
Angel melihat semua itu sangat prihatin sekali , sulit sekali ingin mendekati Indira di balik larangan Arga . Kasihan Indira karena sangat membutuhkan perhatian nya saat ini . Entah bagaimana caranya lelaki itu bisa menerima dirinya menjadi bagian dari hidupnya .
Setidak nya untuk Indira , masalah Arga bisa menerimanya atau tidak sementara waktu ia tak ambil pusing , yang utama sekarang adalah Indira . Angel bisa menunggu kalau memang Arga belum bisa mencintainya .
Kadang Angel berpikir dan putus asa untuk mendapatkan Arga tapi ia tidak tega dengan Indira yang begitu menginginkan nya .untuk menjadi ibu pengantinya .
***
Sementara Arga yang membuka pintu kamar nya dengan posisi menunduk , tidak melihat keberadaan Angel dan Indira yang sedang interaksi . Setelah menutup pintu kamarnya Arga mengangkat wajahnya dan mendapati Angel yang duduk di kursi sedang memainkan ponsel dengan baju biru doger yang di pakainya . Tiba tiba sudut bibir Arga terangkat tanpa alasan .saat menyadari tingkah sendiri Arga jadi salah tingkah dan meraba leher belakangnya karena merasa tidak nyaman .
Arga melangkahkan kakinya menghampiri Angel dengan sikap datar . Senyum di sudut bibirnya yang tadi sempat muncul entah hilang kemana , yang kini tinggal wajah dingin khas Ceo Arga GM Group .kedua tangan nya juga masuk ke dalam saku celananya , menambahkan sikap dinginnya
"Ayo berangkat ." ujar Arga . Arga ikut terkejut melihat Angel yang terkejut mendengar suaranya . Angel membuang wajahnya dari arga untuk mengatur keterkejutan di wajahnya .setelah tenang Angel kembali menatap Arga .
Arga bagai menginjak lantai kapas , hampir saja ia terhuyung karena kehilangan keseimbangan , perasaan heran saat melihat Angel melamun beberapa saat yang lalu ikut hilang seketika . Tak bisa ia pungkiri malam ini Angel sungguh cantik .
Ya Alloh ..
Arga tak bisa berkedip , ia terpikat dengan mata Angel yang benar benar mengingatkan nya pada Istrinya Angela , mata Angelia benar benar indah hitam menarik sepenuhnya mirip dengan istrinya .
__ADS_1
Lalu rambut Angel yang setiap kerja selalu di cepol , kali ini di biarkan tergerai dan bergelombang lagi lagi Arga teringat dengan istrinya yang juga memiliki rambut asli mengombak . Malam ini Arga benar benar melihat jelmaan istrinya ada pada diri Angel .
Arga segera berkedip untuk membangunkan kesadaran nya ,ia tidak boleh terpesona oleh penampilan Angel malam ini . Walau ia melihat ada istrinya di dalam Angel yaitu mata dan rambut indah Angel .
"ekhemm . Kamu sudah siap ." tanya Arga setelah melegakan tenggorokan nya dengan berdehem . Angel kembali terkejut ia juga terpesona dengan ketampanan Arga malam ini , benar benar menawan dan memukau tak pernah mengecewakan pandangan nya sama sekali. Tidak perduli dalam pakaian biasa atau pun pakaian jas seperti malam ini .Arga berdehem bukan untuk menyadarkan Angel . Dia mungkin juga tidak sadar kalau Angel juga mengamati penampilan nya malam ini . Angel hanya mengangguk kan kepala .
"Ayo berangkat ." ucap Arga
" mobilmu biar di sini saja , kita berangkat dengan sopir ." lanjut Arga . Lagi lagi Angel hanya mengangguk dan mengikuti langkah Arga pergi . Sebelum benar pergi Angel menyempatkan diri menatap dimana Indira bersembunyi . Ia melemparkan senyum pada putrinya itu , Di mana Indira juga menampak kan diri dari persembunyiaan nya .Indira juga tersenyum sambil melambaikan tangan tanpa sepengetahuan Arga .
Angel baru mengalihkan pandangan nya setel!h melewati pintu utama Di sana mobil Arga sudah siap bersama sopirnya .
Angel menggelengkan kepala , ia tidak cepat masuk karena menghargai Arga sebagai bos belum masuk ,mana mungkin dia sebagai sekretaris berani masuk lebih dulu . Angel hanya mempersilahkan Arga untuk masuk lebih dulu .
Arga mendengus , setelah itu segera masuk ke dalam mobil ,dan kemudian di susul oleh Angel . Mereka berdua duduk bersisian di kursi belakang sopir . Mereka tak ada yang bicara bahkan mobil telah meluncur hampir tiga puluh menit .
Arga cuma bicara pada sopirnya alamat gedung yang di pakai untuk pesta . Setelah itu diam lagi tidak bermaksud mengajak Angel bicara .
"pak ." panggil angel saat mobil telah berhenti di depan gedung . Arga menoleh dengan mengangkat alisnya sebagai tanda ia bertanya .
__ADS_1
"Nanti apa boleh saya gandeng tangan bapak , biar tidak kelihatan aneh saja ." ucap Angel .
Arga berdecak kesal .Angel mengira bos galaknya akan menolaknya ternyata malah mengangguk kan kepalanya tanda setuju . Angel tidak bisa menyimpan senyum bahagianya .
***
Sementara Johan keluar dari unit apartemen nya tepat jam delapan malam . Dia telah memakai stelan jas dengan rapi untuk pergi ke pesta ulang tahun perusahaan kolega teman kerja papanya . Johan dengan mulut manis nya berhasil merayu joni untuk mendapatkan surat undangan itu . Tidak ada yang bisa menolak keinginan johan sejak kejadian lima tahun yang lalu .
Selama ini johan merasa hidupnya di tekan dengan bayangan kesuksesan seseorang . Di suruh lakukan sesuatu seperti orang itu .hinggga suatu hari emosinya tak dapat ia kendalikan dan terjadilah sebuah bencana yang sangat merugikan orang banyak . Sehingga kejadian itu tak mau terulang lagi terpaksa apapun keinginan Johan selalu di turuti .
Kini johan tengah melajukan mobil mewahnya menuju ke sebuah pesta . Jas berwarna hitam ia pakai malam ini . Untuk tampil menawan tampan memukau ia panggil penata rambut untuk datang ke apartemen nya .
Johan sangat percaya diri hadir di pesta itu mewakili Papa tercintanya . Ia datang tanpa membawa pasangan , ia percaya semua wanita pasti akan datang menghampirinya . Tak sabar pula ia ingin segera memperkenalkan diri sebagai ahli waris adi prata .maka apa yang ia impikan selama ini akan terwujud .
Johan menekan pedal gas sedikit kencang . Di karenakan malam ini malam minggu , sehingga perjalanan sedikit ramai banyak pasangan yang keluar untuk malam mingguan . Menikmati hari weekend bersama pasangan nya atau keluarganya .
Johan tersenyum sinis , ia tidak seperti mereka . Hidup dia tidak seperti mereka . Menghabiskan weekend dengan pasangan nya . Johan hidup dalam gelimangan harta . Ia bisa mencari teman wanita kapan saja dia mau . Ia tidak terikat oleh pacar . Bahkan tidak cukup satu atau dua dalam semalam .
Namun entah kenapa semenjak bertemu dengan Angel dia berubah dalan pemikiran dan jalan hidupnya . Ia menjadi bersemangat ingin merebut apa yang menurutnya memang di takdirkan untuknya dan sudah lama ia usahakan .
__ADS_1
Waktu terus berjalan . Tiga puluh menit Johan menempuh perjalan ke gedung di manana kolega papanya merayakan pesta ulang tahun perusahaan . Johan membiarkan mobil mewahnya di ambil aleh oleh sopir yang sudah di tugsskan oleh pelaksana pesta untuk memarkirkan kendaraan para tamu undangan .