Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
94


__ADS_3

Indah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut .


"Jangan macam macam ya MAS . Dulu aku pasrah , karena aku merasa bersalah dan harus bertanggung jawab atas apa yang telah aku perbuat . Tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam . Aku akan lapor polisi kalau kamu berani menyentuh aku ." ucap Indah bersungguh sungguh .


"Kamu tadi , panggil aku apa ." tanya Rangga , Rangga hanya fokus dengan panggilan Indah untuk dirinya . Tidak fokus dengan apa yang di ucap kan indah dengan panjang lebar .


"Panggilan apa ,? MAS ,?." Rangga mengangguk .


"Boleh panggil aku sekali lagi ." pinta Rangga , Hatinya berdebar hangat menjalar di hatinya mendengar Indah memanggilnya dengan sebutan "MAS ".


Indah sudah berpikir dalam beberapa hri ini panggilan apa yang harus ia gunakan untuk Rangga .Rangga jauh lebih tua darinya , usia mereka terpaut dengan selisih sembilan tahun .


Indah tidak mungkin memanggil Rangga dengan panggilan bapak , karena Rangga bukan lagi atasan nya . Ia juga tidak mungkin memanggilnya dengan sebutan Abang , ia rasa sangat aneh seperti memanggil Dodo . Dan paling tidak menghargai dengan memanggilnya dengan panggil nama saja .itu benar benar tidak sopan .


"Mas Rangga ." panggil Indah dengan suara yang pelan dan lembut . Rangga.mengulum bibirnya ingin menahan senyum bahagianya tapi tetap saja lolos dari bibirnya . Hati Rangga jadi tidak karuan rasa hangat menjalari seluruh tubuhnya , sangat menyenangkan .


"Mas , kamu sakit ." tanya indah melihat wajah Rangga memerah .


"Tidak ." ucap Rangga masih dengan tersenyum malu malu .


"Tapi kenapa wajah dan telinga mas Rangga memerah ." tanya Indah sambil bangkit dan meletak kan tangan nya di kening Rangga .


"Tidak panas ."gumam Indah . Wajah Rangga semakin bersemu merah , Rangga menyingkirkan tangan indah dari keningnya .


"Aku memang tidak sakit ." jawab Rangga .


"Tapi kenapa wajah dan telinga mas memerah ." Indah masih penasaran dengan perubahan wajah Rangga memerah bahkan kini lehernya juga ikut merah .


"Kamu tidak punya alergi kan mas ." tanya Indah lagi , Rangga terdiam , ia bertanya dalam hati Apakah indah tidak tau kalau wajahnya memerah karena sedang blusing .

__ADS_1


"aku pergi tidur dulu ." ucap Rangga dan bangkit meninggalkan kamar yang di tempati Indah .


"Tunggu , mas ." panggil Indah . Rangga membalik kan badan nya menatap Indah lagi dengan wajah semakin memerah setiap kali mendengar Indah memanggil MAs.


"Kamu tidur di sini saja , aku nanti bisa bantu mas , kalau Mas butuh sesuatu ." ucap Indah . Indah benar benar mengkhawatirkan Rangga . Ia mengira Rangga berbohong tidak sakit karena takut akan merepotkan nya . Sama seperti Abangnya ketika sakit dulu , para laki laki semua punya harga diri yang tinggi .


"Terimakasih Bunda ." ucap Rangga langsung membaringkan diri di samping Indah . Bagi Rangga kesempatan tidak akan terulang dua kali , maka Rangga tidak akan menolaknya .ia berbaring miring menghadap indah . Indah mematikan lampu dan mengantinya dengan lampu tidur .


"Selamat tidur mas ." bisik Indah .


"Selamat tidur Bunda ." jawab Rangga , ia akan memanggil Indah dengan sebutan bunda untuk mengajari Putranya juga . Indah menanggapi Biasa dengan panggilan itu karena benar dirinya bunda dari anaknya Rangga .Rangga pun langsung menutup matanya pura pura tidur .


Rangga membuka matanya saat mendengar dengkuran halus dari Indah . Lama Rangga mengamati wajah Indah . Tiba tiba Rangga bangkit dengan cepat saat melihat Arga bergerak gerak dan bangun dari tidurnya .


Rangga segera menggendong dan mengayun putranya agar tidur kembali . Tapi Arga bukan nya tidur tapi malah semakin kencang menagis . Rangga tidak tau kalau Arga bangun , karena ingin minum susu .


"Kamu tidak mau mainan nya . Terus mau apa , sepeda motor atau mobil . Besok Ayah belikan ." Indah yang sudah terbangun dan melihat Rangga menimang putranya hanya bisa geleng kepala . Indah meraih botol susu dan membuatkan susu untuk putranya .


" Dia masih kecil mas , dia belum paham dan tidak mengerti dengan barang barang yang kamu sebutkan , yang dia mau sekarang minum susu ." ucap Indah sambil meraih putranya dari gendonggan Arga .


"Biar Aku saja ." ucap Rangga .


"Mas masih sakit , tidur saja ." ucap Indah .


"Aku sudah sembuh , sudah tidak apa apa ." ucap Rangga .


"Kalau mas sudah sembuh . Mas boleh pindah ke kamar tidur mas sendiri ." ucap Indah . Dengar ucapan Indah Rangga kembali pura pura sakit kepala .


" ssssttt kepala ku jadi pening lagi .mataku juga berkunang kunang ." ucap Rangga dan kembali berbaring di atas tempat tidur dan menarik selimutnya lagi .

__ADS_1


Indah menanggapi serius ucapan Rangga sangat khawatir ." Mas kalau butuh sesuatu bilang saja , atau mas butuh obat ." tanya Indah .


"tidak , aku cuma butuh istirahat saja ." ucap Rangga pelan . Ia merasa bersalah melihat tatapan khawatir Indah yang di berikan padanya .


"kalau butuh sesuatu mas bilang saja ." ucap Indah lagi .Rangga hanya mengangguk pelan .


...****************...


Pagi hari tiba Rangga bangun lebih dulu . Ia melihat anak dan ibu anaknya masih tertidur dengan pulas . ia tatap wajah putranya dan wajah Indah bergantian .ia tersenyum melihat gaya tidur mereka yang sama . Rangga mengabadikan momen itu dalam ponselnya .


Jika di lihat lihat Arga mempunyai kemiripan dengan dirinya , di lihat dari mata nya , hidungnya juga mulut mungil bayi itu mirip dengan Arga . Tiba tiba Arga mengeliat pertanda bayi itu akan bangun sebentar lagi .


Tak lama kemudian Arga benar benar membuka matanya ." selamat pagi boy ." sapa Rangga pada putranya .Arga mengedipkan matanya lalu tersenyum lucu . Semalam Arga sangat rewel tidak mau tidur . setelah di baringkan di antara kedua orang tuanya dia tertidur pulas hingga pagi .


Arga mengoceh dengan bahasa bayi sambil mengangkat kedua tangan nya .


"Ayah tidak tau kamu ngomong apa boy ." ucap Arga .


"Apa boy ingin Ayah gendong ." tanya Rangga , Arga seperti tau apa yang Ayahnya ucapkan ,dia segera mengulurkan tangan nya dengan semangat .


"Baiklah , Ayah akan menggendongmu ." ucap Rangga langsung bangkit dari tidurnya dan menggendong Arga keluar dari kamar . Rangga tidak mau menganggu tidur Indah ,Ia tau semalam indah bisa tidur setelah jam tiga pagi .


Rangga teringat kembali beberapa minggu yang lalu saat Indah jatuh sakit karenanya . Kini Rangga tau betapa lelahnya Indah sepulang kerja lembur dia harus menjaga Arga bila malam hari sangat rewel .


Saat bangun Indah tidak mendapati Rangga dan putranya kamar . Pikiran buruk menghingapi otak Indah . Indah segera meloncat dari tempat tidurnya dan langsung keluar kamar mencari kedua orang itu . Jantung Indah berdetak semakin kencang saat tidak menemukan kedua orang itu di dalam rumah nya .


" kemana mereka .? " tanya Indah dalam hati .


"mbak nina ." panggil Indah kepada Art nya yang muncul dari pintu belakang .

__ADS_1


__ADS_2