
Indah mendapat kiriman foto keluarga kecil yang bahagai . Indah mengenal siapa orang orang itu dalam Foto itu ,marisa yang sedang memangku Putranya dan Rangga yang berdiri di belakang monica .
Pesan kedua datang lagi ." Apa kamu masih berharap Rangga untuk menikahimu , menjadikan kamu satu satunya wanita yang dia cintai ." di akhir akhir pesan di sematkan emoticon mengejek .
Indah tidak membalas pesan itu , ia menganggap semua tidak terjadi apa apa . Tidak lama setelah itu terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah Indah . Indah langsung berdiri melihat siapa yang datang .
Marusa turun dari mobil dengan mengendong Arga . Indah segera merebut Arga dari gendongan Marisa .
"Ngak perlu kasar kali , bentar lagi dia juga akan menjadi anak aku juga . Apa kamu tidak melihat foto yang baru aku kirim tadi . Rencana aku foto itu mau aku jadikan sebagai foto preeweding kami ." ucap Marisa dengan tersenyum bahagia .
Indah tidak menjawab apa pun yang di katakan oleh Marisa . Ia hanya diam dengan wajah datar . Ia mendengarkan ucapan Marisa tentang rencana pernikahan nya dengan Rangga . Marisa lama lama kesal dengan reaksi yang di tunjuk kan oleh Indah .
"aku berharap kamu datang di hari pernikahan kami nanti ." ucap Marisa yang langsung pergi dengan wajah dongkol .
"sudah sejak dari awal saya katakan padamu . Kalau kamu itu tidak akan di terima di keluarga ini . Lebih baik kamu pergi jauh jauh bersama putramu itu ." ucap Wulan yang diam sejak tadi memberi kesempatan marisa untuk berbicara lebih banyak .
Setelah Wulan pergi dari rumah Indah , tidak perlu menunggu lebih lama lagi , Indah segera meringkas barang barangnya juga barang Arga . Indah pindah ke rumah Arga tidak lah banyak membawa barang barang karena semua kebutuhan Indah telah di sediakan semua oleh Rangga .
Datang bawa apa maka pergi juga bawa apa . Ia akan pergi , Bukan Indah tidak percaya dengan Rangga . Ia tau kalau foto itu hanyalah hasil dari editan karena bentuk kepala dan leher tidak lah singkron . Indah cuma tidak mau di perlakukan sama seperti hari ini lagi . Kemudian mereka akan memaksa merebut Arga darinya.lagi .
Indah tidak ingin kejadian hari ini terulang untuk yang kedua kalinya . Ia tidak mau putranya tersiksa seperti ini . Ia tau putranya pasti tak terurus seharian ini di luar bersama mereka . Putranya pulang dalam keadaan wajah sembab dan pakaian yang kucel acak acakan , membuat hati Indah sakit . Melihat putranya seperti ini . Ingin sebenarnya ia meluapkan amarah dan emosinya .
__ADS_1
Indah tidak habis pikir dengan mamanya Rangga . Dia seorang mama dan pernah melahirkan juga , bagaimana bisa dia perlakukan Arga cucu sendiri , kasar seperti ini .
Tidak ada yang bisa Indah bawa pergi banyak .Indah berdiri di tengah kamar yang selama ini ia tempati .
"Kami akan selalu merindukan mu mas , maaf aku tidak bisa bertahan seperti yang kau ingin kan . Mungkin kita tidak berjodoh di kehidupan ini ." gumam Indah pelan . Indah mengambil kertas dan menuliskan lima kata kata di sana .
"AKU MENCINTAI KAMU MAS RANGGA ."
Indah tersenyum melihat apa yang ia tuliskan di atas kertas itu . Itu adalah kata hati yang ia simpan selama ini , untuk laki laki yang telah memberinya seorang putra yang sangat menggemaskan .
"Semoga waktu masih memberi kita kesempatan untuk bertemu lagi mas , dan itu adalah pertemuan kita untuk bersatu selama lamanya ." gumam Indah kembali .
"Nyonya ." sapa Mbak Nina menghentikan langkah Indah . Indah tersenyum menatap Mbak Nina . Wanita yang telah banyak membantunya selama ini tinggal di rumah itu .
"Terimakasih ya mbak Nina telah membantu kami selama ini .Maaf ya mbak kalau selama ini aku punya salah , aku benar benar tidak sengaja melakukan nya ." ucap Indah dengan tulus . mbak Nina mengeleng .
"Tidak , Nyonya adalah majikan yang terbaik yang pernah aku temui ." ucap Mbak Nina ikut meneteskan air mata . Ia sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga hampir sepuluh tahun . Selama sepuluh tahun itu ia juga berulang ulang ia gonta ganti majikan .
Dan barulah Indah majikan yang paling baik kepadanya . Majikan yang tidak banyak menuntut , juga tidak banyak memerintah . Indah Seorang majikan yang menganggap dirinya keluarga . majikan yang mau ikut terjun mengurus pekerjaan rumah nya .
Sekarang indah dalam masalah , ingin sebenarnya Nina membantunya tapi dirinya hanya seorang pembantu rumah tangga . Ia juga tidak bisa ikut campur .
__ADS_1
"Sekali lagi , terimakasih ya mbak , kami pamit ." ucap Indah setelah menitip kan beberapa pesa, pada mbak Nina untuk Rangga .
Indah melangkah pergi dengan menyeret koper kecilnya yang berisi keperluan Arga . Indah kembali menoleh ke belakang ia menatap rumah Rangga sekali lagi , ada perasaan berat dan tidak menentu di hatinya .
Indah menyimpan semua kenangan nya di rumah itu di dalam hatinya . Kenangan kebersamaan nya dengan Rangga . Pertemuan pertamanya dengan Rangga saat di restoran milik Rangga . Dia telah menyimpan hati pada pria itu sejak malam kejadian itu .
Hanya saja Indah membatasi diri , karena ia tidak tau bagaimana perasaan Rangga yang sebenarnya dengan perasaan pria itu.
***
Sudah dua hari Rangga berada di luar kota . Ia merasakan ada yang tidak beres tentang Indah . Indah susah untuk di hubungi selama dua hari ini .ia juga sudah menghubungi mbak Nina menanyakan tentang Indah , tapi jawaban yang di berikan oleh mbak Nina membuatnya semakin curiga .
"Pasti telah terjadi sesuatu dengan Indah , tapi apa , dan kenapa mbak Nina juga membantu Indah ." gumam Rangga .
Hari ketiga Indah masih belum bisa di hubungi . Begitu juga hari keempat . Di hari ke empat pekerjaan Rangga selesai lebih awal dia segera pulang tanpa membeli oleh oleh untuk Indah maupun Arga. Dia lebih mengkhawatirkan orang yang baru mengisi kehidupan nya beberapa bulan ini .
Saat Rangga tiba di bandara , Rangga segera pulang naik taxsi ia tidak menunggu jemputan yang di kirim oleh papanya . Selama dalam perjalanan Rangga tetap berusaha menghubungi Indah tapi tetap berakhir dengan suara operator yang menjawab nya . Rangga semakin tegang , bahkan ia semakin takut kalau kalau wanita itu pergi meninggalkan nya . Atau lebih takutnya Indah kenapa napa .
"Indah ." teriak Rangga saat ia telah tiba di rumah . Rangga menaiki anak tangga sekaligus naik dua anak tangga menuju ke kamar yang di tempati oleh Indah . Saat Rangga membuka pintu kamar , kamar indah dalam keadaan kosong dan rapi .
"Indah sayang ." panggilnya lagi . Rangga membuka pintu kamar mandi dan tidak menemukan indah di sana . Rangga berdiri di tengah kamar itu , kini ia yakin kalau Indah sudah pergi entah sejak kapan .
__ADS_1