
Angga masih bermain main di d**a istrinya , saat Nisa merengek memintanya lebih . Ia percaya kalau dalam keadaan Normal Nisa pasti tidak seagresif ini , Istrinya ini gengsi setinggi langit .
Angga berdiri melepaskan semua pakaian nya .
"Kamu sudah siap sayang ." tanya Angga . Nisa yang sudah tidak sabar segera meraih pinggang suaminya agar cepat menyentuh nya .
"Istriku benar benar tidak sabaran nya ." kekeh Angga . Pelan pelan Angga menurunkan pinggangnya dengan perlahan . Agar tidak menyakiti istrinya , ia tau ini yang pertama untuk Nisa . Neskipun sudah sangat pelan nyatanya Nisa masih berteriak kesakitan dan punggung Angga yang jadi pelampiasan kesakitan nya . Angga yakin punggungnya akan lecet oleh cakaran kuku istrinya .
Angga mengulingkan tubuhnya kesamping badan Nisa . Setelah mereka berdua sama sama menikmati pelepasan kenikmatan yang kedua kalinya . Nisa kelihatan sangat kelelahan ,Angga menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan nya .dan mengelus lembut punggung istrinya .
"Terimakasih ." gumam Nisa sebelum tertidur .
"Tidak .aku sebenarnya yang harus nya berterimakasih . Karena kamu dah mengijinkan aku untuk menjadikan yang pertama untuk menyentuhmu ,emuachh , I LOVE YOU MY WIFE ." ucap Angga . Walaupun ia tau kalau istrinya tidak dapat mendengarkan karena telah tertidur . Istrinya telah melayang ke alam mimpi .
...****************...
Pagi hari menyapa . Nisa membuka matanya , ia merasakan sesuatu memeluk erat pinggangnya . Nisa mengeser sedikit badan nya dan menoleh kan kepala nya , ia menatap wajah tampan suaminya sedang tertidur di sampingnya . Seketika bayangan semalam berputar di kepalanya .mulai dari kelakuan nya yang menyosor pada Angga , hingga keberanian nya menarik pinggang suaminya untuk segera menyatukan tubuh mereka . .
Nisa mengangkat tangan Angga dari pinggangnya , ia berniat turun untuk membersihkan badannya yang terasa lengket . Namun Angga malah mengeratkan pelukan nya ,ternyata pria.itu juga sudah bangun .
"Jangan banyak bergerak , nanti kamu akan membangunkan nya ." bisik Angga di balik punggung istrinya . Nisa yang menyadari apa maksud ucapan suaminya itu , langsung diam , tubuhnya menegang kaku .
Angga tersenyum merasakan reaksi Istrinya . Jika saja istrinya itu tidak baru saja kehilangan keperawanan nya , mungkin sudah langsung ia terkam lagi istrinya itu .
"Aku mau mandi ." bisik Nisa pelan .
"hemm ." gumam Angga menanggapi istrinya .
"Angga , tolong badan aku lengket , dan ngak enak sekali ." ucap Nisa .
__ADS_1
"Mau mandi bareng ." Tanya Angga menggoda . Nisa menyikut keras perut Angga .Dia merasa jesal , Alih alih sakit atau marah . Angga malah tertawa geli dan terkekeh melihat perlakuan istrinya yang masih malu malu .
Angga kemudian melepaskan pelukan nya di perut istrinya . Dan membiarkan nisa segera pergi ke kamar mandi .
Angga merubah posisinya menjadi terlentang pandangan nya lurus menghadap ke langit langit kamar , kedua tangan nya ia taruh di bawah kepalanya . Tidak pernah Angga sebahagia ini saat bangun pagi , sejak tadi senyum nya tidak pernah meninggalkan sudut bibirnya .
Apalagi mengingat percintaan mereka semalam , yahh walau semuanya berawal dari obat perangsang , Dari seorang yang Angga curigai .
"Angga ." panggil Nisa dari balik pintu kamar mandinya . Dan hanya kepalanya sajanyang dia keluarkan .
"Ada apa ." sahut Angga dari atas ranjang , yang masih engan beranjak . Ia masih nyaman dengan posisinya sekarang .
"Boleh minta tolong . Ambilkan handuk aku yang baru di dalam lemari aku ." ucap Nisa .Angga langsung bangkit dari tempat tidurnya dan menjalankan perintah istrinya .
"Yang mana sayang , ini banyak warna , merah ,putih ,kuning ,pink ." Angga menyebut kan warna warna handuk yang di punyai Istrinya .Nisa sempat tercekat mendengar Angga memanggilnya sayang .
"Terimakasih ." ucap Nisa setelah menerima handuk dari suaminya . Lalu menutup pintu kamar mandinya .
"permisi tuan , ada paketan untuk anda ." ucap bi sarijem sambil menyerahkan kotak paket kepada Angga yang berukuran sedang .
"Dari siapa bi ." tanya Angga yang sedang duduk santai di ruang tengah . Sedangkan Nisa masih berada di dalam kamar entah apa yang sedang di lakukan nya .
Hari itu Angga dan Nisa memutuskan untuk tidak pergi bekerja karena Jalan Nisa seperti pinquin . Karena Nisa baru lepas segel setelah umur pernikahan mereka dua minggu .
"nama pengirim nya Divana tuan ." ucap bi sarijem sambil mengulurkan kotak paket itu . Angga tertegun saat mendengar nama wanita itu . Sudah hampir empat tahunan mereka telah putus kontak .
"Paket apa ." tanya Nisa yang tiba tiba telah berada di samping Angga dan duduk di sana . Angga gelagapan mendengar suara istrinya . Dan tidak sempat menyembunyikan kotak itu . Melihat gelagat dan reaksi suaminya mengundang curiga di hatinya .
Nisa meraih kotak itu dan membukanya setelah membaca siapa pengirimnya . Dan melirik sinis pada Angga .
__ADS_1
"siapa Divana ." tanya Nisa .
"Mantan ." jawab Angga , berusaha tidak terpengaruh oleh tatap!n sinis istrinya .
"Seingat aku rumah ini baru beli setelah kamu pulang dari luar negri ,bagaimana dia tau alamat sini ." tanya Nisa dengan tatapan menyelidik .
"Aku juga tidak tau dari mana . Karena aku juga dah putus dengan dia sudah hampir empat tahun yang lalu . Mungkin kalau tidah salah dia dapat alamat dari Rangga . Karena dia dan Rangga masih saudaraan ." jawab Angga . Dia tidak ingin menyembunyikan segala sesuatu dari istrinya . Kalau tidak ia pasti kehilangan jatah nanti malam .
"Apa ini ? Kenangan kita ." dengus Nisa melihat gelang tangan caupel . Dengan Tulisan insial sama .
Angga terdiam melihat gelang itu , entah kapan ia membelinya juga sudah tidak ingat . Ada kenangan apa di balik gelang itu .
"Kamu pernah membelikan cincin pada mantan mu itu ." tanya Nisa lagi dan Angga lagi lagi hanya mengangkat bahunya cuek .
"Udah lupa ."jawab nya .
"kenapa lupa " tanya Nisa .
"ya kalau masih ingat itu namanya , aku masih ada menyimpan perasaan pada nya ." jawab Angga .
"Ya sudah kalau begitu buang saja ." nisa menyerahkan kotak itu kepada bi sarijem untuk di buang .Angga hanya diam saja dengan apa yang di lakukan oleh Istrinya . Yang jelas baginya itu semua sudah tidak penting untuknya .
"sini duduk ." ucap Angga sambil menepuk sofa kosong di sampingnya . Nisa hanya menurut tapi.tetap dengan wajah yang kesal dengan barang barang kiriman mantan suaminya itu .
"Kamu pasti tau , siapa yang memasukan obat perangsang di dalam minuman aku ." tanya Angga sambil mengangkat tangan nya untuk di lingkarkan di bahu istrinya .
"Aku tidak tau , tapi aku curiga dengan julia . Dia pergi setelah pelayan mencatat pesananmu . Dia memang selalu iri dengan ku ." ucap Nisa acuh .
"Kamu mau ,kita beri dia pelajaran ." tanya Angga . Meskipun dia kelihatan seperti pria baik baik tapi juga punya kenalan orang orang yang bisa menyingkirkan orang lain dalam satu jentikan jari .
__ADS_1