Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
148


__ADS_3

"Pak tadi katanya suruh saya yang nyetir , mau pindah sekarang ." tanya Angel mengalihkan pembicaraan . Ia ingat tadi Arga menunggunya karena ingin dirinya yang bawa mobil .


Arga menatap nya dengan tatapan tajam , tanpa bicara apa apa Arga langsung menginjak gas meninggalkan parkiran restoran . Perbuatan Arga membuat Angel menghembuskan nafas dengan berat ." kenapa sikap Arga hari ini susah di tebak ." gumam Angel . Lelaki itu seperti menunjuk kan rasa cemburu diam diam .


"Ngak mungkin ." ucap Angel tanpa sadar mengucapkan kata kata itu dan di dengar oleh Arga .


"Apa yang ngak mungkin ." tanya Arga dengan suara yang dingin berat dan terasa mencekik ,yang keluar dari mulut Arga .


"Hah ." Angel terkejut .


"Apa yang ngak mungkin ." Arga mengulangi lagi pertanyaan nya .dengan intonasi yang tinggi reflek juga Angel menjawab dengan cepat


"Ngak mungkin kan bapak cemburu sama saya dan johan ." ucap Angel . Seketika Arga mendadak menginjak rem mobilnya . Karena terkejut mendengar jawaban Angel .


"Pak ." teriak Angel yang juga terkejut dengan tindakkan Arga .beruntung jalanan tidak padat kendaraan .dan tidak menjadikan sebuah kecelakaan yang akan menimbulkan kemacetan .


"Cemburu Ceks ." Arga berdecak sambil menunjuk kan senyum sinisnya . Ia mengabaikan wajah Angel yang pucat karena keterkejutan nya . Akibat decitan dari ban mobilnya .


"Jangan berharap saya cemburu padamu , karena itu tidak mungkin ."ujar Arga . Angel pun ikut berdecak sebal , ia tidak perdulikan kedudukan Arga sebagai bos di kantornya . Karena semua Arga yang memulainya .jadi Angel tidak mau mengkhawatirkan apa apa .


"kalau bapak ngak cemburu ya sudah bersikap biasa saja dong , tidak usah bapak bersikap seolah cemburu , saya kan jadi serba salah dan bingung ." ucap Angel kesal .


Arga tersenyum miring , ia menolak untuk mengakui kalau ada kecemburuan di hatinya . Tetapi Arga juga senang mendengar jawaban Angel .


"Bagus ! Dan semoga kebingungan mu itu jadi awet selamanya ." jawab Arga .


Angel semakin bingung dengan ucapan Arga , hingga mobil Arga kembali jalan ia masih merasa bingung ." Dasar aneh ." ketus Angel .bagaimana tidak sekarang wajah Arga kelihatan baik baik saja walau aura dingin tetap menyelimuti nya , tapi aura kesal di wajahnya entah hilang kemana . Angel menggeleng kepalanya . Ia tak mau pusing mikirin sikap aneh Arga .

__ADS_1


***


sampainya di kantor semua karyawan juga selesai makan siang . Mereka semua kembali menuju ke dalam kantor . Angel menjadi tontonan semua karyawan yang melihatnya pulang bersama Arga , hanya Nisa yang mengacungkan jempol padanya , sedangkan yang lain hanya mencebik kan bibirnya .


Angel mengangkat dagunya ,tidak memperdulikan warna warni atau tuduhan dan prasangka teman sekantornya . Angel melangkah tegap dan percaya diri , menuju ke ruangan nya yang jadi satu dengan ruangan Arga .


"Angelia , kamu cek kembali berkas berkas proyek yang akan kita handle sekarang , dan laporkan pada saya kalau ada yang tidak beres ." ucap Arga menyambut kedatangan Angel . Karena turun dari mobil Arga langsung masuk ke dalam ruangan nya tidak menunggu Angel yang belum turun dari mobilnya .


"Baik pak ." jawab Angel yang belum sempat meletak kan pantatnya ke atas kursinya . Mereka berkerja dalam diam , semua baik baik saja tidak ada yang aneh . Angel melakukan tugas Arga hingga pekerjaan selesai . Dan melaporkan kepada Arga .


"Semua beres dan aman sejauh ini pak ." terang angel sambil menunjukan berkas berkas nya kepada Arga .


Arga mengangguk dengan singkat , ia tau semuanya aman terkendali . Hanya saja memberi tugas tambahan kepada Angel bagi Arga sangat menyenangkan .


"Baiklah kamu boleh kembali ke meja kamu." ujar Arga , angel tanpa menyahut pergi menuruti kata kata Arga kembali lagi ke mejanya . Angel melanjutkan memeriksa berkas yang lain nya yang harus ia teliti .


Nomor ponsel tak dia kenal berkedip kedip di layar ponselnya . Angel juga tidak berniat untuk mengangkatnya , sehingga ia hanya membalik kan ponselnya hingga layar depan hpnya berada di bawah . Tetapi panggilan itu berhenti dan berdering lagi .


"Angkat ." suara teriakan dari Arga , Angel melirik ke arah Arga .


"Deringan ponselmu menganggu saya ." karena Angel mengunakan nada dering sekali seumur hidup , itu juga merupakan lagu favorit Arga dan istrinya tapi nyatanya Alloh memberinya cobakan yang sangat dalam ia rasakan . Angel pun menerima panggilan itu .


"Hallo , ini siapa ."? Tanya Angel . Dari sebrang terdengar suara laki laki , Angel mengerutkan kening heran .


"Hallo angelia ." sapa laki laki dari sebrang sana .


"Johan ." tebak Angel , yang membuat Arga menatap Angel tajam .

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkan nomor aku , Jo ." tanya Angel heran begitu juga dengan Arga . Dari tempat duduknya Arga memasang telinga baik baik ingin mendengarkan apa yang di bicarakan Angel dan Johan . Laki laki yang baru di temui Angel tadi siang .


"Oh tadi aku dapat dari sebuah kartu undian ." jawab Johan sambil terkikik .


"Kamu bisa aja , masak ada nomer aku di kertas undian , aku tidak pernah ikut undian , memangnya kamu bekerja di sebuah pabrik yang melakukan promo untuk menarik konsumen ." kekeh Angel .


"Kamu bisa juga ya ngel ." ucap Johan .


"Ok , Ada apa kamu menghubungi ku Jo ." tanya Angel yang sebenarnya ia tidak suka di telepon oleh Johan . di tambah lagi cara Johan me,dapatkan nomor telepon nya dari orang lain tidak langsung meminta pada dirinya yang bersangkutan .


Tanpa sengaja Angel melihat Arga yang menatap nya tajam dari sudut matanya . Seolah Arga memasang telinga ingin mendengarkan percakapan nya dengan Johan .maka Angelpun sengaja meladeni ucapan Johan .


" Angelia , bolehkah aku mampir ke apartemen kamu , hari sabtu malam nanti ." tanya Johan . Yang meminta ijin dari Angel .untuk datang bermain di apartemen angel malam minggu nanti .


"Sabtu malam?, mau ngapain , mau ajak aku malam mingguan ." tanya Angel sambil nyengir dan melirik Arga dari ekor matanya . Senyum Angel semakin lebar saat melihat Arga masih berusaha mencuri dengar percakapan nya dengan Johan .


"ngak main aja , malam mingguan juga boleh , kalau ngak ada yang marah ." ucap Johan dari sebrang .


"Ok , boleh kok . Jangan lupa ya bawa makanan untuk teman ngobrol ." jawab Angel . Setelah basa basi sesaat Angel segera mengakhiri percakapan nya dengan johan . Walau bagaimana sekarang masihlah jam kerja . Angel tak mau Arga memelototinya terus tiada henti seperti ini .


"Sudah pak , terimakasih atas waktunya ." ucap Angel kepada Arga , yang masih saja memberinya tatapan tajam .


Arga mendengus kesal ." benar benar murahan ." ucap Arga sambil membuang wajahnya . Angel melotot mendengar ucapan Arga .


"Siapa yang di tuduh murahan ." tanya Angel pada diri sendiri .


" maksud bapak ." tanya Angel penasaran .

__ADS_1


"Kamu yang murahan . Sembarang terima tami laki laki ke apartemen ." jawab Arga .


__ADS_2