
Angga menghapus kasar wajahnya dan mengambil ponselnya menelpon Ibu mertuanya , ia ceritakan apa yang terjadi kepada Nisa dan diri nya ..
"Maaf Bun kehamilan Nisa yang ini sangat sensitif sekali . Aku harus berhati hati , tapi kadang masih juga aku kejebak dengan pertanyaan pertanyaan dia ." ucap Angga .
"Ya yang sabar ya . Bunda akan beri Nisa pengertian ." ucap Tiara dari balik telepon .
"kalau begitu titip Nisa Dan Aan bun pulang kerja aku akan mampir jemput mereka ." Angga .
Kejadian itu benar benar membuat Angga sangat berhati hati dalam bicara . Angga dan Aan akan menunggu Nisa di kantor tempat kerja nya .
"ya sudah sayang , mami pergi dulu ya , kamu harus dengar kata kata dady ya ." pesan Nisa pada putrinya .
Nisa baru membalik kan badan nya . Telah di sambut oleh senyuman Rangga dan indah di depan nya .
"nyonya Angga mau pergi ." sapa Indah .
"Indah panggil aja Mbak atau Nisa . Suamimu sahabat suamiku . Jadi kita juga sahabat ." ucap Nisa .
"Apa kita juga boleh bersahabat ." mereka di kejutkan oleh suara pria kecil yang telah menggenggam erat tangan Aan .Angga dan Nisa saling Pandang seakan kejadian itu dejavu untuk mereka .
"kalian kenapa . Apa kalian tidak suka mereka berteman . Tidak apa apa kami ke sini hanya ingin pamitan , kami akan ke jakarta besok , Arga sini sayang ." panggil Rangg .Tapi Arga menyembunyikan Aan di belakangnya .
"Arga ingin bawa dia , dia istri Arga ." ucap Arga .
"Arga , kamu bicara apa sayang . Maaf mas Angga dan mbak Nisa ." ucap indah yang berusaha melepas genggaman tangan Arga dengan Nisa .
"Jangan di paksa indah , ngak papa . Kalau memang mereka jodoh walau jarak memisahkan mereka pasti bertemu ." ucap Nisa .
"Sayang , kamu ingin Aan jadi istrimu ." Arga mengangguk .
__ADS_1
"Tapi mami punya syarat ." ucap Nisa .
"Apa syarat nya ." tanya Arga .
"sekarang Arga ikuti kemana langkah kedua orang tua Arga melangkah , dan patuhi segala ucapan kedua orang tua Arga . Dan Arga boleh datang kepada mami saat Arga merasa telah mampu untuk meminta Aan dari tangan Dady Angga ." ucap Nisa sambil menatap suaminya .Angga memberi Anggukan kepada Arga .
"Aku tidak tau siapa namamu , tapi aku akan panggil dirimu bidadariku boleh kah aku pinta ini untuk aku ." ucap Arga meminta kain kecil seperti sapu tangan dewasa yang melingkar di leher Aan .
Tanpa menjawab Aan melepaskan benda itu dan dan mengikatnya di leher Arga .Diam diam Indah mengabadikan vidio itu dalam hpnya . Air mata mereka menetes melihat Aan mencium tangan Arka setelah memasang kan kain itu . Seakan mereka di lahirkan sebagai pasangan abadi .
Arka melepas jam tangan nya dan melingkarkan itu ke tangan Aan .
"jangan pernah lepas jam ini , dengan begitu kau akan selalu mengingat ku setiap waktu ."ucap Arga .
"jangan kamu pakai ini sebagai pajangan di lehermu , di saat kamu lelah berkeringat gunakan untuk menghapus keringatmu , anggap itu aku yang sedang menghapus lelahmu ." ucap Aan yang keluar dari naluri masing masing .
"sayang ." ucap Rangga dan Angga bersamaan kepada anak anak nya .
" Angga terimakasih atas persahabatan kita selama ini . Kita berpisah sampai di sini . Dan biar anak anak kita yang akan mempertemukan kita lagi ." ucap Rangga .
"semangat . Semoga sukses ." ucap Angga . Rangga membawa anak dan istrinya melangkah pergi baru melangkah tiga langkah . Arga kembali memeluk Aan ...
***
Angga membawa putrinya ke ruangan kerjanya . Ini pertama kalinya Angga merawat putrinya . Apa bila Nisa sakit babysitter yang akan merawat semua keperluan dan kebutuhan Aan . tapi semenjak babysitter Aan mengundurkan diri Nisa putuskan untuk merawat Aan sendiri .
"Dad , Aan ingin main masak masak kan di sana boleh ," tanya Aan saat akan menaiki tangga , tangan Aan menunjuk ke arah dapur restoran Angga . Mata Aan berbinar saat melihat ke sibuk kan di dapur itu .
"Ngak bisa sayang itu bukan tempat untuk bermain ," tolak Angga , karena tempat itu adalah tempat yang sangat berbahaya bagi putrinya .
__ADS_1
"Tapi Aan pengen main di sana Dady ." rengek putrinya . Dengan suara imutnya dan bibir mengerucut .membuat Angga sangat gemas .
"Nanti ya sayang kalau mereka semua sudah selesai masak dan makan kenyang , baru dady temani kamu main di sana .kalau keadaannya sudah sepi ya . Sekarang Aan main di ruangan Dady dulu ya . " bujuk Angga .
"Sepi itu apa Dady ." tanya Aan putri kecilnya yang selalu ingin tau .
"Sepi itu kalau orang orang pada pulang semua ." jawab Angga tidak yakin .
"Jadi kita bisa main , kalau orang orang itu sudah selesai makan ." ucap Aan dengan suara cadelnya . Angga memgangguk dan membawa putrinya masuk ke ruangan kerjanya . Di dalam ruangan kerja nya Angga membebaskan putrinya untuk bermain apa saja . Aan mempunyai otak yang sangat cerdas seperti dirinya , semua ingin tau .
Seperti saat ini Angga sedang membuka file keuangan bulanan ini di meja kerja tiba tiba Aan naik ke atas pangkuan nya .
"Dady lagi main apa , Aan juga mau main seperti Dady ." Aan tertarik dengan suara kayboard yang di timbulkan oleh laptop Angga . Angga segera menutup filenya dan menyerahkan laptop pada Putrinya untuk bermain .
Angga tersenyum melihat putrinya asal mengetik kan huruf huruf .karena sepuluh jarinya mengetik secara bersamaan
"Nama kamu siapa sayang ." tanya Angga .
"Aan ." jawab putrinya singkat .
"itu nama panggilan , sayang bukan nama aslimu ." ucap Angga .
"Angelina putri Dewangga ." ucap Aan .
"Pinter coba kamu tulis nama kamu , mana huruf A nya ." tanya Angga mendekti semua huruf yang ada di nama nama putrinya .
"Wah putri Dady bravo , pinter sekali , lihat ini nama kamu Angelina putri Dewangga ."ucap Angga . Sambil menghapus tulisan itu kembali .
"Coba Aan tulis lagi nama Aan sendiri ." ucap Angga . Nilai IQ Aan setara dengan nilai IQ Angga sehinga ia belajar sekali langsung ingat . Aan bertepuk tangan senang telah menyelesaikan tugas dari Dadynya .
__ADS_1
Angga melihat jam yang melingkar di tangan nya .karena Nisa belum juga kembali Dua jam lebih dia pergi . Sementara Aan sudah tidur pulas di sofa panjang ruang kerja nya . Karena kecapek kan setelah bermain .
Hari juga sudah mau gelap , Nisa belum ada tanda tanda untuk kembali ke restoran . Angga ingin telepon untuk menghubungi istrinya , ia takut terjadi sesuatu kepada istriny . Baru saja saja Angga meraih ponselnya akan mengetik nomer iatrinya yang telah ia hafal di luar kepala . Tiba tiba pintu ruangan nya ada yang membukanya .