
Indah tidak menanggapi , setinggi apapun kalau untuk menjual diri Indah tidak akan melakukan nya .
"Lima puluh juta , kamu hanya memasukan obat tidur ke dalam minuman seseorang ." ucap wanita itu lagi , dia gigih menawarkan walau Indah sudah mencoba untuk menolak nya , dan tidak tertarik . Saat Indah sudah sedikit melunak wanita itu mengangkat tangan nya memanggil teman nya .
Datang lah seorang pria yang sangat tampan mendekat dan memperkenalkan namanya .
"saya Joni adi prata ." ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangan nya .
"Maaf siapa ." tanya Indah karena suara musik yang begitu bising membuat Indah tidak mendengarnya dengan jelas .
"maaf saya tidak akan menyebutkan nama saya dua kali nona ." ucap Joni sambil menarik tangan nya yang tidak di sambut oleh Indah .
"Saya butuh bantuan anda nona .pemuda yang duduk di sana itu adik saya , Rangga abimana , saya ingin membawanya pulang tapi dia tidak mau , saya tidak ingin adik saya salah pergaulan .walau cara saya ini salah , untuk membawanya pulang ." pria itu menunjukkan wajah yang begitu perduli terhadap adiknya .
Indah seketika ingat dengan Abangnya yang juga perduli dan menyayanginya . Akhirnya Indah mengangguk walau sedikit ragu .
"Apa yang bisa saya bantu ." tanya Indah .dan Indah tidak melihat senyum licik di wajah mereka berdua .
"Ini adalah obat tidur , kamu cukup masuk kan obat tidur ini ke dalam minuman adik ku , setelah itu baru kamu akan mendapatkan uang lima puluh juta itu dari kami . Dan Ini lima belas juta sebagai DP nya . Setelah kamu berhasil memasuk kan obat tidur ini nanti , kamu bisa datang ke lantai dua kamar nomer tiga belas . Kamu bisa ambil uang sisanya ."
Indah menerima uang itu dengan hati senang . Dengan uang itu Indah tidak perlu menjual jam tangan dan sepatunya , ia juga masih tetap bisa kuliah , juga masih bisa beli barang barang mahal untuk di pamerkan ke teman teman nya .
"Saya akan melakukan nya ." ucap Indah . Dalam hati Indah berkata , Abang nya pasti tidak akan marah , karena ia melakukan ini , Demi membantu seorang Abang yang mengkhawatirkan Adiknya .
"Bagus ." pria dan wanita itu mengangguk puas .
__ADS_1
Indah memasukkan uang sebesar lima belas juta ke dalam tas miliknya kemudian Indah berdiri sambil membawa bungkusan kecil itu mendekati Rangga abimana dengan hati hati .
Rangga duduk seorang diri sambil memainkan ponselnya menelpon seseorang . Saat Rangga berdiri menerima telepon Indah mengunakan kesempatan itu untuk memasukkan obat itu ke dalam minuman Rangga . Indah menghela nafas lega tugas nya berhasil ia lakukan tanpa ada hambatan .
Indah memperhatikan obat itu hingga larut ke dalam minuman itu .Indah juga memperhatikan wajah Rangga dengan seksama .ia ingin minta maaf suatu hari bila di pertemukan lagi . Tapi Indah yakin kalau mereka tidak akan dipertemukan lagi .
Indah kembali ke mejanya tapi sudah tidak menemukan dua orang itu di sana . Indah ingat dengan pesan kedua orang tadi .
"Apa mungkin mereka telah naik ke lantai dua ." gumam Indah . Indah pergi menaiki anak tangga dengan penuh semangat . Ia tersenyum melihat ruangan dengan nomor tiga belas , ia bahagia sebentar lagi dirinya akan mengenggam uang sebanyak lima puluh juta .
Senyum indah semakin melebar , Indah membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk lebih dulu . Gerak kan Indah menjadi kaku saat mendengar pembicara'an mereka .
"Jadi kamu bersiaplah ,untuk menggoda Rangga dan jangan lupa kamu juga harus merekam nya , dengan jelas ya ." ucap Joni .
"tenang saja , biarkan dia sedikit tersiksa dulu dengan hasratnya ." ucap wanita itu dengan santai .
"Obat perangsang itu sangat kuat , kamu akan puas menikmati permainannya nanti ." tawa Joni semakin lebar .
"Aahh aku jadi tidak sabar ." ucap wanita itu sambil mendesah . Akhirnya Indah sadar , tidak ada orang yang tulus di tempat yang tidak benar seperti tempat ini .
Indah melangkah mundur dan cepat cepat pergi sebelum ketahuan dirinya telah menguping pembicaraan mereka . Indah merutuki kecerobohan nya , ke serakahan nya , ia percaya begitu saja pada laki laki dan perempuan yang baru pertama kali bertemu .
Indah akan merasa sangat bersalah kalau Rangga jatuh ke dalam perangkap kedua makhluk jahat tak berhati itu .Indah berlari mencari keberadaan Rangga , ia ingin menghentikan Rangga agar tidak minum minuman nya .
Tapi Indah terlambat , Rangga telah meneguk habis minuman di dalam gelas nya . Indah menelan ludahnya kasar saat melihat wanita tadi menuruni tangga .Rangga berdiri menuju ke toilet Indah mengikutinya dari belakang .
__ADS_1
Saat Rangga keluar dari toilet Indah segera menarik tangan Rangga masuk ke ruangan kosong dan gelap di sebelah toilet mungkin itu gudang . Indah tidak bisa melihat apa apa karena ruangan itu benar benar gelap .
" kamu siapa ." tanya Rangga pada Indah dengan suara serak .
"bukan siapa siapa ." jawab Indah cepat .
"Jangan keluar ." pinta Indah saat Rangga akan melangkah ke arah pintu . Indah memeluk rangga dengan erat berharap Rangga tidak keluar dan menuruti keinginan nya .
Tapi tidak pernah Indah duga , malah mendapati tangan Rangg menggerayangi perutnya .
"Apa yang kamu lakukan ."tanya Indah sambil berusaha menyingkirkan tangan Rangga dari perutnya .
"Aku tidak tau , ini kebetulan atau apa , tiba tiba aku membutuhkanmu ." ucap Rangga dan langsung menyerang Indah .Rangga mendorong Indah ke sudut tembok .walau ruangan dalam keadaan gelap tapi Rangga punya insting seakan mengetahui di mana dan bentuk tubuh Indah .
"Hentikan ." ucap Indah sambil mendorong tubuh Rangga agar menjauh . Indah berusaha melawan .
"Tolong hentikan ." ucap Indah lagi dengan suara bergetar .Indah ketakutan dengan sentuhan dan sentuhan yang di berikan oleh Rangga .
"Maaf aku tidak bisa berhenti ." ucap Rangga dengan kasar ia merobek dress Indah . Itu adalah dress kesayangan indah .
"Aku minta maaf , hentikan , aku akui aku salah ." ucap Indah dengan terisak .Indah menggelengkan kepala nya saat Rangga akan mencium nya .
Rangga sadar dengan apa yang ia lakukan . Dia dah memantapkan diri akan bertanggung jawab setelah ini .Indah sudah jehabisan tenaga untuk melawan Rangga .
"Aku janji akan bertanggung jawab setelah ini ." ucap Rangga sambil membaringkan badan Indah di atas kemejanya yang telah ada di lantai .
__ADS_1
"Sakittt ." teriak Indah saat Rangga berusaha memasukinya , Indah mendorong dada Rangga untuk menjauhi tubuhnya .
"Maaf ." hanya itu yang bisa Rangga ucapkan berulang ulang , dirinya terus memacu di atas badan Indah karena dorongan dari obat perangsang yang telah menguasai dirinya .