Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
123


__ADS_3

Keinginan Aan tak bisa di abaikan , setelah mengadakan musyawarah bersama keluarga , dan Keluarga Rangga juga tidak dapat di hubungi apapun resikonya Rangga dan Arga akan terima .


"Sayang bunda janji akan nikahkan kamu dengan Arga , tapi ada syarat nya ." ucap Indah .


"Apa syaratnya bun ." tanya Aan .


"Ceritakan sama bunda bagaimana kehidupan mu selama ini . " tanya Indah .


Aan menceritakan kalau dirinya menjadi anak yang penurut seperti apa yang di minta oleh orang tua ,tidak keluyuran bila tidak ada kepentingan , kedua orang tuanya sibuk bekerja . Hanya jam tangan pemberian Arga yang menjadi tempat curhatnya . Ia mengalami insomnia yang sangat parah .ia bergantung dengan obat penenang agar bisa tidur .


" Ini aku di mana . Ini rumah siapa dan kalian siapa ." perubahan Aan membuat mereka terkejut .


"Bang ,kamu harus bertanggung jawab , dia telah mengkonsumsi obat penenang jangka panjang , hingga dia lupa ingatan secara mendadak ." ucap Viona yang memang bekerja di bidang kesehatan .


"sayang ,Bidadariku ." panggil Arga .Aan menoleh menatap Arga yang jongkok di depan Aan , Aan tersenyum mengunakan baju lengan panjangnya menghapus kening Arga , seakan di sana Ada keringat yang membasahi wajah Arga .


"Mas ,..


"Mas tau , kau akan menjadi penghapus lelah mas selama nya ." ucap Arga sambil menggenggam tangan Aan dan membawanya ke bibirnya . Arga menahan air matanya dan tangisnya .


"Ya Alloh seberat apa hidup yang ia jalani selama ini ." gumam Arga dalam hati .


"Baik kita menikah besok ya ." ucap Arga .


"Jangan mimpi ." Sebuah teriakan yang berasal dari ponsel Rangga . Rangga sedang menghubungi Rangga lewat VC . Tapi perhatiannya teralihkan kepada Aan yang tiba tiba hilang ingatan . Dan Rangga juga tidak tau sejak kapan VC nya terhubung . Dan camera ponselnya berubah layar belakang .


"Rangga , kamu tau apa yang terjadi pada putrimu ." bentak Rangga tanpa merubah posisi camera di layar ponselnya .


"Putriku baik baik saja , Aku jaga dia dengan baik , pacaran pun dia tidak pernah , dia hanya keluar saat sekolah , selesai semua pelajaran dia langsung pulang makan tidur dan belajar ." ucap Angga .


"Mas , suara itu , suara itu yang selalu menganggu ku setiap hari , aku tidak boleh ini tidak boleh itu , kepala aku pusing sakit mas ." teriak Aan , Arga memeluk kepala Aan sambil menepuk nepuk pelan .


"Tidak apa apa sayang , jangan takut ada mas di sini ya , dia ada jauh , kamu tenang ya ," ucap Arga .


"Arga bawa Aan tidur pastikan swmua lampu redup jauhkan dari barang elektronik , mulai sekarang buang obat obatan yang ada di dalam tas nya ,viona bantu Abangmu merawat kakak iparmu ."ucap Rangga .

__ADS_1


"Rangga kamu gila ."..


"Kamu yang gila , sekarang juga datang ke apartemen aku ." ucap Rangga sambil menutup ponselnya secara sepihak .dan memberikan alamat kepada Angga .


"pa kita kembali ke apartemen saja ," ucap Rangga sambil mendorong kursi roda George .


Sementara di kamarnya Arga menatap wajah Aan yang telah tertidur berbantalkan telapak tangan nya . Ada penyesalan yang teramat dalam di benak Arga tidak lebih awal menjalin komunikasi dengan Aan .


"Maaf ." ucap Arga yang engan menarik tangan nya . Ia rela di jadikan bantalan tidur Aan .


***


Novita pulang ke apartemen Ayah nya . Ia melihat tiga orang pasangan .Di basement apartemen Ayah nya , dengan ragu novita menyapa mereka .


"Assalamuallaikum." sapa Novita .


"Waallaikum salam ...


"Apa kah anda semua keluarga mbak Aan ." tanya novita .


"Ia di mana Aan ." tanya Rangga .


Baru saja novita membuka pintu Angga langsung menerobos masuk sambil meneriaki nama putrinya .


"DE WANG GA ." gertak Rangga . Nisa mengangguk pada kedua orang tua yang duduk di sebelah Rangga dan Indah . Sambil menenangkan suaminya .


"Silahkan duduk paman , bibik ." ucap Indah kepada kedua orang tua Nisa dan Angga .


"Dimana putriku ." tanya Angga tidak perduli .


"kamu telah banyak berubah Angga , kamu bukan Angga yang aku kenal ." ucap Rangga .


""Semua orang pasti harus mengalami perubahan Rangga , tidak seperti kamu mencok sana mencok sini ." ucap Angga .


"Ya aku sadar , semenjak putraku meminta putrimu dua puluh tahun yang lalu , sebenarnya kamu tidak ikhlas kan . Sehingga kalian memberi persyaratan seperti itu pada putra ku . Itu juga karena asal usul anak ku yang berasal dari kesalahan kan ." ucap Rangga .

__ADS_1


"Nak ..


"Pa sudah biarkan saja . Aku sudah tidak mengenal sahabatku suka dan duka ku dahulu ." ucap Rangga .


"maaf paman dan bibi .apa anda tau ini ." ucap novita pada Rangga dan Nisa .


"Apa ini , obat apa dan punya siapa ." tanya Nisa mengecek obat obat yang di berikan oleh Novita .


"Ini obat yang di konsumsi mbak Aan selama tuju tahun ini ." ucap novita .


"Apa ,tidak mungkin kami tidak pernah membawa dia ke rumah sakit . Dia selalu sehat tiap hari selalu di kamar , kamu jangan sok tau ." ucap Angga .


"Maaf paman , saya calon Bidan , saya baru saja mengecek rumah sakit yang sering di datangi oleh mbak Aan . Kalian lihat ini ." novita membuka laptopnya .menunjuk kan berkas berkas kesehatan dari sebuah rumah sakit . Novita bisa mendapatkan karena Orang tua sahabatnyalah pemilik rumah sakit itu .


Keluarga Aan terkejut melihat semua itu Angga geleng kepala . Juga keluarganya yang lain .


"Tidak mungkin ." ucap Angga .


"Paman lah orang yang ketat dan tegas terhadap mbak Aan ,dan paman juga lah yang menjadi momok di hidup mbak Aan , dia mengalami depresi yang parah bahkan ingatan nya mulai memburuk hanya Bang Arga yang bisa membuat dia tenang ," ucap Novita .


"Mas , tuju tahun yang lalu apa Aan tau rencana papa yang ingin jodoh kan Aan dengan johan ." ucap Nisa .


"Johan anak bang Joni ," tanya Rangga .Nisa mengangguk .


"Anakmu lebih Tua Angga . Kamu jangan terobsesi oleh pernikahan mu sendiri . Katena istrimu lebih tua darimu .tapi itu dirimu bukan putrimu ." ucap Rangga .


"Itu urusan aku , sekarang di mana putriku ." ucap Angga dan saat itu pula pintu apartemen terbuka .


"Bunda ." teriak Aan . Nisa tersenyum mengulurkan tangan nya . Tapi Aan malah melewati Nisa dan memeluk Indah .


"Sayang ." panggil Indah dan Nisa bersamaan .


"apa yang kalian lakukan pada putriku ." teriak Angga .


"Kami tidak melakukan Apa apa paman . Kami bertemu juga baru tadi siang . Itu karena efek obat yang di konsumsi oleh Aan selama ini . Novita berikan obat obat Aan pada orang tuanya agar pergi ke dokter mencari efek obat yang di konsumsi Aan ." ucap Arga .

__ADS_1


"Aan ayo pulang ." Angga menarik kasar tangan Aan .


"Aku tidak mau , aku tidak kenal kamu pergi pergi ." Aan melepaskan tangan nya dari tangan Angga dan lari sembunyi di belakang Arga .


__ADS_2