
Sebenarnya Rangga ingin sekali langsung memeluk Indah dari pada banyak basa basi .
Indah menelan ludahnya dengan gugup .memang ia mencintai pria di sampingnya itu , tapi ia tidak tau tanggung jawab apa yang diminta oleh Rangga .
"Kamu ingin aku bertanggung jawab dengan apa ." tanya Indah mengeluarkan isi hatinya .
"Nikahi aku ." ucap Rangga dengan wajah datar tapi sangat tegang .
"Hahaha sayang ..kukira kamu orang yang pertama kali minta di nikahi .."tawa Indah seketika berhenti saat Indah melihat reaksi Rangga yang menatapnya penuh cinta . Indah juga mengigit bibirnya saat sadar dirinya memanggil Rangga dengan sebutan sayang .
"Jangan di gigit ." ucap Rangga sambil menarik dagu Indah . Ia elus bibir Indah yang baru di gigit lagi .
"kamu tadi panggil aku apa , boleh kamu ulangi sekali lagi bersama dengan tawa mu , selama kamu pergi dan ingat bagaimana mamaku perlakukan dirimu dan Arga , Aku takut kelak tak akan bisa melihat dan mendengar tawamu ." ucap Rangga dengan tatapan yang masih mendamba juga jarinya masih berada di bibir Indah .
Indah memejamkan matanya ,tak sanggup ia menerima tatapan itu dari Rangga . Rangga tidak menyia nyiakan kesempatan , ia anggap itu adalah kode dari Indah agar ia mencium bibirnya . Rangga melepas ciuman nya .Indah membuang wajahnya yang sudah memerah .
Ia benar benar tidak habis pikir dan juga tidak percaya . Bagaimana mungkin Rangga meminta nya untuk menikahinya , seharus nya dirinya yang meminta Rangga untuk menikahinya .
"Mas , mas sehat kan ." tanya Indah setelah menormalkan raut wajahnya .Rangga mengangguk dua kali . Sejak tadi pandangan Rangga tidak lepas dari wajah Indah . Indah mengangkat tangan nya dan meletak kan nya di kening Rangga .
"Tidak panas ." ucap Indah . Rangga hanya diam menatap wajah Indah ,baru kali ini mereka berhadapan begitu dekat .Rangga mengambil tangan indah dan membawanya ke depan bibirnya . Rangga memandang wajah Indah dengan intens .
"mas ." suara Indah lemah , ia tidak kuat dengan perlakuan Rangga hari ini . Indah kembali membuang wajahnya sambil mengigit bibirnya lagi .Rangga terkekeh geli melihat tingkah Indah yang malu malu .
__ADS_1
"Indah Ayo kita menikah ."ucap Rangga , kali ini ia ingin benar benar melakukan nya . Ia tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya . Rangga mengeluarkan kotak cincin dari saku handuk kimononya .
Rangga telah menyiapkan cincin itu jauh jauh hari sebelum Indah pergi meninggalkan nya .
"Aku tidak ingin mengucap kan banyak kata kata romantis , selain aku tidak pandai , aku hanya ingin membuktikan dengan perbuatan kalau aku juga bisa membuat kamu dan anak kita kelak bahagia ."Ucap Rangga .
"aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk keluarga kecil kita kelak , kamu bisa pegang janjiku ." ucap Rangga lagi dengan sungguh sungguh
"Maaf aku telah pisahkan mas Rangga dengan putra kita . Mas tau setiap malam dia selalu rewel memanggil mas Rangga . Itulah penyesalan aku yang fatal seumur hidupku . Dan aku berjanji pada Arga , Bila mas Rangga datang mencari aku tidak akan pernah menolak kemauan mas Rangga lagi ."ucap Indah .
"jadi kamu menerima ajakan menikah dariku ." tanya Rangga .
"Aku tentu mau menikah dengan mu mas , tapi bagaimana dengan mamamu , aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi pada putra kita ."ucap Indah .
"Mama pasti akan merestui pernikahan kita . Aku bisa menjaminnya ." ucap Rangga . Rangga pastikan Mamanya dalam keadaan nya yang sekarang pasti tidak bisa berbuat apa apa . Sudah berulang kali mama nya menelpon . Meminta pada dirinya untuk tidak membekukan kartu ATM nya .
Rangga mengangkat telepon mamanya hanya untuk menanyakan keadaan dia saja . Tentang kartu ATM dan kartu kredit lain nya juga aset aset yang lain nya masih Rangga bekukan . Kalau lah wulan ingin menjual rumah atau aset lain nya tetap tidak bisa tanpa persetujuan dari Rangga atau Adi prata .
Indah menatap wajah Rangga swbwntar lalu mengangguk . Mempercayakan sekali lagi hidupnya pada laki laki di depan . Rangga segera menyematkan cincinnya ke tangan Indah , tapi cincin itu kebesaran ia taruh di jari tengahpun masih kebesaran .
"Seharusnya ini pas di jarimu , kenapa jarimu begitu kurus sih yang ." sungut Rangga .
"Ngak papa kita bisa menukarnya lain kali yang pas dengan jariku ." ucap Indah agar Rangga tidak merasa berkecil hati , membelikan ckncin kebesaran .
__ADS_1
"Aku sudah memberikan perusahaan kepada Joni , dan sekarang aku tidak bekerja dan punya banyak uang ." ucap Rangga ingin melihat ekspresi wajah Indah . Tapi jauh dari pikiran Rangga . Indah tidak memikirkan itu .
"Aku menerima mu bukan karena jabatan dan pangkat , Aku menerima mu karena ketulusan hatimu , karena hatimu telah membuatku jatuh cinta padamu . Bagaimana kalau kita tetap tinggal di sini merancang masa depan kita di sini , aku akan tetap mendampingimu apapun keadaan mu ." ucap Indah .
"Dan cincin ini kita bisa bawa ke toko nya dan kita bisa menukarnya yang lebih kecil sesuai dengan ukuran tangan aku . Tidak perlu beli yang baru ." ucap Indah .
"sudah ada perjanjian , barang yang sudah di beli tidak bisa di tukar ." jawab Rangga .
"hanya ada satu satu nya cara agar cincin ini bisa kamu pakai lagi . Dengan cara manaikan berat badanmu ." ucap Rangga .sambil memindai badan Indah dari ujung kaki hingga ujung rambut .
Rangga menilai wanita itu sangat kurus , seharusnya kebanyakan wanita yang telah melahirkan badan nya akan tambah gemuk . Tapi tidak dengan indah , sejak pertama kali pertemuan Indah memang sudah kurus . Rangga penasaran bagaimana badan indah saat hamil dulu . Apa juga gemuk seperti kebanyakan orang atau tetap kurus seperti sekarang .
"aku tidak yakin dengan usulmu , kamu tau sendiri aku tidak bisa makan banyak .." Rangga mengangguk ,pernah sekali ia memaksa indah makan banyak tapi wanita itu malah muntah .
"kalau begitu kuta hanya punya satu cara dan ini yang terakhir ." ucap Rangga
"Dengan cara apa mas ." tanya Indah serius , ia juga pengin punya badan yang ideal .
"Dengan cara kamu hamil kembali ." ucap Rangga dengan wajah datar dan serius . Indah terbatuk batuk Rangga hanya diam menyaksikan Indah terbatuk batuk juga tidak ada niatan untuk menolong .
"Kamu jangan bercanda mas ," sungut Indah kala batuknya reda .
"Aku ngak bercanda , aku serius ." balas Rangga dengan mimik serius . Bukan Rangga tidak punya uang beneran . Simpanan Rangga masih banyak . Bisa buat belikan Indah sebuah mobil mewah nomor satu . Dia hanya ingin membuat kenangan Indah bersama calon istrinya , Agar tiada penyesalan seperti saat ini .
__ADS_1