
" Bukankah dokter mengatakan , agar kamu banyak istirahat ." ucap Angga lagi .
"Kamu tau dari mana ." tanya Nisa .
"Mama yang bilang , kemarin dia datang mencarimu ." ucap Angga sedih mengingat kejadian kemarin .
"Aku ngak kemana mana , hari ini aku mau di rumah saja ." jawab nisa sambil membalik kan piringnya dan menikmati makanan masakan Angga .Angga menarik nafas lega.
"Bagus lah ." ucap Angga tanpa sadar .Nisa juga tidak menghiraukan ucapan Angga . Ia fokus dengan sarapan nya , begitu juga dengan Angga .
"mengenai masalah kita kemarin , aku minta maaf karena tidak mendengarkan penjelasan darimu dulu , aku langsung saja menuduhmu ." Angga mulai membuka pembicaraan setelah mereka selesai sarapan .
"aku tau kamu pasti kecewa denganku ." tambah Angga lagi
" Tidak hanya kecewa , aku juga marah . karena pernikahan kita tidak di dasari dengan pondasi yang kuat . Karena Kamu tidak pernah memberiku kepercayaan atau percaya padaku , terutama pada pernikahan kita ."jelas Nisa .
"bukan begitu yang tapi vidio itu ..
Nisa mengangguk memotong ucapan Angga , ia mengerti mungkin ia akan melakukan hal yang sama kalau dirinya ada di posisi Angga .
"Tapi harusnya kamu tanya padaku apa alasan nya aku lakukan itu ." lanjut Nisa .
"Ya aku akui , aku salah ." jawab Angga .
"Aku jadi curiga , jangan jangan Rangga cinta padamu . Sehingga dia mengirim vidio itu , untuk merusak hubungan kita " ucapan Nisa membuat Angga tersedak oleh minuman nya
" uhukk ...cinta padaku , tidak mungkin lah yang . Rangga sudah punya anak ," jawab Angga .
"lalu apa motif dia , lakukan semua itu ." tanya Nisa .
" kamu lupa , Devina sepupu Rangga . Mungkin Devina yang menyuruh Rangga untuk lakukan ini ,karena devina ingin kembali lagi padaku ." jelas Angga .
"Terus kamu bangga ." tanya nisa sinis .
" tidak begitu yang , aku cukup dengan mu saja ,aku dah bahagia ." ucap Angga .
" Iya ,tapi kamu tidak pernah percaya padaku ." sindir Nisa .
"Untuk aku aku minta maaf , aku benar benar menyesal sayang ." ucap Angga . Nida menarik nafas pelan .
__ADS_1
"aku mau memaafkan mu , tapi hatiku masih sakit dan marah kalau ingat perkataanmu kemarin ." ucap Nisa .
"Aku tau , kamu sudah mau bicara denganku saja , aku sudah cukup bahagia ." ucap Angga .
Seminggu sudah berlalu kejadian pertengkaran mereka . Nisa juga sudah tidak mengunggkit lagi masalah itu . Tapi yang membuat Angga kesal adalah Nisa tidak memberinya nafkah batin pada Angga . tapi tiap malam Nisa sengaja , selalu berpakaian mengoda jalan kesana kemari di depan Angga .
Ingin minta Angga malu ,karena belum mendapat maaf dari istrinya . Angga menatap Nisa yang baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur nya yang sangat tipis .
"Sial ." umpat Angga dan langsung lari ke kamar mandi .Nisa terkejut mendengar suara pintu yang di banding . Nisa juga mendengar umpatan suaminya dan ia tau apa yang di lakukan suaminya . Nisa terkikik ,"akan berlanjut sampai minggu depan ."gumam nisa dalam hati .
Nisa duduk di atas ranjang dengan pura pura melihat buku kehamilan di tangan nya . Angga sudah keluar dari dalam kamar mandi . Ada ide licik keluar dari otak Nisa .
"Ga ," panggil Nisa .
"hemm ."jawab Angga yang duduk agak jauh dari Nisa .
"boleh aku minta tolong ." tanya Nisa .
" iya ,minta tolong apa ." Angga sedikit mendekati Nisa .
"Di atas meja rias ku ada minyak telon , tolong oleskan di punggung aku , punggung aku pegel ."ucap Nisa dengan senyum manis di bibirnya
"Iya sayang ." jawab Nisa dengan senyum semakin manis di bibirnya .
Angga berjalan dengan langkah berat menuju meja rias istrinya dan mengambil minyak telon yang Nisa sukai semenjak ia hamil .
Nisa mengambil tempat duduk yang nyaman menarik bajunya yang belakang hingga menampak kan punggung dan pinggangnya yang putih mulus .
Angga menelan ludahnya dengan berat ia pun duduk bersila di belakang istrinya . Angga segera menuangkan minyak telon di telapak tangan nya . Dengan pelan pelan ia oleskan telapak tangan nya ke punggung istrinya . Dari punggung hingga pingang .
"sekalian di pijit sayang ." pinta Nisa .
Hati Angga berteriak tidak mau .sebenarnya ia sudah sangat tersiksa .
"iya sayang ." jawab Angga yang bertolak belakang dengan kata hatinya . Angga mulai memijit pingang istrinya sesekali ia memejam kan matanya saat sesuatu di bawah perutnya mengeliat bangun .
"ke atas sedikit yang ....ya di situ .ahhh enak banget ." Nisa sengaja mengeluarkan ******* membuat suaminya menegang dan tanpa sadar Angga mencengkeram erat pinggang Nisa . Sampai Angga mendapati protesan dari istrinya .
"Ga , sakit ihh ." protes Nisa .
__ADS_1
"Maaf ." bisik Angga serak .
Nisa tersenyum geli mendengar suara suaminya yang serak kasihan sebenarnya . Tapi iya ingin beri pelajaran pada suaminya itu .
"Udah Ga , bukan nya kamu mijitin tapi malah nyakitin aku ." ucap Nisa bersungut pura pura kesal . Angga menatap istrinya dengan pandangan sedikit bersalah .
"Maaf ." ulangnya lagi
"Ya udah , aku mau tidur saja ." ucap Nisa yang siap ingin membaringkan tubuhnya .
"Bagaimana dengan aku ." bisik Angga datar .
"kamu mau di pijitin juga ."tanya Nisa . Angga mengangguk dan kemudian menggeleng frustasi .
"Aku ke kamar mandi saja lah ." ucap Angga segera beranjak ke kamar mandi . Nisa memandang punggung suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi dengan pikiran bimbang .
Antara ingin menyudahi pelajaran untuk suaminya atau tetap meneruskan sesuai dengan keputusan nya .
Di tengah tengah kebimbangan nya Nisa , Angga keluar dari kamar mandi dengan handuk melikit di pinggangnya . Angga menuju ke lemari mengambil piyama nya dan kembali lagi ke dalam kamar mandi .
Karena terlalu dalam berpikir sampai Nisa tidak menyadari kalau Angga telah kembali dan berbaring di sampingnya .
"Apa yang kamu pikirkan ." tanya Angga sambil menarik istrinya ke dalam pelukan nya . Angga memeluknya dengan erat dan mengecup kepala istrinya dengan lembut .
Nisa menggeleng di dalam dekapan suaminya .
"Tidak apa apa ." jawabnya berbohong .
"Baiklah kalau begitu tidurlah ." ucap Angga sambil menarik selimutnya untuk menutupi badan mereka .
"Maaf karena telah membuat kamu tersiksa ." ucap Nisa pelan . Angga yang sedang mengelus rambut istrinya berhenti sejenak . Ia menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan .
"Tidak apa apa , aku tau kamu sedang menghukum ku mungkin hukuman ini tidak sebanding dengan rasa sakit hati kamu kemarin ." tanpa Angga sangka istrinya mengangguk setuju dalam dekapan nya .
"memang tidak cukup ." ucap Nisa mengatakan nya .
Angga mendengus pelan mendengar ucapan istrinya .maksudnya dia ucapkan itu hanya ingin menenangkan hati istrinya saja .
"jadi sampai kapan aku harus menjalani hukuman ini . Sayang ." tanya Angga . Angga hanya ingin memastikan sampai kapan ia harus menjalani hukuman ini .jadi sampai saatnya hukuman selesai ia ingin langsung menyerang istrinya itu .
__ADS_1