
Rangga masih kepikiran tentang kejadian barusan bersama Indah .
"Hallo ." jawab Rangga dengan cepat saat mendengar sambungan telepon nya telah di angkat .
"Aku butuh bantuan mu Bro ," ucap Rangga cepat pada tujuan nya , ia tidak butuh untuk berbasa basi hanya akan membuang buang waktu .
"Bantuan apa ."
"Bantu aku cari informasi tentang seorang wanita ..." ucap Rangga .
"Kirimkan informasi lengkapnya , seperti nama dan alamat lengkapnya saja ,atau mungkin foto kalau ada ." jawab sahabat Rangga .
"Baik akan aku kirim dalam lima menit lagi ."ucap Rangga kemudian memutuskan sambungan telepon nya .Rangga segera membuka biodata karyawan nya di dalam laptopnya . Setelah mendapatkan apa yang dia cari , Rangga segera mengirim ke email sahabatnya yang bekerja menjadi detektif swasta .
Tidak perlu menunggu lama Rangga segera langsung mendapat balasan dari sahabat nya itu . Rangga membaca semua biodata Indah , tidak ada satu pun yang terlewatkan .Satu hal Yang membuat Rangga terkejut adalah Indah baru melahirkan empat bulan yang lalu .Rangga semakin percaya kalau wanita malam itu adalah Indah .
Ciri fisik yang di punyai Indah , sama seperti dengan wanita yang ada di bayangan nya . Rangga ingat bagaimana ia menyentuh wanita itu , meskipun tidak jelas wajahnya . Tapi ciri fisik dan tindak kan nya Rangga hafal .
Yang menjadi pertanyaan di benak Rangga adalah , siapa Ayah kandung bayi itu ,? Kenapa tidak ada tercantum nama suami Indah di sana ?.
Rangga kembali duduk ke sofa dan mulai menikmati makan siangnya yang mulai dingin .Rangga meletakkan sendok nya setelah suapan ke tiga . Selera makan nya hilang , karena memikirkan masalah tentang wanita yang bernama Indah itu .
Rangga menekan tombol intercom . Meminta agar sisa makanan nya di bersihkan . Rangga sengaja duduk mepet dekat dengan meja yang ada bekas makan siangnya . Ia sengaja membuat meja dan lantai nya kotor , dengan menumpahkan makanan yang tadi ia makan .
Saat terdengar pintu di ketuk dari luar , Rangga menjawab dengan berseru dan suara yang di buat seramah mungkin .kemudian Rangga duduk dengan santai sambil memangku laptop di pangkuan nya . Sebenarnya ia tidak ada pekerjaan apa apa . Cuma biar terlihat sibuk saja saat Indah nanti masuk ke dalam ruangan nya .
"Tolong bersihkan ruangan saya , Indah ." pinta Rangga tanpa melihat ke arah Indah . Indah mengerutkan keningnya , melihat ruangan Rangga yang ia tinggal belum ada dua jam sudah seperti ruangan yang tidak di bersihkan selama dua bulan . Ingin Indah bertanya apa yang terjadi tapi ia tidak berani .
Indah hanya melakukan tugasnya menumpuk piring kosong bekas bosnya itu makan .
__ADS_1
"Kamu mau ke mana ." tanya Rangga saat melihat Indah melangkah pergi .
"Saya mau taruh ini ke dapur dulu . Dan Amnil peralatan pel , pak." ucap Indah sambil mengangkat piring kotornya di depan perutnya . Akhirnya Rangga memberinya kode untuk pergi.
Sepuluh menit kemudian Indah datang dengan membawa peralatan untuk membersihkan ruangan Rangga .
"Permisi pak ." ucap Indah saat akan membersihkan lantai dekat tempat duduk dan sudut meja kaca dekat Rangga . Rangga tidak mau pergi hanya menggeser kaki nya sedikit . Itu hanya membuat atau mempersulit ruang gerak Indah .
"Pak , saya mau membersihkan lantai di bawah kaki bapak .
"Lalu .? ," tanya Rangga masih tetap tidak menatap wajah Indah.
"Maaf jika saya lancang . Boleh , bapak geser sedikit ." Rangga semakin familiar dengan Indah . Ia mengangkat wajahnya menatap dan menatap.Indah dengan intens , Rangga menangkap kegugupan di wajah Indah .
"apa kita pernah bertemu sebelum nya Indah ."tanya Rangga yang masih tetap mengunci tatapan mata Indah .
Indah mengigit bibir bawahnya dengan gelisah . Namun dia tetap memilih untuk tetap berbohong .
"Kita tidak pernah bertemu sebelum nya ,pak . Pertemuan pertama kita , adalah oertama kali saya masuk kerja di restoran ini ." ucap Indah lalu mengalihkan tatapan matanya dengan cepat .
Rangga mengangguk ." Ya mungkin , hanya perasaan saya saja , saya merasa kita pernah bertemu dengan kamu , dan bahkan saya mengira kamu adalah wanita yang pernah aku sentuh satu tahun yang lalu ." ucap Rangga sambil nyenggir .
Indah merasa tenggorokan nya mengering . Dan jantungnya berdetak kencang .
"Mu...mungkin juga hanya perasaan bapak saja ." ucap Indah dengan gugup dan kembali mengambil lap dan sapunya , untuk melanjutkan pekerjaan nya . Indah ingin cepat cepat meninggalkan Ruangan Rangga .
Rangga ingin sekali memaksa indah untuk jujur , tapi Rangga tahan , ia ingin tau sampai sejauh mana Indah menghindarinya dan menyembunyikan kebenaran nya .
"Saya permisi keluar pak," ucap Indah .
__ADS_1
"silahkan ." ucap Rangga . Rangga melihat Indah pergi meninggalkan ruangan nya dengan cepat dan sedikit berlari .
Indah merasa ruangan Rangga sangat mencekiknya . Indah merasa lega bisa bernafas leluasa setelah keluar dari ruangan Rangga . Indah merasa lega juga karena Rangga percaya dengan kebohongan nya .
"Bagaimana kalau dia akhirnya terus mendesak aku untuk bilang jujur . Aku juga tidak tau , bagaimana reaksi dia kalau tau semua yang terjadi . Aku hanya berharap semoga dia tidak merebut Arga dariku saja ." gumam Indah .
***
Indah sedang mengendong putranya peegi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya .Indah membeli beberapa kotak susu formula untuk putranya . Setelah itu Indah pergi ke barisan jual diampers setelah memasuk kan ke dalam ranjang belanja . Indah juga pergi ke barisan cemilan setelah mengambil benerapa cemilan Indah menuju ke tempat kasir untuk membayar belanjaan nya .
"Wahh , kebetulan sekali kita bertemu di sini ." ucap Rangga yang juga mengantri di belakangnya .
"Bapak ...kenapa bapak bisa ada di sini ." tanya Indah menatap Rangga seperti melihat hantu .
"Aku lagi beli minuman ." ucap Rangga sambil mengangkat kedua tangan nya yang membawa dua kaleng minuman nya . Sebenarnya Rangga sudah mengikuti Indah sejak dari rumahnya . Sebenarnya Rangga hanya ingin melihat lihat tempat tinggal Indah saja . Tapi kebetulan Indah keluar bersama anak nya .
Indah mengeratkan pelukan pada putranya yang sedang tertidur di pelukan nya . Ia berharap Rangga tidak menyadari kebsradaan bayi kecil dalam dekapan nya .
"itu anak siapa ." tanya Rangga menunjuk pada bayi yang telah di tutup seluruh tubuhnya oleh Indah .
"I..ini anak kakak saya ." ucap Indah berbohong lagi .padahal Rangga sudah tau semua tentang dirinya . Yang telah memiliki seorang anak .
"Silahkan bu ." ucap kasir yang meminta pada Indah untuk maju ke depan . Sang kasir akan menghitung belanjaan nya .
"Total belanjaan ibu . lima ratus lima puluh lima ribu lima ratus ." ucap kasir . Setelah mentotal.semua belanjaan Indah .
"Tambah kan ini sekalian mbak ." ucap Rangga sambil menyodorkan minuman kaleng milik nya .
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI , MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN .
__ADS_1