
Angel duduk dengan nyaman di kursi penumpang samping Arga , karena nyaman nya sampai ia lupa tidak mengunakan sabuk pengaman .Arga sebagai laki laki yang gentle . Ia pun membantu Angel untuk memakai sabuk pengaman .
Pelan pelan Arga mendekati Angel hingga wajah mereka hanya berjarak satu jengkal saja . Degup jantung Angel kembali tak terkendali . Wajah Angel berubah merah bagai udang rebus bahkan tanpa sadar Angel memejamkan matanya sambil merapatkan bibirnya . Walau pikiran nya telah kemana mana , Angel berusaha untuk menguasai perasaan nya .kalaulah terjadi sesuatu Anggap saja itu sebagai bonus .
Tanpa sadar pula Arga terkekeh setelah selesai memasangkan sabuk pengaman Angel ,sambil menarik sedikit sabuk pengaman Angel dan ia lepas begitu saja .hingga menyadarkan Angel , Angel hanya tersenyum malu dan membuang mukanya ke luar jendela setelah mengucapkan kata terimakasih dengan cengiran .
Arga hanya geleng kepala melihat tingkah Angel , tidak pernah berubah .Arga segera melajukan mobilnya menuju restoran favorit Angel .saat tiba di restoran Arga masih membukakan pintu mobil untuk Angel . Angelpun mengulurkan tangan nya untuk di gandeng , tapi Arga berubah mengabaikan , Angel mencebik kan bibirnya dan menyusul Arga yang telah memasuki restoran lebih dulu .
Arga sengaja mengunakan trick tarik ulur , agar Angel tidak mencurigai perubahan sikapnya dan perhatian nya . karena ada udang di balik batu . Keduanya telah sampai di dalam restoran dan Angel memilih meja yang berada di pojokan .
"kenapa kesukaan dia mirip dengan Istriku ." gumam Arga dalam hati .
"Makanan di sini semua makanan favorid aku . Rasanya enak sekali ." ucap Angel sambil nyegir kepada Arga .
Arga mengeryitkan dahinya , ia bingung dengan sikap Angelia . ia merasa Angel berbeda sekali dengan tadi saat berada di kantor begitu gugup bukan main .lalu sekarang sikapnya lebih genit dari yang dirinya duga .
Jujur sikap Angel yang seperti ini membuat Arga lebih tidak nyaman . Ia lebih suka dengan Angelia yang merasa gugup dan terintimidasi saat dirinya goda . Bukan Angelia yang bar bar dan tidak punya malu seperti ini , bisa bisa dirinya yang tergoda bukan Angelia yang tergoda .
"Kamu mau pesan apa Ga ."
"What ." Arga terhenyak mendengar panggilan Angel pada dirinya . Hanya memanggil namanya saja , tanpa ada tutur kata yang membatasi nya sebagai atasan dan bawahan . Arga merasa jatuh dalam jebakan nya sendiri . Ia ingin protes tapi takut ketahuan skenario yang telah ia buat .
__ADS_1
"Apapun , An ." jawab Arga sambil tersenyum . Arga memanggil Angel dengan sebutan untuk Istrinya karena ia ingin menipu perasaan sendiri bahwa yang ia panggil adalah Aan istrinya bukan Aan wanita lain .
Lagi lagi Angel menunjuk kan kegirangan nya ." ok Kita pesan yang couple an aja ya ."ucap Angel . Arga mengerjap tidak nyaman mendengar itu . Tapi Akhirnya ia mengangguk juga . Menuruti semua yang di mau oleh Angelia .
"Astaga , kenapa jadi aku yang terus menurut padanya . Bagaimana bisa Angel membalik ini semua ." gumam Arga dalam hati .
Sedangkan Angel benar benar bahagia , melihat Anggukan singkat Arga mengiyakan keinginan nya .tidak salah ia mengajak Arga datang ke restoran ini , kalau tidak entah kapan ia bisa datang ke sini dan memesan makanan siang couple . Karena makanan favorid Anggel stek daging sapi , maka ia memesan makanan itu .seperti saat ini yang ia lakukan bersama Arga .
Ia menyukai restoran ini karena bisa menyediakan makanan couple , saat ia melihat sahabatnya datang bersama pasangan nya kelihatan begitu romantis sekali menurut Angel .
"kenapa An ." tanya Arga saat Angel terus memandangi wajahnya .
Arga paham arah pembicaraan Angel . Angel telah menyadari perubahan sikap nya .sabar , ini baru sehari belum penuh , tidak masuk akal kalau ia langsung mengungkapkan perasaan .tunggu beberapa hari lagi , lalu hubungannya berubah jadi sepasang kekasih . Arga berharap Angel tidak akan pernah mencurigainya .
"Berubah , gimana ." tanya Arga menghindari jawaban yang Angel inginkan .
"Apa kamu ngak suka dengan Aku yang begini ." Arga mengutarakan tanyanya agar bisa membungkam rasa penasaran Angel . Benar saja Angel hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat . Ia ingin menyudahi rasa ingin taunya itu agar suasana indah ini tidak cepat berakhir .
"Ya sudah lupain ." ucap Angel dan Arga juga hanya mengangguk lagi .Arga sudah menduga Angel akan berhenti bertanya .
Ingin sebenarnya Angel mengajak Arga ngobrol banyak , tapi Angel takut Arga merasa tidak nyaman . Sehingga ia putuskan untuk bungkam . Tapi lagi lagi angel terkejut , karena Arga yang malah membuka obrolan .
__ADS_1
"Kamu mau ketemu Indira tidak ." ucap Arga dalam mengawali obrolan nya . Tentu saja itu membuat Angel lebih terkejut , hatinya paling dalam sangat bahagia juga merasa tidak percaya . Arga mengijinkan dirinya bertemu dengan Indira .
"Bolehkah ? ." tanya Angel memastikan pendengaran nya . Arga hanya menjawab dengan Anggukan kepala . Terang saja Angel terkekeh bahagia .tanpa sadar Arga ikut tersenyum melihat wajah Angel yang begitu bahagia .
Tentu Angel bahagia sudah lama ia tidak bertemu dengan gadis kecil yang telah ia anggap sebagai putrinya itu . Angel juga percaya kalau Indira juga pasti merindukan nya , juga ingin bertemu dengan nya .
"Kapan aku boleh menemui nya , aku sudah sangat merindukan bidadari kecil aku ." ucap Angel .
"Kapan saja kamu mau ." jawab Arga , tapi di relung hatinya yang paling dalam , terselip rasa nyeri ia seperti pernah mendengar atau mengucapkan kata kata seperti itu . Tapi kapan dan di mana dia juga lupa .
Angel menutup mulutnya lantaran tidak percaya dengan jawaban Arga . Demi apa laki laki di depan nya ini banyak memberi kejutan bertubi tubi .
"Bagaimana kalau besok , setelah pulang kerja ." ucap Angel berharap Arga menyetujuinya . Senyum Angel benar benar merekah , karena Arga kembali mengangguk kan kepalanya tanda setuju . Astaga , ini benar benar pengalaman terindah Angel karena Arga benar benar telah berubah , berbeda dalam memperlakukan dirinya . Entah apa yang telah di makan oleh laki laki itu hingga seperti ini .
"Terimakasih , pak Bos , karena telah mengijinkan aku bertemu lagi dengan Indira lagi ." ucap Angel .
"Sama sama ." jawab Arga .
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang . Makanan couple yang Angel pesan meluluhkan hati Arga , tapi ia jadi cegukan karena ia harus makan dengan Angel , Angel dengan cekatan mengulurkan segelas air putih padanya .terpaksa Arga menerima semuanya , agar Angel tidak curiga .
Saat Arga membuka mulutnya akan menyuap potongan stek ke mulutnya , stek di tangan nya masuk ke dalam mulut Angel dan stek yang ada di tangan Angel masuk ke mulutnya . Hampir air mata Arga jatuh karena perbuatan Angel pernah di lakukan oleh almarhum istrinya . Senyum nya , senyum itu juga yang menghiasi wajah Almarhum istrinya .
__ADS_1