Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
65


__ADS_3

"Devina ." gumam angga dan mengeluarkan ponselnya ia mencari medsos Devina dan menunjuk kan gambar Devina pada pria itu .


"Apa kah dia orangnya ." tanya Angga . Menyodorkan ponselnya ke depan pria itu . Foto Devina dengan seorang pria mungkin bkesteran cina dan thailand . Pria itu mengamati foto itu .


"ya benar laki laki ini , aku juga melihat mereka berdua makan di sebuah restoran di hotel tempat anda menginap kemarin . Maafkan saya pak , saya mohon jangan sentuh atau sakiti istri saya , saya lakukan itu karena butuh uang ." pinta pria itu menunduk ,memohon dengan tulus , seakan keangkuhan nya tadi hilang di terpa oleh angin lalu , dan kelemahan nya adalah istrinya .


Dan dia tidak bisa berbuat apa apa kalau menyangkut keselamatan wanita yang sangat dia cintai . Dia tau ia salah mendapatkan uang dengan cara menghancurkan orang lain . Maka dia memohon dan bahkan melakukan apa pun agar istrinya tidak terluka .


"Pergilah selagi saya masih berbaik hati ."ucap Angga dingin setelah berdiam cukup lama . Dia mungkin akan melepaskan orang itu , karena ia merasa kasihan terhadap wanita yang menjadi istrinya . Terlebih lagi wanita itu sedang hamil sama seperti Nisa .Angga tidak tega membuat dia janda dalam waktu sekejap.


"Saya tidak punya uang untuk pulang ke Bali pak ." ucap Pria itu yang masih tetap duduk di tempat , berharap ia mendapatkan rekomendasi untuk pulang ke kampung .


"Bukan nya kamu dah dapat bayaran banyak dari dia ." ucap Angga dan pria itu juga mengangguk ragu .


"Kamu gunakan saja uang itu . Untuk kembali ke kampungmu ."ucap Angga yang tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk orang yang mau menghancurkan hubungan pernikahan nya .


"Tapi..


"Sepertinya kamu memilih untuk masuk penjara ." ucap Angga .pria itu langsung berdiri dan melangkah pergi dari ruangan itu dengan buru buru .


Angga berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada kedua orang suruhan nya . Tidak lupa juga memberi mereka bonus yang tidak masuk ke dalam perusahaan atau agensi yang menyalurkan jasa mereka .


Sekarang tugas Angga hanya satu yaitu menghancurkan Devina . Dia tidak butuh tenaga banyak untuk menyelesaikan wanita itu . Karena kartu AS Devina telah ada di tangan nya . Dan Angga tidak akan mengulur waktu memberi dia kesempatan untuk menghirup udara bebas lebih banyak lagi .


"Andrean ." panggil Angga saat sambungan telepon telah terhubung , dengan asisten nya itu .

__ADS_1


"Iya Bos ." jawab Andrean dengan sopan .


"Kirim kan bukti bukti kemarin ke kantor polisi sekarang juga ."ucap Angga .


"Devina Bos ."tanya Andrean memastikan .


"memang ada orang yang lain ." tanya balik Angga .


"Baik Bos ." jawab Andrean .setelah mendengar jawaban Andrean Angga segera menutup sambungan telepon nya sepihak .


***


Nisa sudah bosan di dalam kamar terus menerus . Dia sudah lelah meratapi masalah pernikahan nya yang tak kunjung menemukan titik temu .


Sudah dua hari sejak kembali dari Bali , suaminya tidak pernah datang menemuinya lagi . Padahal Nisa sangat merindukan suaminya itu . Tapi gengsinya lebih tinggi untuk pergi menemuinya lebih dulu .


Nisa membuka pintu kamarnya dan keluar , ia menuruni anak tangga dengan hati hati sambil memegangi perutnya yang telah membesar . Nisa berhenti di tengah anak tangga . Dia menarik nafas nya lalu menghembuskan dengan pelan .


Baru menuruni lima anak tangga saja ia sudah kelelahan , kakinya dah terasa pegal . Mungkin dalam beberapa hari ini dia tidak banyak bergerak . Terlebih kakinya yang sedikit membengkak dan terasa berat .


Nisa terkejut tiba tiba ada sebuah tangan memeluk pinggangnya dengan erat . Nisa menoleh dan mendapati wajah suaminya dekat di depan matanya .Nisa mengedipkan matanya dua kali , kemudian menggelengkan kepala nya dan merasa dirinya tidak sedang berhalusinasi .


"kenapa ,apa ada yang sakit ."tanya Angga yang kelihatan sangat cemas . Nisa bukan nya menjawab tapi malah menangis dalam diam menatap wajah suaminya .


"Hey , sayang ada apa , jangan buat aku khawatir ." tanya Angga sambil menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya . Kemudian menarik istrinya ke dalam pelukan nya . Angga mengusap lembut punggung istrinya .setelah tangis Nisa reda , Angga mengajak istrinya kembali ke kamar .

__ADS_1


Angga menuang Air putih ke dalam gelas yang ada di dalam kamar Nisa . Angga meneguknya setengah dan setengahnya di berikan pada istri . Nisa juga meneguknya sekali tandas . Nisa kembali menyodorkan gelas kosongnya pada suaminya kembali .


Angga menarik kursi dan duduk di depan istrinya ." Jadi kenapa kamu menangis .." tanya Angga Nisa membuang muka malu .


"kalau kamu tidak mau bicara , biarlah aku yang bicara dulu .yang penting kamu dan anak kita baik baik saja ." ucap Angga yang di anguki oleh Nisa sambil melirik .


"Tunggu sebentar ." ucap Angga yang keluar dari dalam kamar Nisa sambil setengah berlari . Tak lama kemudian Angga telah kembali dengan ponsel di tangan nya .


"Aku sudah menemukan bukti tentang vidio yang kamu lihat itu ." Angga menyerahkan ponselnya yang ada vidio pengakuan dari pria sopir taksi pria gadungan itu pada Nisa .


" pria itu bukan aku , itu hanya editan , dan ini vidio aslinya kamu mau lihat ." ucap Angga , Nisa menyerahkan kembali ponselnya ia tidak mau lihat vidio aslinya , ia takut muntah .


"Maaf karena sudah tidak percaya sama kamu ."Ucap Nisa sambil menunduk .


" Aku juga pernah tidak percaya sama kamu . Dan mungkin lebih menyakitkan dari ini . Dan benar katamu , tidak di percayai oleh orang yang kita cintai , sangat lah menyakitkan ." ucap Angga menanggapi ucapan istrinya , dulu ia juga pernah tidak percaya kepada istrinya .


" kedepan nya Aku akan lebih percaya pada kamu ."ucap Nisa tulus memandang wajah suaminya ..


"Aku juga sayang , aku akan lebih melwtaka kan kepercayaan dalam peenikahan kita , aku minta maaf mulai sekarang mari kita mulai membangun dan menjalani kehidupan rumah tangga kita lebih baik lagi ."ucap Angga sambil mengenggam erat tangan istrinya . Nisa mengangguk dan membalas genggaman tangan suaminya .


" Aku sangat merindukan kamu sayang ." busik Angga di dekat telingga Nisa . Sambil memeluk erat istrinya .


"Aku juga sangat merindukan mu ." balas Nisa . Angga mengurai pelukan nya dan menatap wajah istrinya . Wajah yang ia rindukan di malam malam sepinya . Angga mengecup bibir istrinya gemes ,berulang ulang kali .sampai sampai Nisa terkekeh geli .


"Ngomong ngomong bagaimana kamu tiba tiba ada di sini ." tanya Nisa penasaran , bagaimana bisa Angga tiba tiba ada di sampingnya saat ia berada di tangga tadi .

__ADS_1


"Aku menginap di kamar samping kamar ini , sejak dua hari yang lalu ." ucap Angga . Mata Nisa melotot menatap suaminya ,mendengar penjelasan suaminya .


__ADS_2