
"Mama ." teriak Indira dan segera berdiri menyambut kedatangan Angel .Mata Indira bercahaya melihat kedatangan Angel . Angel merentangkan tangan nya menyambut tubuh kecil calon putri sambungnya . Indira bahagia menerima pelukan hangat dari Calon mamanya .
"Mama ." gumam dari guru wali kelas Indira . Yang ia tau selama ini indira hanya mempunyai orang tua tunggal yaitu seorang papa saja . Karena mama kandung Indira yang ia tau sudah meninggal .tapi sekarang Indira berlari menghampiri seorang wanita muda dengan sebutan mama .
Melihat bagaimana bingungnya wajah guru guru Indira yang menyematkan panggilan mama pada dirinya , Angel tersenyum lembut dan menghampiri bunda Nur sambil menuntun tangan Indira .
"Hallo selamat siang , maaf kenalkan nama saya Angelia andriana mahardika , Rara memang sudah terbiasa memanggil saya dengan sebutan mama ." ucap Angel sambil memperkenalkan dirinya juga menjabat tangan guru Indira .
"Oh iya saya nurul azmi , anak anak memanggil saya bunda nur ." balas Guru Indira .
"Ya sesuai dengan aura diwajah anda yang bercahaya ." balas Angel yang membuat Guru Indira tadinya berada di atas ketinggian dan tiba tiba jatuh begitu saja tanpa angin dan badai .Angel tersenyum melirik monica yang menyembunyikan senyum nya .
"Apa anda mama sambung Indira ." tanya guru Indira .
"Mama Aan bukan mama sambung ."jawab Indira dengan cepat membuat Angel menatap Indira .
"Sayang , tadi sus bilang kalau rara di luar ngak suka berbaur dengan teman teman lain ." tanya Angel sambil membopong Indira ke dalam gendongan nya . Indira menyembunyikan wajahnya di balik punggung Angel .
"mereka jahat , mereka mengatakan Rara tidak punya mama , hanya ada pembantu ," Angel meraih dagu Indira agar menatap wajahnya .mata Indira telah berkaca kaca .
"Rara tidak bilang kalau mama Rara sudah di surga ." tanya Angel . Indira mengangguk .
"mereka bilang itu salah Rara , sehingga papa juga tidak suka Rara sehingga papa tidak pernah temani Rara sekolah , sus terus yang menemani Rara ." Hati Angel bagai di sayat pisau . Ia kecup kedua mata Indira sambil geleng kepala .
__ADS_1
"Bukan ,salah Rara . Karena tugas mama Rara sudah selesai , melahirkan Rara ke dunia dan bertemu dengan mama Aan . Karena itu Alloh memanggil mama Rara untuk segera ke surga . Apa Rara marah dengan teman teman Rara ." Indira menggelengkan kepala .
"Anak pinter mama Rara pasti bahagia di atas sana melihat Rara jadi anak yang baik , Bagaimana bunda Nur apa Rara sudah bisa pulang ." tanya Angel .
"Sudah bu , maaf kan atas pertanyaan saya tadi ." ucap Guru Indira .
"Tidak apa apa bunda Nur . Ini juga lagi berusaha , duda memang sulit untuk di takluk kan . Apa bunda nur juga ingin ikut taklukan ." ucap Angel yang merasa guru Indira sedikit mempunyai rasa pada status Indira .
"Oh tidak bu , maaf saya lebih suka taka'ruf ." jawab guru Indira .
"O Iya bunda nur seorang religius , memang haram berpacaran , lebih abdol pacaran setelah menikah jadi ridho . Baiklah bunda nur kami pamit dulu ." ucap Angel membungkuk di ikuti oleh Sus monica .
"Rara sayang salim dulu sama bunda nur sebelum pergi ." ucap Angel .Bunda Nur terperangah melihat raut bahagia Indira yang belum pernah ia lihat selama ini.
guru Indira ikut membungkuk ia hanya memberi bimbingan gratis pada Indira yang memang dia anak muridnya yang paling pendiam .ia mengira awalnya Indira pendiam karena murid baru . Ternyata ia salah . Ia seorang anak yang hanya hidup dengan seorang Ayah dan pembantu . Dan juga sering mendapatkan bully dari teman teman nya .
***
Sedangkan di perjalan Indira duduk di pangkuan Angel seperti anak koala meringkuk di dada Angel .
"sus apa sus pernah melihat atau mendengar Rara di bully , dan bagaimana bisa ." tanya Angel
"Maaf mbak mereka berani lakjkan kalau Tidak ada saya , sebenarnya kami juga tidak bergerombol dengan mereka , karena non ngak suka.. Saat saya pergi ke toilet mereka mendatangi non dan akan segera pergi saat melihat saya datang ." Angel menghela nafas berat .
__ADS_1
"Apa papa dia tahu ." tanya Angel .
"Saya tidak berani bicara mbak , sepertinya tak ada gunanya , sepertinya tuan tak akan pernah mengalah untuk non , mbak ." ucap Monica sedih .
"kenapa kamu sedih , apa yang ada di pikiran mu , katakan saja ." ucap Angel . Monica menghela nafas dalam dalam .
"saya menjaga non , sejak keluar dari perut mamanya , saya pertama kali menyentuhnya setelah dokter . Semenjak itu saya belum pernah tuan pulang membawa seorang wanita . Pulang pulang selalu larut , saya tau apa yang di butuh kan non . Suatu hari dia pernah bertanya , sus apa itu mama, apa itu bunda , sakit mbak di sini . Wanita pertama yang datang ke rumah barulah mbak selama lima tahun ini . Dan sejak itulah non selalu ceria hanya pada saya . Mbak..
"Aku tau , aku akan berusaha , do'a kan yang terbaik untuk indira ." potong angel .monica tersenyum sambil mengangguk .
"Non duduk di pangkuan sus ya biar mama bisa bawa mobil dengan aman, bagaimana ." tanya sus monika , Indira menatap wajah Angel , Angel mengangguk sambil tersenyum .
"Iya sayang ,Rara duduk sama sus dulu , kita akan segera ke taman mini ancol gimana ." sebuah senyum dan anggukan antusias dari Rara ,Angel bisa menebak ini kali pertama dia pergi ke tempat itu .
"Apa taman mini adalah tempat wisata pertama yang Rara kunjungi ." tanya Angel . Rara dengan cepat mengangguk .
"kenapa sus." tanya Angel
"maaf mbak Angel Tuan tidak pernah ajak non Rara pergi bermain , hanya saya yang membawanya itu saja tidak boleh jauh jauh dari rumah , karena keterbatasan saya , hanya bisa bawa non ke taman kota saja dekat apartemen ." jelas sus monica .
"jangan berkecil hati sus , aku tidak menyalah kan kamu , aku malah berterimakasih kamu telah menjaganya dengan baik . Pelaku utamanya yang harus kita salahkan adalah tuan Arga . Yang tidak mengerti isi hati putrinya ." ucap Angel sambil mengelus kepala Indira .
"sayang kita pergi hari ini ada lah rahasia kita , papa dan yang lain tidak boleh tau , hari ini hanya milik kita berdua ya ." indira mengangguk mantap .
__ADS_1
Angel segera melajukan kembali mobilnya menebus kemacetan jalan raya . ia berdo'a semoga rencananya hari ini lancar jaya . tidak kepergok Arga di tengah jalan . Manusia es egois . "Apa yang di pikirkan Arga yang sesungguhnya . Demi kebahagian almarhum dia tega mengorbankan putrinya .lihat saja tidak dapat bapaknya putrinya juga tidak apa apa ...