
"Selamat pagi pak Arga ." sapa Angel dengan wajah ceria . Ia tak ingin menunjukkan wajah murung seperti tadi pagi . Ia tidak ingin benar benar di tendang oleh Arga . Ia anggap semalam tidak pernah terjadi apa apa .
Arga menatap Angel dengan muka kesal seperti biasa " muka tebal ." gumam Arga dalam hati . Angel benar benar membuktikan ucapan nya semalam tidak mau di keluarkan dari perusahaan .
"Ok baiklah , aku juga masih membutuhkan dia , untuk lakukan sesuatu , aku tidak akan ungkit lagi masalah semalam , dan aku akan tetap anggap dia sebagai sekretaris aku ." gumam Arga .
"Pagi ." jawab Arga dengan malas .Tapi lain bagi Angel . bagi Angel itu adalah sebuah keajaiban , setelah semalam mereka beradu urat dengan nya , Angel memicingkan matanya memandang Bosnya dengan curiga .
"Kenapa kamu mematap saya seperti itu ." Tanya Arga melihat cara Angel menatal diri ya . Angel menggelengkan kepala . Angel tidak lagi terkejut sejak dulu memang sifat Arga memang seperti itu . Memilih berpura pura tidak pernah terjadi sesuatu masalah yang telah berlalu di antara mereka berdua .
Sesungguhnya sikap itu tidak hanya terjadi pada Arga saja , tapi juga terjadi pada Angel alih alih memohon , merengut atau merajuk . Ia lebih suka bersikap ceria seakan tidak pernah terjadi apa apa . Dan selalu ceria di depan Arga .
"tidak apa apa pak , ada yang bisa saya bantu pak ." tanya Angel , ia juga akan bersikap seperti Arga sekarang , seakan semalam tidak pernah terjadi sesuatu tapi khusus di depan Arga .
"banyak ." jawab Arga , tidak berapa lama kemudian Arga melempar sebuah map berkas ke atas meja , Angel setengah berlari dan menghampiri meja Arga dan meraih map itu .
"Kontrak kerja dengan klien kemarin pak ?. " tanyanya tidak percaya . Angel mengerutkan keningnya jelas jelas kemarin ia di tolak mentah mentah oleh klein nya itu . Tapi pagi mendadak bosnya menunjuk kan kontrak kerja sama telah di tanda tangani oleh kedua belah pihak .
Entah kapan Arga melakukan ini , Arga selalu membuat Angel semakin terkagum kagum .
"Kamu urus semuanya , jangan sampai kerja sama ini berantakan ." perintah Arga
"Baik pak ." jawab Angel bersungguh sungguh .Angel senang akhirnya masalah telah teratasi .Angel segera akan menuju ke meja kerja .
"Angelia ." Arga buru buru memanggilnya , dengan cepat Angel membalikan badan nya menghadap ke arah Arga .
__ADS_1
"Iya pak ." jantung Angel sedikit tidak karuan , melihat Arga sedang menatapnya dengan tajam .
"Ada apa , pak ? ." tanya Angel kembali .
Dalam diam Arga kesusahan dalam merangkai kata kata . Janji nya pada Indira telah menunggunya .
"Soal semalam...? Arga menghentikan kata katanya . Ia tidak tau harus berawal dari mana .
Melihat Arga yang bingung kala menyebut nama kemarin . Yang Angel percayai , yang berhubungan dengan kejadian kemarin malam , Angelpun berusaha membuka mulut .
"Bapak ngak usah khawatir , kejadian semalam saya akan tetap merahasiakan , apa yang bapak rahasiakan selama ini."ucap Angel ,Arga berdecak .
"Bukan itu maksud saya ." ucap Arga kesal .Angel mengerutkan keningnya .saat mendengar balasan Arga , sekarang Angel yang menjadi bingung , kalau bukan rahasia semalam ,lalu apa yang ingin Arga katakan ." gumam Angel dalam hati .
"Indira ingin bertemu lagi denganmu ." ucap Arga dengan cepat sambil membuang mukanya .
"Astaga , apa indira ingin aku menjadi mamanya ? ." gumam Angel dalam hati .
"Ekhem , maksud bapak ." Angel pura pura tidak mengerti , demi mendapatkan jawapan yang spesifik dari Arga . Arga menghela nafas dengan berat yang tadi telah membuang mukanya . Sengaja untuk membuang pandangan nya dari Angel .
"Bantu saya menjelaskan pada Indira ." pintanya . Memang itu tujuan utama Arga mempertemukan Angel dan Indira . Bagaimanapun Indira tidak boleh salah paham drngan hubungan nya dengan Angel .
"maaf pak , saya semakin tidak paham ." tanya Angel , kali ini dirinya tidak berbohong , Arga juga melihat kejujuran itu . Maka Arga menceritakan semua apa yang terjadi pada Angel .
"semalam saya janjikan sebuah kado sebagai hadiah ulang tahun Indira yang ke lima , dan kehadiran mu tiba tiba di rumah saya , indira mengira kamulah kado yang akan saya berikan padanya , sehingga dia memanggilmu MAMA , saya hanya ingin minta tolong , agar kamu menjelaskan hubungan saya dan kamu pada Indira . Karena saya tidak ingin ini keterusan . "ucap Arga .
__ADS_1
Angel menganggukan kepala ." terus kenapa tidak bapak saja yang menjelaskan pada Indira ." angel membalik kan tugas itu kepada Arga .
Arga berdecak , kalau itu bisa ia lakukan sendiri , sudah pasti Arga lakukan .Arga sangat mengenal siapa putrinya . Putrinya tidak akan menerima penjelasannya dan yang jadi Masalah selain Indira tidak percaya , dia akan terus menganggap angel sebagai mamanya barunya .
Entah kenapa Arga membayangkan Angel sebagai mamanya Indira jadi bergidik . Dan hatinya berusaha menolak kehadiran Angel .
"Indira hanya akan percaya dengan penjelasan mu , dia tidak akan percaya dengan omongan saya . Dan selamanya dia akan menganggapmu sebagai mama barunya ." jelas Arga .
Angel ingin tersenyum saat melihat kebingungan Arga menyebut dirinya sebagai mama baru Indira .entah kenapa status itu membuat jantungnya semakin berdebar tidak menentu .
"Ini perintah ,Angelia .kamu harus membantu saya ." tegas Arga . Angel menganggukan kepalanya .
"Baiklah pak , saya akan jelaskan semua pada Indira , kapan saya bisa ketemu Indira lagi pak ."tanya Angel.
"Hari ini juga sepulang dari kerja , kamu bisa langsung ikut kerumah saya ." ucap Arga , membuat Angel benar benar ingin mengembangkan senyumnya .
Sepertinya kabar tentang Indira yang ingin bertemu dengan nya telah menumbuhkan semangat baru untuknya .wajah Angel tampak ceria sepanjang bekerja .
Saat jam makan siang tiba Angel menghampiri Sahabat setianya Anisa . Walau bagaimana pun Hanya Anisalah teman tempat ia untuk bercerita . Ia tidak punya teman dekat selain Anisa . Karena Anisa juga teman satu satunya yang akrap dengan nya
"Pak Arga tidak makan siang ." tanya Angel sebelum pergi meninggalkan kantor , Angel menyempatkan diri bertanya pada Bosnya .
Arga mengalihkan tatapan nya seketika dari berkas berkas di tangan nya . Dan ganti menatap Angel , entah sudah berapa kali Angel merasakan jatuh cinta dengan tatapan Arga itu . Padahal saat ini Arga memakai kacamata tebal untuk memeriksa berkas berkas kerja nya . Tapi Angel tetap saja tergila gila .
Arga menggelengkan kepalanya ." kamu pergi saja , saya masih akan menyelesaikan yang satu ini ." ucap Arga .
__ADS_1
Inilah sikap baik satu satunya yang Arga miliki , tidak membuat Angel bosan dan selalu ia nikmati . Sejahat jahatnya Arga dia tidak pernah melarang Angel pergi makan siang , arga tidak pernah egois dan menahan nya karena pekerjaan Arga sendiri belum selesai .