Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
22


__ADS_3

"Nisa .."panggil Angga sambil meletak kan air mineral yang ia beli dan obat , di atas meja , ia tidak mendengar sahutan sama sekali . Tapi ia mendengar gemericik air di kamar mandi . Angga memutuskan untuk menunggu sambil main ponsel dan duduk di tepi ranjang .


Angga mengangkat kepalanya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka . Mata Angga membulat saat melihat Nisa keluar dari.kamar mandi hanya memakai handuk dan rambut nya yang masih basah dia biarkan tergerai , dengan air yang masih menetes di ujung nya .sepertinya wanita itu tidak menyadari kalau angga telah berada di dalam kamarnya lagi .


Karena terlalu fokus dengan Nisa . Tanpa Angga sadari ponselnya terjatuh dan menimbulkan suara . Nisa menoleh dan ...


"Aa..., Dasar ..laki laki mesum ...keluar ." teriak Nisa sambil memegang erat handuk nya .


"Keluar ." Nis kembali teriak sambil menunjuk pintu kamarnya .Angga dengan santai mengambil kembali ponselnya yang terjatuh . Kemudian melirik Nisa dengan tatapan datar .


"Dadamu terlalu ...rata . tidak membuat aku bernafsu . Jadi lanjutkan saja kegiatan kamu ." ucap Angga dengan acuh .


Nisa melotot tidak percaya saat di katakan punya dada rata .Dengan kesal ia peegi mengambil baju dari lemari dan masuk kembali ke kamar mandi .


Begitu nisa menghilang di balik pintu kamar mandinya , Angga meletak kan ponselnya dan menghapus wajahnya dengan kasar . Bohong kalau dia bilang tidak tergoda . Angga juga pria normal. Tapi tidak mungkin ia harus mengakui nya , suasana pasti akan berubah menjadi canggung . Kalau Nisa tau dirinya tergoda dengan tubuh wanita itu .


Sementara Nisa yang berada di dalam kamar mandi masih dalam keadaan tanpa atasan . Ia berdiri di depan cermin hampir 10 menit, ia masih memperhatikan dadanya . Ia masih tidak terima di bilang punya dada rata . Diantara beberapa teman sosialitanya , dirinya lah yang paling berisi , lalu barusan Angga mengatakan nya kalau dadanya rata .


"Apa jangan jangan dia tidak suka wanita ." sontak mata Nisa membola dengan pemikiran nya tentang Angga .


"Kalau memang dia tidak suka wanita , terus untuk apa dia ngotot ingin menikahi aku , atau hanya untuk menutupi kelainan nya . Dan lagi , kejadian ciuman malam itu tidak ada kelanjutan apa pun , kalau Angga pria normal tentunya malam itu adalah malam pertama kami . Namun saat aku bangun pagi tidak ada kejadian apa apa ." gumam Nisa dalam hati .


Setelah memakai baju Nisa membuka pintu kamar mandi dengan pelan , berusaha untuk tidak menimbulkan suara .Dia melongok kan kepalanya .mencari keberadaan Angga , dia berharap pria itu sudah pergi meninggalkan kamarnya


Tapi sayang nya pria itu masih asik duduk dengan santai di ranjangnya sambil mengetik sesuatu di ponselnya . Nisa kembali lagi masuk ke dalam kamar mandi , dia enggan untuk bertemu dengan pria itu . Ia mondar mandir di dalam kamar mandi , berharap Angga cepat pergi saja ,karena tidak sabar lagi menunggunya .


"Nisa ." Angga malah mengetuk pintu kamar mandinya dengan tidak sabar .


"Kamu baik baik saja ." tanya Angga lagi . Tanpa menjawab pertanyaan Angga , Nisa keluar dari dalam kamar mandi .

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan , kenapa lama sekali ." tanya Angga lagi .


"Kenapa , apa kamu harus tau ." tanya Nisa balik bertanya .


"Kamu masih sakit , tidak seharusnya kamu berlama lama di kamar mandi ," ucap Angga .


"aku sudah tidak sakit , panas aku juga sudah turun ."kata Nisa dengan mantap Karena memang ia tidak sakit .


Angga mengangkat tangan nya dan menempelkan tangan nya di kening Nisa mengecek suhu badan Nisa .ia hanya ingin memastikan suhu tubuh Nisa . Sudah turun atau belum .


"hem sudah tidak panas lagi ." ucap Angga .


"Iya , dan kamu sudah boleh pulang sekarang ."ucap Nisa mengusir Angga secara halus .


"Ok karena kamu juga sudah baikan , aku pulang dulu . Sampaikan salam aku buat Ayah dan bunda mu ." ucap Angga yang mengangguk dan melangkah keluar pergi meninggalkan kamar Nisa . Karena ia juga masih ada pekerjaan di restoran miliknya .


"Ehh tunggu ." ucap Nisa menghentikan langkah Angga .


"he apa ada yang kamu butuhkan ."Tanya Angga sambil membalik kan badan .


Nisa diam mengigit bibir bawahnya dengan gugup ," Apa kamu tidak ada yang ingin kamu sampaikan pada ku gitu ." ucap Nisa


Berharap Angga mau jujur padanya . Karena hanya kata kata itu akhirnya yang mampu ia ucapkan .


Angga terlihat berpikir sebentar kemudian mengeleng .


"kamu yakin ." tanya Nisa menyakin kan .


"Apa sebenarnya yang ingin kamu ketahui ." Dari raut wajah Nisa , Angga tau Nisa ada sesuatu yang membuatnya penasaran tentang satu hal . Tapi Angga tidak mampu menebak isi hati wanita yang ada di depan nya itu . Nisa juga ikut mengeleng .

__ADS_1


"Tidak ada , kamu boleh pulang ." ucap Nisa kemudian ." ucap Nisa sambil tersenyum manis sebagai tanda permintakan maaf nya takut kalau menyinggung perasaan Angga .


Pagi itu Nisa buru buru menuruni tangga , hari ini ia ada janji pengecekan gaun pengantin anak wali kota . Sebelum di kirim kan ke alamat pemesan . Anak wali kota akan melaksanakan pernikahan nya minggu depan .


"sarapan dulu nak ." panggil Tiara dari meja makan .


"Nisa buru buru Bun ."ucap Nisa tapi tak urung tetap mendatangi meja makan dan menyambar sehelai roti sisir . Dan meneguk segelas jus alpokat juga sambil berdiri .


"Jalan dulu Bun , yah ." pamit Nisa pada kedua orang tuanya .


"ya hati hati , Angga menunggumu di depan ." kata Tiara yang sukses membuat Nisa menghentikan langkahnya . Nisa melihat jam di tangan nya . Masih menunjuk kan jam tuju pagi tapi pria itu sudah datang menjemputnya .


"dia ngapain ke sini bun ." tanya Nisa .


"Ya jemput kamu lah , sekalian berangkat ke kantor sambil ngantar kamu ke butik . Masak mau tidur ." ucap Tiara menggoda putrinya itu . Yang di sambut kekehan oleh suaminya .


"Lucu ya bun , masak udah pernah tidur masih saja kaku begitu ." Ardy ikut ikutan meledek putrinya . Nisa ingin menjawab kalau Angga tidak doyan wanita , tapi ia urungkan .


"Nisa berangkat dulu Bun , Ayah ."pamit Nisa lagi , lebih baik ia bersama Angga dari pada jadi bahan ledek kan orang tuanya .


"Kamu sudah selesai sarapan ."ucap Angga yang berpapasan dengan nya di pintu . Maksud Angga ingin masuk melihat nya.


"Sudah ." jawab Nisa pendek .


"Kalau begitu Ayo kita berangkat sekarang , aku ada rapat pagi ini ." ucap Angga .


"Kalau kamu sibuk kenapa harus memaksa menjemput aku segala ." jawab Nisa ketus .


"Mama yang meminta ku untuk menjemput kamu ." ucap Angga acuh .Nisa semakin percaya kalau pria itu tidak memiliki ketertarikan pada wanita .

__ADS_1


__ADS_2