayah memprioritaskan Angel karena Angel putri Ayah . Tapi tolong Ayah pikirkan kata kata Angel . Carilah teman dalam sisa hidup Ayah dalam sebuah ikatan pernikahan . Angel tidak suka Ayah gonta ganti guling .dosa Ayah ." ucap Angel .


"Putri Ayah benar benar sudah dewasa , Ayah akan dengarkan kamu . Bukan nya putri Ayah sudah memilih calon ibunya sendiri ." jawab Andre .


"Ayah benar , menyukai Anis ." pekik Angel sambil menutup mulutnya .


Andre menarik tangan Angel dan menyerahkan sebuah foto dalam pigora yang ia ambil dari laci mejanya .


"Wah Ayah gercep banget , foto ini baru Angel kirim tadi siang lo . Ayah sudah langsung mencuci dan memasangnya di meja kerja Ayah ." ucap Angel .Andre memencet dan menarik hidung Angel .


"Ini bukan Anisa sayang , tapi ini foto masa muda mamamu ." ucap Andre . Mata Angel langsung berkaca kaca .


"Pasti ini semua dah rencana mama untuk Ayah ." ucap Angel


"Apa pun itu Ayah akan dengarkan keinginan mu . Menjadikan Anis ibumu ." ucap Andre sambil memeluk putrinya .


Dada Ayahnya lah tempat bersandar yang paling nyaman bagi Angel . Akan lebih sempurna bila ia mampu bersandar di dada Arga .

__ADS_1


"masss....


"


__ADS_2