
"Baik pak , kalau begitu saya permisi dulu ." pamit Angel yang memang sudah sangat lapar sekaligus ia tidak tahan untuk bercerita kepada Anisa . Tentang kejadian semalam karena Angel benar benar tidak tau tentang biodata kehidupan Arga . Karena selama ini Angel hidup di luar negri sejak ia lahir .
"Hallo Nisa , kita makan siang dulu yuk ." ajak Angel setelah tiba di depan meja Anisa . Anisa mengangguk kan kepalanya dan berdiri setelah membereskan meja kerjanya . Yang sebenarnya sudah ia bereskan sejak tadi tinggal menyimpan saja sambil menunggu Angel . Mereka memang sering makan siang bersama
Keduanya melangkah pergi dan menyebrang jalan menuju restoran .mereka tidak ingin pergi jauh jauh dari kantor karena untuk menghemat waktu .
"kamu mau pesan makan apa Nis ."tanya Angel . Kala mereka telah mendapatkan meja kosong .
Anisa mengambil duduk di depan Angel dan mulai memilih menu . Setelah pesanan di catat oleh pelayan . Pelayan mempersilahkan mereka duduk untuk menunggu pesanan .
"Bagaimana ceritanya semalam..An ." tanya Anisa yang sudah penasaran sejak tadi pagi . Sembari menunggu pesanan . Anisa tau Kalau Angel juga ingin bercrita .
"Buruk ." jawab Angel sambil merengut dan melipat kedua tangan nya di atas meja .
"Lah kok bisa . Sekarang saja kamu masih di sini . Tetap.bisa bekerja . kamu tidak pecat ." tanya Anisa heran . Ia mengira semalam baik baik saja . Angel mengendikan bahunya .
"Kamu sendiri kan tau bagaimana pak Arga . Untung saja aku semalam bisa pulang dengan selamat ." ucap Angel ,Anisa malah tertawa . Ia geleng geleng kepala .
"Aku lupa meberitahumu An . Kalau setiap tanggal enam belas mei mood pak Arga tidak akan baik ." ucap Anisa yang tau apa yang telah terjadi pada Arga . Bukan maksudnya untuk menjebak Angel , ia benar benar lupa memperingatkan nya .
"terus bagaimana An .? Kamu bertemu pak Arga di kantor .Apa dia langsung pecat kamu , atau gimana . Terus terang aku masih bingung karena kamu sekarang masih di sini ." ucap Anisa .
"Aku semalam nekat ke rumah pak Arga ." jawab Angel . Anisa tertawa kembali mendengar jawaban Angel . Selama ia bekerja di perusahaan sebagai resepsionis kantor Arga , baru melihat Angel sendiri yang berani mendatangi rumah Arga tanpa rasa takut , sekretaris Arga yang dulu dulu tidak ada yang punya keberanian seperti Angel .
"kamu bertemu dengan anaknya dong ." ucap Anisa .
__ADS_1
"Ha..." Angel terkejut di mana Anisa tau kalau Arga seorang duda dengan satu orang anak .
"tunggu tunggu ." ucap Angel sambil membenarkan duduknya .
"Kamu tau kalau pak Arga seorang duda dengan seorang anak ." tanya Angel . Anisa mengerutkan keningnya sambil menatap Angel .
"Jangan bilang kamu selama ini tidak tau , kalau pak Arga seorang duda anak satu ." tanya Anisa . Angel mengangguk cepat .
"Astaga , bagaimana kamu bisa baru tau , kamu di samping pak Arga hampir satu tahun lo ." ucap Anisa .
"Aku seharusnya yang tanya ke kamu , bagaimana kamu bisa tau . Kalau pak Arga seorang duda anak satu ." ucap Angel . Percakapan mereka terhenti saat pelayan datang mengantarkan pesanan mereka .
"selamat menikmati mbak ." ucap pelayan setelah menghidangkan pesanan mereka .
"Anisa . Bagaimana kamu bisa tau kalau pak Arga sudah menikah dan punya anak satu ." ucap Angel . Keheranan itu benar benar nya ta di wajah Angel .
"Tentu aku tau Angelia . Dan aku pikir seluruh karyawan pak Arga hanya kamu yang tidak tau tentang biodata pak Arga ." jawab Anisa .
Aku bekerja di sini sejak enam tahun yang lalu ." lanjut Anisa .
"Astaga Astaga ! "gumam Angel sambil memijit pelipisnya dengan kuat . Ia terkekeh tidak percaya kalau Anisa bilang , hanya dirinya saja yang tidak tau kalau Arga seorang duda .
Ia pikir selama ini hanya dirinya yang tau siapa Arga indra abimana yang sebenarnya . Tetapi dirinya salah , bahkan dari sekian banyak nya karyawan di perusahaan Arga , ternyata hanya dirinyalah yang sakua ( i****t ) .
"Kamu baik baik saja ,Angelia ." tanya Anisa sambil menyentuh tangan Angel yang masih memijit keningnya .
__ADS_1
Angel mengangkat wajahnya ." Aku merasa diriku seorang i ***t , Nis ." ucap Angel .
"tidak apa apa , wajar sih kamu juga baru setahun di sini . Sekretaris pak Arga yang dulu dulu juga tidak tau siapa pak Arga yang sebenarnya . Karena mereka jadi sekretaris pak Arga tidak betah walau hanya satu bulan saja . Jadi ngak apa apa ." ucap anisa menenangkan Angel .
Angel mengangguk kan kepalanya . Ia berani cerita dan berbagi dengan Anisa . Karena semua karyawan lain nya memandangnya sinis , apa mungkin karena Angel tinggal satu ruangan yang sama dengan Arga . Sehingga menganggap Angel tidak ada . Dan Angel yang paling lama jadi sekretaris Arga .
Sedangkan Anisa sering menyapa Angel , memberi semangat dan dorongan untuk sabar menghadapi sikap Arga . Dan juga bukan salah Anisa tidak menceritakan status Arga karena itu juga privasi Arga .jadi tidsk ada hak Anisa untuk bercerita .
"Ngomong ngomong kamu juga sudah tau kalau istri pak Arga juga sudah tiada ." tanya Anisa yang langsung di angguki oleh Angel .
"yang aku ingat saat itu istri pak Arga hamil 8 bulan . datang ke kantor bersama pak Arga , pas jam siang , tiba tiba pak Arga membopong istrinya keluar dari ruangan . Aku tidak tau apa saat itu istri pak Arga melihat kabar di berita kalau kedua orang tuanya pak Arga meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang , dan mungkin berita itu membuat istri pak Arga kena serangan jantung . Dan dia merelakan nyawanya demi melahirkan putrinya ." ucap Anisa .
Angel mengerutkan keningnya mendengar cerita Anisa . Susah payah ia menelan ludahnya . Ia baru tahu masalah itu , ia benar benar salah besar .telah berani menyebut mungkin mengatakan keberadaan Angel di hari ulang tahun indira semalam kepada Arga , ia percaya dan maklum kalau Arga marah besar pada dirinya .
"semenjak kepergian istri dan keluarganya , pak Arga berubah jadi dingin dan kasar pada wanita yang berusaha mendekatinya ." Anisa melanjutkan ceritanya sambil makan .
"Aan kamu butuh tenaga extra untuk menghadapi pak Arga ." tambah Anisa menghentikan makan nya . Ia melihat Angel hanya mengaduk aduk makanan nya , rasa laparnya lenyap entah kemana .
" lanjutkan Nis ." ucap Angel agar melanjutkan ceritanya .
"sepertinya pak Arga sangat mencintai istrinya An . sehingga ia selalu uring uringan ." ucap Anisa .
Angel membenarkan cerita Anisa , Arga terlalu mencintai istrinya , sehingga begitu berat dan susah untuk membuka hatinya lagi dan menerima kehadiran nya .
"benar , kamu bilang istrinya meninggal karena melahirkan , kemarin aku melihat Arga kelihatan begitu menderita , karena kemarin adalah hari ulang tahun indira sekaligus hari kematian Angela . Karena itulah Alasan nya Arga menghilang seharian . Siang hari untuk berduka dan malam hari berusaha bahagia untuk Indira .." ucap Angel .
__ADS_1