
Angel melongo mendengar tuduhan Arga , dirinya bukan wanita murahan seoerti yang dia tuduhkan . Juga ngak sembarang menerima tamu., hanya saja Johan adalah tetangga satu apartemen nya jadi apa salahnya Angel menerima dia jika akan datang bermain . Itu juga akan membuat persaudaraan semakin erat .
Angel mencebik kan bibirnya dengan tatapan penuh kekecewaan kepada Arga ." Terimakasih pak atas pujian nya dan akan saya simpan dalam hati saya ." ucap Angel menyindir .
"Kamu marah sama saya ." tanya Arga sedikit tersentil . Telah mengucap kan itu .
" Saya tidak berani Bapak Arga , nanti tiba tiba saya di pecat ." balas Angel kembali menyindir Arga .
Decakkan kesal kembali terdengar dari mulut Arga . Hari ini Angel telah banyak menguji kesabaran nya .benar benar membuatnya kesal tiada tara . Entah itu dari sikap cueknya atau tentang Johan yang tiba tiba masuk ke dalam kehidupan Angel .
"Sial ." gumam Arga lirih sambil membanting berkas nya ke atas meja . Angel terkejut ia menatap Arga sejenak dan segera mengalihkan perhatian nya dari Arga . Angel kembali mengacuhkan Arga seperti beberapa hari yang lalu . Ia kembali menyibuk kan dirinya dengan pekerjaan nya di kantor .
***
Arga tidak henti hentinya memperhatikan Angel setelah perdebatan mereka beberapa jam yang lalu . Sekretarisnya itu hanya menunduk menatap pekerjaan kantornya , walau waktu sudah menunjuk kan jam pulang .
"angelia ." panggil Arga . Angel menoleh menatap Arga dan menunggu perintah yang akan di perintahkan Padanya .
"kamu boleh pulang duluan , ini sudah waktunya pulang ." ucap Arga .Angel diam sebentar dan kemudian mengangguk , setelah itu ia segera membereskan mejanya dan segera meninggalkan kantor sesuai perintah Arga .
"Kalau begitu , saya pamit pulang duluan pak ," ucap Angel . Baru ia melangkah satu langkah membelakangi Arga , Angel menghentikan langkahnya dan menarik nafas panjang .
"Bapak jangan pulang terlalu larut malam , ingat ada Indira di rumah yang menunggu kepulangan bapak ." Ucap Angel sambil melirik Arga dari sudut matanya . Arga mengangguk kecil , kemudian Angel melangkah pergi meninggalkan kantor .
__ADS_1
"Dia benar benar pulanh ," gumam Arga seakan ada sesuatu yang hilang .
" Biasanya dia akan ngeyel untuk tetap menemani aku sampai di bela belain ketiduran di sini ." ucap Arga saat Angel telah menghilang dari mata kepalanya . Arga masih bengong melihat Angel benar benar mengiyakan apa yang ia katakan .
"Karen apa ? Biasanya Seorang Angelia andriana akan bertahan di sisinya hingga diriku pulang . Meski harus menahan kantuk dia akan tetap menemaniku di ruangan ini .namun sekarang perempuan itu benar benar pulang ." pikiran Arga sedang berpikir keras .
"Astaga ." Arga merasa Angel benar benar telah berubah . Ia sudah tidak melihat perempuan yang selalu mengejarnya setiap hari , sekretaris yang selalu menggodanya , bahkan terang terangan menunjukkan ketertarikan nya itu , entah sudah mengjilang kemana .? Arga benar benar mempertanyakan perasaan Angel .
Arga bukan karen kehilangan tapi ia merasa penasaran . Arga juga menolak untuk mengakui kalau dirinya terganggu dengan sikap Angel . Tetapi sekarang Arga sibuk memijit keningnya .
"apa sekarang Angel tidak tertarik lagi padaku , Apa Angel lebih tertarik dengan laki laki bernama Johan itu ." Arga menggelengkan kepalanya . Kenapa juga ia harus penasaran seperti ini , benar benar tidak ada gunanya .
Arga tidak lagi memikirkan sikap Angel pada dirinya , ia kembali sibuk dengan berkas berkas penting yang ada di atas mejanya . Hingga tanpa ia sadari malam telah lama menjemputnya . Tiba tiba ia teringat dengan pesan Angel .
Arga menghembuskan nafasnya berat , biasanya ia yang keras kepala kini sedang membereskan meja kerja nya untuk siap siap pulang ke rumah , ia segera meninggalkan kantor dan rumah adalah tujuan nya , benar apa yang di katakan Angel , di rumah ada Indira yang menunggu nya , menantinya pulang setiap hari karena dirinyalah satu satunya orang yang Indira punya .
Tapi selama ini Arga telah egois demi melupakan kesedihan nya dengan kepergian Istrinya , tanpa ia sadari Arga telah mengorbankan putrinya . Walau benar apa yang di katakan Angel , tapi ia tegaskan kalau ia pulang cepat bukan karena Angel . Walau kata kata Angel benar adanya . Kalau ada Indira yang menunggu kepulangan nya setiap hari .
Arga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan ia mampir ke sebuah toko mainan dan mencari hadiah untuk Indira .
Malam ini , Arga akan membuat putrinya bahagia , akan makan malam bersama dan ngobrol bersama sambil menonton TV . Setelah itu Arga ingin menidurkan indira sambil membacakan surat dari Angel almarhum istrinya . Yang belum sempat di bacakan di hari ulang tahun nya waktu itu .
Rencana Arga untuk putrinya sangat manis , semoga saja tidak akan ada sesuatu yang terjadi di rumah nanti . Arga sampai di rumah jam dinding menunjuk kan pukul delapan malam . Karena perjalanan mancet , sempat kendaraan tidak bisa bergerak hampir sepuluh menit .
__ADS_1
"selamat malam tuan ." sapa suster monica yang kebetulan membukakan pintu untuk arga .
"Di mana Indira sus ." tanya Arga .
"Nona Indira sudah tidur Tuan . Sekitar sepuluh menit yang lalu " Arga menghela nafas berat . Gagal lagi rencananya untuk menidur kan indira sambil membacakan surat dari almarhum Istrinya .
Arga sendiri juga belum pernah membuka dan membaca isi surat Angel . Ia ingin mendahului Indira , ia ingin Indira orang pertama yang akan mendengarnya isi dari surat itu . Arga mengira isi surat itu adalah curahan kasih sayang istrinya kepada putrinya .
Arga melangkah kan kakinya satu langkah , baru ia ingat kalau hari ini , Indira mulai masuk kelas Tk elit yang ada di dekat perumahan nya . Arga tidak ingin menyekolahkan Indira jauh jauh .
" o ya sus , hari ini Indira mulai masuk sekolah . Bagaimana apa dia senang ." tanya Arga .
"Seperti biasa tuan , nona akan jadi pendiam kalau di luar rumah atau bertemu dengan orang asing . Tapi besok nona akan mendapat kan guru pembimbing baru , dan juga kelas baru yang baik khusus untuk nona yang suka diam ." jelas Sus monica .
Arga mengerut heran ." Apa guru itu bisa di andalkan ." tanya Arga .
Suster mengangguk mantap . Karena menurut para wali murid di sana memang begitu , guru baru itu bisa di andalkan banyak murid murid pendiam menjadi ceria di ajar oleh dia .
"Betul , bisa Tuan .karena itu juga rekomondasi dari kepala sekolah juga wali kelas non indira Tuan ." jelas Sus monica .
Arga mengangguk mungkin itu yang terbaik untuk putrinya . Mungkin putrinya memang butuh bimbingan spesial .
"terimakasih sus ," ucap Arga dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya . Arga Arga menjatuhkan badannya di atas tempat tidur , ia menatap langit langit kamarnya , ia termenung memikirkan perjalanan hidup ini . akhir akhir ini banyak terjadi hal hal yang tidak ia rencanakan .
__ADS_1