
"Tidak perlu , biarkan saja dia ." jawab Nisa .
"oke ,.... Jadi ....Bagaimana dengan pengalaman pertama kamu tadi malam ." tanya Angga sambil menaik turunkan kedua alisnya .
Nisa melotot mendengar pertanyaan dari suaminya ." Buruk ." jawab nya berbohong .
"oh iya ..? Bukankah kamu tidak punya perbandingan nya . Kenapa mengatakan nya buruk ." ucap Angga tidak terima . Ia merasa keperkasaan nya di ragukan .
"Apa perlu kita mengulang lagi percintaan kita semalam . Untuk membuktikan Betapa dasyatnya aku memasuki mu semalam. Bahkan kamu berteriak ke enak kan Ugghh , ahh lagi Angga ." ucap Angga menirukan ******* istrinya itu . Wajah Nisa memerah karena malu .ia tidak menyangka kalau ia bisa juga jadi seliar itu di atas ranjang .
"Bagiku , itu adalah pengalaman yang paling menyenangkan , paling memuaskan dalam sepanjang hidup aku , Terimakasih Nisa , karena kamu telah menjaga nya untuk aku ." ucap Angga tulus ia satukan kepalanya dengan kepala Nisa , Nisa tak dapat menjawab apapun yang telah di ucapkan oleh Angga , ia hanya mampu menunduk malu .
...****************...
Sejak bangun pagi sampai ke kantor senyum Angga tidak pernah luntur dari wajahnya . Hinga sapaan para karyawan pun ia balas dengan ramah dan senyum cerah .
Biasanya para karyawan yang menyapanya ia balas sekenanya saja tidak secerah pagi ini .Angga duduk di kursi kebesaran nya dan tersenyum sambil berputar putar di atas kursinya . Ia masih ingat dengan omelan istrinya tadi pagi karena bangun kesiangan .
"Papa dengar gosip dari para karyawan ." ucap Dimas yang memasuki ruangan kantor Angga . Dan Angga hanya memberi senyuman lebar kepada papanya .
"Papa dengar kamu banyak senyum kayak orang gila , papa kira kamu kesurupan setan yang suka senyum senyum sendiri ."Alih alih tersinggung Angga malah tertawa terbahak bahak dengar ucapan papanya .
"pa mana ada setan yang bisa senyum ." ucap Angga setelah tawanya reda .
"Apa yang membuat kamu tersenyum sepagi ini ." tanya Dimas .mendengar pertanyaan Papanya kembali tersenyum dan semakin lebar .
Dimas bergidik ngeri melihat tawa lebar Angga .ia segera meraih ponselnya dari saku jasnya dan menghubungi asisten nya .untuk memesan kan rumah sakit jiwa untuk kamar VIP tungal . Tawa Angga semakin kencang .
"papa ingin cucu berapa dari Angga ." tanya Angga santai . Ia tidak perduli dengan papanya yang memesan kan rumah sakit jiwa untuknya
__ADS_1
Dimas segera mematikan sambungan telepon nya dan menghadap putranya dengan serius .
"Apakah menantu papa sedang hamil ." tanya Dimas penuh semangat .Angga menggelengkan kepala .
"Belumlah pah , segelnya aja baru Angga jebol dua hari yang lalu ." ucap Angga frontal .
"Loh bukan nya kalian belum menikah sudah mantap mantap . Angga mengeleng kembali .
"Jadi ini yang membuat kamu tersenyum senyum sepanjang pagi ini ."tanya Dimas .Angga kembali mengangguk .
" terus bagaimana Nisa bisa mengatakan pada mamamu kalau kamu mempermainkan nya ." tanya Dimas .
"Mungkin ini jalan jodoh untuk kita pa ." ucap Angga .
"bagaimana kalian bertemu ." tanya Dimas .
"Nisa adalah gadis yang di jodohkan dengan Bang Bilyam ,papa ingat ." tanya Dimas
"Aku yang telah salah paham dengan Nisa pa , aku kira Nisa akan menghancurkan hubungan Lisa dan Bang Bilyam karena gagalnya perjodohan itu . Ternyata Nisa yang mengagalkan sendiri karena melihat cinta di antara mereka ." ucap Angga .
"kamu salah minum obat ya , sejak tadi hanya geleng geleng kepala . Kalau tidak mangut mangut .seperti boneka mampang tau tidak ."ucap dimas .
Angga melotot Papa.nya mengatakan dirinya seperti boneka mampang , " anak sendiri seganteng ini di katakan seperti boneka mamapang ." gerutu Angga .
" Sudah papa bosen ngomong sama kamu , terus di mana letak kesalahan kamu pada Nisa ." tanya Dimas .
"Angga mengikatnya dalam ikatan kekasih secara sepihak dan melepaskan ikatan itu juga secara sepihak di saat abang memutuskan untuk menikah dengan Lisa ." ucap Angga .
"setelah aku melepas dia entah kenapa.dia peegi mabuk mabukan dengan teman nya dan tiba tiba asisten jonsen lee mengantar Nisa ke rumah Angga ." jelas Angga .
__ADS_1
"Dan kamu kalian tidak melakukan apa apa ." tanya Dimas .
"Tidak pa , hanya Nisa yang mengantarkan ciuman pertamanya untuk aku ." ucap Angga
"oh papa paham . Tanpa kamu sadari selama kamu mengikatnya sebagai pacar kamu Nisa nyaman dengan mu . Tapi dia juga takut kamu tidak mencintai nya , dan ingin balas dendam menghancurkan hubungan kamu dengan wanita lain . Dan tidak tau kalau wanita itu mamamu ." Angga mengangguk lagi .
" papa pesan padamu , jaga istrimu baik baik , tanpa sadar papa dan dirimu telah menyakitinya selama ini , bahagiakan dia , ada satu kekecewaan di dada papa tidak bisa menyaksikan kepergian nenek istrimu , yang telah mengagap papa sebagai anaknya sendiri ." ucap Dimas .
"ya sudah papa pergi dulu ." pamit Dimas meninggalkan Angga seorang diri . Angga sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan papanya kalau dirinya sudah tidak waras . Karena ia sendiri juga merasa tidak waras . Ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya .
Angga mengetik pesan untuk nisa .
Angga;
" sayang ,kamu sudah sampai ke butik ."
Angga segera menekan tombol kirim .ia menunggu balasan pesan dari Nisa 1 menit 2 menit hingga 10 menit belum ada balasan dari Nisa . Angga membuka laptopnya sambil menunggu balasan pesan dari istri .ia juga ingin menyelesaikan pekerjaan nya hari itu .
Angga segera meraih ponselnya saat ada notifikasi pesan masuk .
My wife ; Aku tidak jadi ke butik , di rumah ada tamu .
Angga ; siapa ."
Angga mengirim kan balasan kembali pada istrinya dengan cepat . Angga penasaran dengan tamu yang di maksud istrinya . Angga menerka nerka siapa tamu yang di maksud oleh Nisa . sampai jam pulang kerja , Angga sering mengecek ponselnya , Nisa tidak mengirmkan balasan sama sekali .
...----------------...
Angga melangkah turun dari mobilnya . Dan masuk ke dalam rumah . Hal pertama yang ia lakukan adalah mencari Nisa istrinya . Meskipun bertemu setiap hari entah kenapa dia selalu merindukan istrinya itu . Dan itu baru satu bulan usia pernikahan mereka .
__ADS_1
"Nisa sayang , aku pulang ." ucap Angga sambil membuka pintu kamarnya . Sejak kejadian malam itu Angga tidak lagi tidur di sofa , ia sudah bebas tidur sambil memeluk istrinya saat tidur .
"Di sini ." suara Nisa terdengar dari dalam kamar mandi . Angga segera melempar tas kerjanya dan jas nya ke atas ranjang dengan sembarangan. kemudian ia menyusul Nisa ke dalam kamar mandi . Ia tidak perduli Nisa sedang mandi atau ngapain , ia hanya ingin bertemu istrinya untuk menyalurkan rasa rindunya yang terpendam seharian .