
"Dan untuk kamu cantik ."ucap Johan menunjuk ke arah Angel .
" kamu akan menyesal telah melakukan ini padaku ." ucapnya sambil tersenyum lembut kepada Angel sebelum kemudian pergi meninggalkan mereka berdua .
"Dasar sinting ! Aku tidak akan pernah menyesal . Kamu memang pantas mendapatkan itu ,Jo ." balas Angel tepat pada saat itu Johan sedang membuka pintu ruangan rapat .Johan seketika menoleh menatap Angel . Dan kemudian Johan mengedipkan matanya sebelum akhirnya benar benar pergi keluar dan menghilang di balik pintu .
"Benar benar gila ." ujar Angel sambil berusaha meredakan emosinya . Ia ambil nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan . Perasaan nya sedikit lega entah karena telah berhasil mengusir Johan atau karena apa tidak ada yang tau .
Sementara Arga masih tetap diam dan tidak bergerak di samping Angel . Ia hanya geleng kepala , jujur saja melihat apa yang di lakukan oleh Angel . Ia merasa sangat terhibur oleh perbuatan dan tingkah Angel . Arga tidak pernah menyangka Angel akan berani menampar Johan seperti itu . Ia pikir Angel tidak akan berani melakukan kekerasan fisik seperti itu , apalagi Terhadap Johan , johan adalah seorang laki laki .Namun dirinya salah besar , Angel tidak hanya pandai merayu tapi dia juga pandai berkelahi .
"Ada apa pak ?." tanya Angel karena merasa aneh Arga masih saja memandangnya .
Arga mengangkat dagunya dan melipat kedua tangan nya di depan dada .
"Johan telah membuat kamu kesal , An ." tanyanya .
Angel tidak tau arah pembicaraan Arga . Seharusnya yang kesal di sini kan Arga sendiri . Tapi entahlah ,Angel hanya mengangguk singkat sebagai jawaban nya .
"Makanya jangan cari pacar seperti dia , pusingkan kamu jadinya ."
__ADS_1
Angel ternganga mendengarnya , Apa maksud ucapan Arga tiba tiba bicara seperti itu .mereka tidak lagi dalam mood bercanda kan !
" Bapak serius menasehati saya dalam kondisi seperti ini ? ." jujur saja Angel merasa heran . Ayolah , mereka baru saja merasakan ketegangan , namun Arga tiba tiba membahas tentang hubungan pura puranya dengan Johan .
"Cks , lagian Johan juga bukan pacar saya ." ucap Angel tidak mau lagi berpura pura . Mana sudi ia menganggap Johan sebagai pacarnya , sebagai teman saja kini Angel tidak sudi lagi .Bahkan sebagai tetangga Angel juga tidak mau mengakui .
"Benar pak , saya bukan pacar Johan ." ucap Angel menyakin kan Arga yang masih menatapnya penuh curiga . "Astaga ." Angel bertanya pada diri sendiri ." Apakah ini waktu yang tepat untuk membahas hubungan palsunya dengan Johan pada Arga , Tidak bukan waktu yang tepat ." jawab Angel pada diri sendiri .
... "Duhhh , sudah terserah bapak saja . selanjutnya apa yang akan bapak lakukan , saya sebagai sekretaris bapak . saya akan membantu bapak semaksimal mungkin ." ucap angel bersungguh sungguh ....
Arga mengendikan bahunya ia belum punya rencana apa apa .tetapi yang pasti dia tidak akan tinggal diam dengan apa yang di lakukan oleh Johan .Arga bersumpah akan membuat laki laki itu menyesal telah mengusik nya.
Bagaimanapun arga tidak rela apa yang telah ia usahakan selama ini , di rebut oleh Johan begitu saja .Banyak waktu dan tenaga juga perasaan yang telah ia korban kan demi perusahaan .Dan begitu saja tiba tiba datang seorang pewaris ingin merebutnya .
Sungguh Arga tidak akan rela , setidaknya Johan harus tau seperti apa perjuangan nya demi memajukan perusahaan hingga seperti ini .
Jujur sebenarnya Arga juga kecewa kepada para pemegang saham yang telah memihak Johan . Entah apa yang telah mereka pikirkan , setelah selama ini dirinya lakukan untuk kemajuan dan kebangkitan perusahaan ini .kini Arga hanya bisa bergantung pada keputusan sang pemimpin yang sebenarnya .
Namun hingga detik ini , ia belum bisa menemukan pria parubaya yang dia cari cari selama ini . Bahkan Arga telah mengerahkan beberapa orang suruhan nya untuk mencarinya , dan sampai sekarang belum ada yang menemukan titik terang . Entah bersembunyi di mana orang tua parubaya itu bersembunyi .informasi terakhir yang Arga temukan hanya tempat tinggalnya saja , tapi orangnya tidak ada di indonesia , entah menghilang kemana .
__ADS_1
Arga sempat menghela nafas berat karena pernah mendengar dari orang suruhan nya , bila Johan telah berhasil menemui orang itu sekali . Tapi laki laki tua itu belum memberi jawaban pada Johan . Dan dapat membuat Arga menghela nafas lega .karena artinya Arga masih memiliki harapan .
Sambil terus mencari keberadaan pria itu , Arga tetap tidak melalaikan tugasnya .pekerjaan tidak pernah menumpuk di atas meja kerjanya . Hal itu bisa di lihat oleh Angel . Ia melihat sendiri dengan mata dan kepalanya , bagaimana Arga menyibukkan diri dengan pekerjaan sehingga tak satupun pekerjaan yang terbengkalai .
Kadang Angel berpikir Arga terlalu keras terhadap diri sendiri . Angel berharap Arga memiliki waktu untuk beristirahat . Pernah Angel meminta laki laki itu Agar beristirahat , melupakan sejenak tugasnya , tapi yang Arga lakukan malah membentaknya . Arga tidak suka membiarkan pekerjaan nya menumpuk di atas meja kerjanya .
Di sisi lain sebenarnya tiada percakapan selain tentang pekerjaan antara Arga dan Angel .Arga benar benar menganggap Angel tidak ada . Meski kadang Angel mengajaknya bicara .kebanyakan yang Arga lakukan adalah diam , mengabaikan Angel seperti saat ini . Ada penghuni tapi tak ada percakapan yang ada hanya suara gesekan kertas kertas yang di bolak balik .
Angel menghembuskan nafas berat , merasa sedih dengan kondisi dan situasi saat ini. Dalam suasana hening tiba tiba saja pintu ruangan kerjanya di ketuk dari luar . Angel sedikit terkejut karena ia sejak tadi sedang melamun .
Angel segera sadar dan berdiri membuka pintu .memeriksa siapa yang baru saja mengetuk pintu .
"Ada apa Nis." tanya Angel karena heran ternyata yang ada di luar pintu ruangan kerjanya .karena temannya itu kelihatan sangat gelisah dan membuatnya penasaran . Bahkan kedua tangan Anis saling meremas satu sama lain .
"Ada apa Nis ." tanya Angel mengulangi pertanyaan nya .tanpa mengatakan apa apa Anis memberi kode lewat matanya pada Angel .tatapan anis menoleh ke arah meja kerjanya . Dan di sana ada Johan , " sial ." emosi angel naik begitu saja . Saat melihat wajah tak bersalah yang lelaki itu tunjukkan .
"mau ngapain dia ke sini ." tanya Angel pada Anis .
Johan tampak melambaikan tangan dengan senyum yang senang . Entah apa yang di pikirkan laki laki itu , hingga memamerkan senyumnya seperti itu di kantor ini . Kadang Angel berpikir Johan benar benar tidak waras .karena sikapnya yang melampaui batas . Kadang Angel juga menyalahkan kedua orang tua johan yang menyerahkan saham begitu saja kepada Johan .
__ADS_1