Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
190


__ADS_3

"Pak ."panggil Angel .Arga hanya menoleh sebentar .


" hemm ." jawab Arga .Angel juga terkejut mendengar jawaban Arga . Ia tak percaya Arga mau menanggapinya .


"Soal Indira saya benar benar minta maaf ." ucap Angel .sesungguhnya Arga sangat benci dengan sikap pura pura Angel yang mau jadi calon ibunya . Angel telah meracuni pikiran Indira , memberi indira harapan pada sesuatu yang tidak seharusnya .


"Saya tau saya salah Pak , tapi saya bersungguh sungguh , saya ingin menjadi seorang wanita yang bisa di panggil mama oleh Indira ." ucap Angel .


Arga mengepalkan tangan nya erat erat di atas pangkuan nya . Dan Arga benar benar tidak ingin mendengar harapan Angel . Karena itu tidak mungkin dan Arga tidak akan mungkin mengabulkan nya . Arga ingin menunjukan kemarahan nya sekarang .


" seperti biasa pak , saya akan menolak untuk di pecat ." ucap Angel .Arga memejamkan matanya .ia tidak tau harus bagaimana lagi cara mengusir Angel . Sungguh bisa di bilang Angel tidak punya malu . Sudah salah tapi tidak mau mengalah .


Seumpama Angel keluar dari perusahaan ini , Arga percaya dia juga tidak akan kesusahan untuk mencari pekerjaan di tempat lain .Arga mengakui Angel mempunyai ketrampilan yang luar biasa .karena dia mampu menghandel semua pekerjaan nya.


" Pak Arga ." panggil Angel karena Arga tidak juga


mengatakan apa apa ." saya ngak mau di pecat , pak ." ucap Angel .


"Jangan macam macam kamu Angelia saya sudah tidak mau terima kamu lagi di sini ." ucap Arga dengan tegas .


"Iya pak , Baiklah kalau begitu , besok saya akan tetap bekerja lagi ." jawab Angel mengabaikan perintah Arga .


"kamu apa apain sih , Angelia ." ujar Arga sambil berteriak pada Angel . Tapi Angel tak gentar sedikitpun .


"Maafkan saya pak , kali ini saja , saya masih ingin menemani hari hari bapak di perusahaan ini . Apa lagi sekarang ada Johan yang sedang cari cari masalah sama bapak . Saya ingin menemani hari hari berat bapak ." ucap Angel .

__ADS_1


Arga mendengus kesal , tentu saja Arga tidak menganggap enteng Ancaman Johan , tetapi ia tidak butuh Angel untuk menghadapi Laki laki itu .


"Saya , hsrap kamu mengerti , Angelia saya tidak ingin kamu ada di sini lagi ," sekali lagi Arga berkata tegas .


Angel menjadi murung mendengar ucapan Arga , ia tidak tau harus bagaimana lagi menyakin kan Arga .


"Saya tetap tak ingin pergi pak ."


"Angelia ...." akhirnya Arga tak bisa menahan geramnya .


"Terimakasih atas pengertian nya pak , saya kembali kerja lagi ya ." ucap Angel tanpa menunggu jawaban dari Arga yang sepertinya juga tidak bisa bicara apa apa . Akhirnya Angel benar benar kembali ke meja kerjanya , ia tersenyum lega . Beda sekali dwngan Arga yang terlihat kekesalan di wajahnya .


***


Mungkin banyak orang yang mengatakan Angel terlalu bodoh , dan tidak punya malu , dia terlalu di bodohkan oleh cinta butanya terhadap Arga tapi Angel tidak perdulikan dengan pandangan orang orang terhadap dirinya . Mungkin di anggap terlalu buruk , sudah di usir dan di pecat tapi tetap saja bertahan di sisi Arga .


Ada yang mengatakan Angel sebagai Wanita tidak tau malu , tidak tau diri dan sebagai w************n yang sangat parah dan menyakitkan . Tapi Angel tetap tidak memperdulikan itu , baginya ia masih tetap bisa berada di sisi Arga , itulah hal yang paling bahagia .


Meskipun Arga tidak menginginkan keberadaan nya , Angel akan tetap tetap dalam pendirian nya .akan tetap menemani Arga dalam suka ataupun duka .


Berbeda dengan Anis setelah menemukan orang orang yang telah mengatai Angel , jantungnya berdegup kencang . Ia takut dan khawatir Angel akan merasa diskriminasi atau bahkan terintimidasi . Anis buru buru segera menemui Angel dan memberi tau Angel , dengan beberapa yang yang dirinya dengar itu . Namun masih dengan santainya Angel mendengarkan semua itu .


"Kamu beneran An ngak apa apa ."Tanya Anis , mereka sekarang berada dalam kantin perkantoran .


Angel berdecak padahal sudah berulang kali ia katakan pada Anis . Kalau dirinya tidak apa apa . Semua baik baik saja , walau sekarang semua mata memandang benci dan mencibir dirinya .

__ADS_1


"Aku ngak apa apa , sudah cepat habiskan makan nya setelah itu kita cepat kembali ke kantor ." ucap Angel .


Saat mereka sedang asyik melanjutkan makan nya datang laki laki berseragam hitam mengantar bungkusan di plastik untuk Angel . pria itu hanya membungkuk tanpa bicara . Angel segera menerimanya karena ia tau siapa laki laki itu .


Anis menepuk bahu angel ." aku percaya kamu baik baik saja . Dan suatu saat mereka akan bungkam dan menunduk padamu . Aku juga oercaya kalian memang sudah jodoh sejak belum lahir . Hanya semua butuh pengorbanan . Semangat ." ucap Anis .


Angel tersenyum mendengar ucapan Anis sambil membuka bungkusan plastik itu . Angel mengeluarkan kompresan jely dari dalam alat pendingin kecil .


"Dari siapa ." tanya Anis .


"Ayah ..


"haa..." anis melonggo mendengar semua itu .


"Ayah mu tau kejadian barusan ." tanya Anis .


"tentu , aku putri kesayangan nya . Tanpa kamu ketahui Ayah menyebar mata mata untuk kita kalau kamu belum tau ." Anis segera menebarkan pandangan nya .


"Kamu tidak akan mengenali mereka ibu . Tapi mereka mengenalimu ." bisik Angel .


Anis sekarang menyadari kalau Angel dan Ayahnya bukan orang biasa , bagi orang orang yang tidak mengenalnya Angel bermuka tebal dan tak malu . Entah sekuat apa seseorang di balik keluarga Angel hingga dia berani melakukan ini


Berani melawan atasan nya yang benar benar tidak menginginkan nya . Tidak mungkin hanya karena pernah di jodohkan . Anis berpikir Angel bukan sekedar gadis yang berumur dua puluh lima tahunan . Angel punya seseorang yang bisa membantunya kapan saja . Tapi siapa dari keluarga Arga yang ia tahu sudah tidak ada semenjak kejadian lima tahun yang lalu .


Pernah Anis berpikir apakah keluarga Angel bagian dari perusahaan ini tapi keluarga Angel berasal dari ansterdam , pernah pula ia berpikir apakah Angel pemilik dari perusahaan itu tapi Angel tidak ada marga yang menghubungkan dengan perusahaan itu .entah lah Anis jadi bingung sendiri , ia akan mulai mengecek siapa Angel dan Ayahnya yang sebenarnya .

__ADS_1


Anis menatap Angel yang sedang ngompres pergelangan tangan nya sambil makan .sungguh bukan perihal mudah dalam melawan Arga . Lalu menghadapi cemoohan para rekan kerja .Anis bertanya tanya ."Apakah benar dia tidak tertekan dengan ini semua . Menerima cemoohan dan cibiran dari rekan rekan kerjanya . Apa benar Angel Baik baik saja .? Sekali lagi ia benar benarntidak memahami perasaan calon anak sambungnya itu .


Beda dengan dirinya dan Andre yang saling mencintai .tapi Angel dalam suasana cinta bertepuk sebelah tangan .


__ADS_2