Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
157


__ADS_3

Angel kembali mengambil ponselnya yang tertinggal di apartemen .


"Gimana mau nanya di mana bagian unit apartemen dia , kalau ngak bawa ponsel ." gumam Angel pada diri sendiri .


Angel merencanakan ingin mencoba rencana ini , membuat Arga cemburu dengan dirinya dekat dwngan Johan . karena beberapa hari yang lalu Arga kelihatan tidak nyaman melihat kedekatan nya dengan johan .


Angel segera mendial nomor ponsel Johan .ia harus melakukan sesegera mungkin biar cepat mendapat hasilnya .


"Hallo Jo , kamu ada di unit ." tanya Angel .setelah Johan mengangkat panggilan nya .


"Iya ngel , saya ada di unit ada apa ya ." tanya johan dari sebrang telepon.


Senyum angel mengembang ." Bagus ! ." gumam Angel dengan begitu rencananya akan berjalan dengan lancar .


"saya mau ke apartemen kamu , ini aku ada makanan . Kamu tinggal di unit berapa ." ucap Angel .


"ok ." jawab Johan dengan cepat dan menyebutkan unit apartemennya kepada Angel . Angel segera mematikan sambungan ponselnya , dwngan semangat ia segera melangkah kan kakinya ke unit apartemen Johan . Rencananya sebentar lagi akan kelihatan hasilnya .


Angel menekan bel pintu apartemen Johan


Tak lama kemudian johan datang membuka kan pintu untuk Angel


"Hallo jo , "sapa Angel dengan ramah dan senyum mengembang itulah kalau ada maunya dia akan baik baik apa lagi ia merasa sudah cukup.mengenal Johan .


"Boleh boleh , ayosilahkan masuk saja ." ucap johan mempersilahkan Angel masuk . Ia minggir dari tengah pintu .


"Maaf ya kalau apartemen saya berantakan ." ucap Johan , tapi Angel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum . Bagi Angel sebagai laki laki apartemennya johan termasuk rapi .


"Ini ngak berantakan Jo , cukup Rapi untuk ukuran kamu , lagian kamu juga anak cowok." ucap Angel .

__ADS_1


Johan mengosok tengkuknya , sambil menarik sudut bibirnya mendapat pujian dari Angel .


"ngomong ngomong kamu tadi bilang mau kasih makanan apa ." tanya johanmengalihkan pertanyaan .


"martabak manis , cokelat susu ,kamu suka ." sahut Angel .


Sekali lagi Johan menarik sudut bibirnya .dan langsung mengangguk cepat ." terimakasih ." ucap johan


"Makan ya Jo ." ucap Angel sambil membuka bungkus martabak . Dan mengulurkan nya pada Johan , tanpa Johan sadari saat ia mengambil potongan kue martabak , diam diam Angel memotretnya pakai ponselnya .


Kali ini Angel akan unggah ke story dan hanya akan di khususkan untuk Arga . Biar Arga saja yang tau . Angel memberikan emotikon " selamat makan Jo ." setelah foto di unggah Angel menahan kekehannya sendiri . Tidak tahan ia menunggu reaksi Arga .


Semoga saja lelaki itu merasakan perasaan cemburu , dan menyerah akhirnya mengutarakan perasaan nya . Dengan begitu Tak perlu menunggu lama Angel ingin agar Arga cepat cepat menikahinya secepatnya . Johan mengerutkan kening melihat Angel yang senyum senyum sendiri walau tidak begitu lepas .


"Ada apa ngel ." tanya Johan yang merasa heran dengan tingkah Angel .


"kok , cepat sekali ." ucap Johan tercengang .ucapan johan kedengaran tidak rela angel pulang , Angel mendengar itu serasa ingin cepat cepat pulang saja .


" ia Ayah saya nyuruh saya cepat pulang ." Angel terkekeh di belakang jawaban nya . Tentu ia berbohong untuk segera pergi dari apartemen Johan . Walau sebenarnya Ayahnya juga sering menyuruhnya pulang tapi tidak ia gubris . Ia sudah terbiasa hidup di apartemen sendirian .


Tapi rupanya alasan itu bisa ia gunakan untuk Johan . Dan johan juga percaya tanpa banyak protes johan segera mengangguk .


"Baiklah , salam buat pak...." Johan menghentikan ucapan nya , Angel sendiri menatap Johan penuh tanya .


"Maksud saya salam buat Ayah kamu ." buru buru Johan meluruskan . Ia tersenyum canggung 0ada Angel karena hampir saja ia keceplosan . Apapun yang terjadi , apa pun yang ia ketahui tentang siapa Angel yang sesungguhnya dan siapa orang tua Angel harus ia rahasiakan dulu . Biarkan waktu yang mengungkap sendiri.


"Ok , aku pamit dulu Jo bay ." ucap Angel . Angel segera meninggalkan apartemen Johan . Tapi Angel juga penasaran dengan apa yang ingin Johan katakan tadi .


"Mencurigakan ." gumam Angel dan mengendikan bahu , karena ia juga belum tau apa yang mencurigakan dari Johan . Apakah dia mengenal siapa Ayahnya , aqalnya Johan biasa saja di mata Angel tapi di kalimat terakhir Johan seakan akan johan telah mengetahui asal usulnya .

__ADS_1


"Apa mungkin di luar sana Johan peenah bertemu dengan Ayah . Tapi melihat kepribadian Ayah dia sangat merahasiakan siapa dirinya . bahkan sejak dulu ." gumam Angel .


Seingat Angel sejak dari lahir ia berada di Amsterdam tidak pernah datang ke indonesia sama sekali .tapi sejak kecil Ayahnya mengajarinya bahasa indonesia . Dan kecurigaan Angel baru terungkap lima tahun yang lalu saat kakek dan neneknya meninggal dunia . Dan Ayahnya menyuruh nya kerja di perusahaan GM group .


Mengabaikan rasa penasaran nya terhadap Johan , Angel segera masuk ke apartemen nya sendiri , ia segera merebahkan dirinya di atas tempat tidur . Angel meraih ponselnya , ia ingin mengecek apakah Arga sudah melihat statusnya . Ternyata nol , Yang artinya Arga belum melihat statusnya itu .


"Sabar , semua butuh proses dan waktu ." ucap Angel , karena sudah tidak ada yang harus ia lakukan . Angel segera beranjak dari tempat tidurnya untuk pergi mandi , ia ingin berendam sebentar merilekskan diri . badan nya terasa capek setelah seharian membawa Indira dan susternya pergi berwisata .


***


Ketika bangun dari tidurnya Angel terkejut karena ia mendapati dirinya tidak sendirian di apartemennya sendiri , mata Angel membola ,Ia medapati Ayahnya berada di samping nya . Angel terkejut Ia segera duduk ,tidak percaya laki laki paruh baya itu bisa masuk ke dalam apartemen nya .Nyata atau mimpi karena baru semalam ia menyebut Ayahnya .


Angel berdecak nyata ini bukan mimpi , Ayahnya telah berada di depan matanya .


"Ayah kenapa datang kesini tiba tiba ,bagaimana Ayah bisa masuk ."tanya Angel bertubi tubi .


Pria berkumis tipis kulit berwarna kuning langsat bersih karena lamanya berada di luar negri itu tersenyum sinis pada putrinya . Bagaimana bisa putrinya itu menanyakan hal itu pada dirinya . Apa seperti ini , bila mempunyai putri yang sedang jatuh cinta .orang tua jadi yang kedua .


"Ayah keluar deh dari kamar Aan , kenapa Ayah ada di sini ." usir Angel .


"Jadi Ayah sudah tidak boleh temani kamu tidur . Apa benar Sudah dapat penganti Ayah , untuk menemani kamu tidur ." ledek pria paruh baya , Ayah Angelia andriana mahardika yang tiada lain adalah . George andrean mahardika .


"Ayah , bicara apa sih ." ucap Angel sambel menarik tangan Ayahnya .


"Maka nya pulang ke rumah biar Ayah tidak menerobos masuk ke apartemen kamu ." ucap Andrean .


" Bukannya Ayah masih di amsterdam ." jawab Angel sambil cemberut .


" itu satu bulan yang lalu Aan ." jawab Andrean . Angel nyengir ia tau sebenarnya Ayahnya sudah pulang . Itu hanya kata kata ngeles buat dia .

__ADS_1


__ADS_2